www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Zaith Kasih Bukti Investasi di Pasar Modal Murah dan Nggak Rumit

27-Feb-2017 19:35:45 WIB | Online | Share
Zaith Kasih Bukti Investasi di Pasar Modal Murah dan Nggak Rumit

investasiku.co.id - Zaith Hatta Dani (22) sudah membuktikan bahwa investasi di pasar modal bukan barang mahal. Bukan juga hal yang rumit. Yang terpenting ada niat dan keinginan merencanakan masa depan lebih baik.

Sejak tahun lalu, Zaith resmi menjadi investor di pasar modal. Investasi awalnya Rp 100 ribu. ”Sebelumnya nggak kenal (tentang pasar modal). Terus ada teman yang kasih tahu soal investasi. Saya berminat, tapi bingung,” dia bercerita saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/02).

Maka dilakukan pencarian informasi terutama melalui situs jejaring pertemanan. Salah satunya Facebook (FB). Dari situ dia bertemu dengan Komunitas Investor Saham Pemula (ISP).

Kebetulan, Komunitas ISP sedang melakukan semacam open recruitment untuk menambah anggotanya se Indonesia. Zaith kemudian mendaftar dan diterima sebagai anggota perwakilan Denpasar, Bali.

Dari keanggotaan itu Zaith menemukan teman berdiskusi dan menggali ilmu tentang investasi di pasar modal. Setelah pengetahuan awal dirasa cukup, mahasiswa semester 6 jurusan Antropologi di Universitas Udayana, Bali, itu kemudian membuka rekening efek di salah satu perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB).

”Kebetulan saya mahasiswa, bisanya buka minimal Rp 100 ribu. Terus beli saham. Saya beli saham ASRI (PT Alam Sutera Realty Tbk) pertama. Properti memang saya suka,” ujarnya.

Karena untuk belajar, dia merasa bisa beli tiga lot saham ASRI saja untuk tahap awal dirasa sudah cukup. ”Namanya mahasiswa kan masih banyak waktu, senang ke sana sini. Jadi itu buat belajar saja. Belajar trading juga,” akunya.

Tapi dari trading yang dibilang sesempatnya itu saja, Zaith sudah menghasilkan performa hebat. Rata-rata dalam sebulan bisa meraih capital gain (keuntungan) sebesar 5 persen. Setara sekitar 60 persen per tahun!

Walaupun, menurutnya, nilainya masih kecil. ”Kalau pemilihan sahamnya sih tergantung situasi. Saya sempat beli saham Telkom (TLKM), saham BBNI (Bank BNI). Ya keluar masuk saja,” dia bercerita.

Prinsipnya, kata Zaith, hanya membeli saham perusahaan yang dia kenal saja. Yang produknya ada di keseharian.

Untuk mengasah kemampuan investasi sekaligus meningkatkan pemahaman, Zaith rutin melakukan diskusi dengan para anggota komunitas ISP lainnya. Di daerahnya, di Denpasar, ada sekitar 30 anggota forum diskusi pasar modal.

”Sebulan sekali rutin edukasi. Terus ada sosial event juga. Kadang melakukan Garage Sale terus keuntungannya kita sumbangkan ke panti-panti yang ada di Denpasar,” tuturnya.

Dari hasil belajarnya, Zaith semakin yakin investasi memang penting untuk dilakukan sejak dini. Demi kebaikan di masa depan. Terlebih di pasar modal yang menawarkan keuntungan menarik.

Maka dia menyarankan kepada banyak orang untuk memulai investasi sebaik mungkin sejak dini. Sebagai persiapan menuju hari tua.

Memang, diakuinya, masih banyak orang terutama generasi muda yang skeptis terhadap investasi. Banyak yang acuh. Bisa jadi karena belum cukup niat dan belum cukup pengetahuan.

”Tapi kenapa nggak dicoba dulu? Pasar modal itu menguntungkan. Produknya pun dikenal oleh semua orang. Produknya bukan abal-abal. Ada di keseharian kita,” dia menyarankan.

Berkat diskusi dan rajin belajar, Zaith merasa investasi di pasar modal sama sekali tidak sulit. ”Kalau bingung tinggal datang ke perusahaan sekuritas. Mereka welcome sekali. Memberikan edukasi dan pengetahuan tentang pasar modal bahkan,” terangnya.

Dengan begitu maka bisa terhindar dari produk investasi bodong saat hendak memulai investasi. Antara produk investasi legal dengan illegal memang sama banyaknya sekarang.

Baca: Hati hati Ya Banyak Perangkap Investasi Bodong

Saat ini Zaith menjadi semacam duta (ambassador) komunitas ISP untuk wilayah Denpasar dan Bali. Bertiga bersama dua rekannya, Gusti Ayu Kartika dan Fay Yassin.

Akses belajarnya menjadi semakin luas karena ada kegiatan ke berbagai daerah termasuk belajar langsung di BEI. ”Saya tertarik pasar modal karena memang itu penting ya buat kita di masa depan,” dia meyakinkan.

Ketua Nasional Komunitas ISP, Frisca Devi Choirina, mengatakan investasi di pasar modal memang penting untuk dimasyarakatkan. ”Terbukti ternyata animonya banyak. Sekarang member kita untuk offline lebih dari 1.000 orang. Kalau online, sekitar 25 ribu sih ada,” ujarnya.

Dia merasakan rasa penasaran, keingintahuan dari banyak calon investor di banyak daerah di Indonesia. Itu terbukti dari perwakilan komunitas ISP mencapai 27 kota mulai dari Aceh sampai wilayah timur, kecuali Papua.

”Belum sampai ke Papua, semoga nanti bertahap. Usia kita kan juga baru jalan tiga tahun, masih bayi lah. Masih perlu banyak belajar, evaluasi program juga,” Frisca mengungkapkan.

Visi Komunitas ISP adalah membantu Self Regulatory Organizations (SRO) meningkatkan literasi investasi di pasar modal. Menambah lebih banyak investor ritel dari dalam negeri. ”Kita harus investasi karena ada inflasi. Landasannya inflasi saja dulu, itu penting untuk diketahui,” tegasnya.

Baca: Mengenal SRO di Pasar Modal

Baca: Jadi Investor Yuk Bantu Kurangi Ketergantungan dari Investor Asing

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved