www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Yuk Manfaatkan Inovasi Untuk Kemudahan Investasi dan Bantu Program Inklusi

19-May-2017 06:10:33 WIB | Online | Share
Yuk Manfaatkan Inovasi Untuk Kemudahan Investasi dan Bantu Program Inklusi

Investasiku.co.id – Bahu membahu meningkatkan level inklusi keuangan di Indonesia terus dilakukan. Di pasar modal, upaya memerdalam melek keuangan buat masyarakat itu semakin terlihat salah satunya dari inovasi produk dan layanan supaya bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi secara lebih mudah.

Produk inovatif berbasis digital, Trimegah Investment App (Trima), contohnya. Pada awalnya ketika dirilis pada Februari 2017, produk dari PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (Trimegah) itu berupa aplikasi mobile (mobile app).

Baru-baru ini, supaya bisa menjangkau lebih banyak pihak, Trima yang sebelumnya hanya bisa digunakan di ponsel pintar, tablet, dan smartwatch, kini hadir dalam versi desktop (PC).

Baca : Pantau Fluktuasi Portofolio Investasi Cukup dari Ponsel dan Smartwatch

Komisaris Utama/Komisaris Independen Trimegah, Rizal Bambang Prasetijo, mengatakan Trima versi desktop dihadirkan untuk semakin melengkapi fasilitas yang dapat dipilih oleh investor dalam berinvestasi.

Sekaligus juga merupakan bagian dari strategi Trimegah dalam mendukung inklusi keuangan khususnya di pasar modal. Sebab di era digital saat ini, inovasi di bidang teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan.

”Tantangan yang dihadapi industri sekuritas di Indonesia sangat unik. Kita melihat potensi investor yang sangat besar namun belum tersentuh karena adanya strereotype bahwa berinvestasi di pasar modal itu adalah sesuatu yang rumit. Trimegah berupaya mengubah paradigma tersebut dengan secara bertahap mengembangkan aplikasi yang ramah atau user-friendly sehingga dapat menarik investor pemula sekalipun untuk berinvestasi,” ungkapnya, dalam keterangan resmi saat peluncuran Trima versi desktop pada 15 Mei 2017.

Bagi perusahaan, inovasi produk itu juga mengusung misi untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi. ”Selain itu, dengan kehadiran Trima, Trimegah juga berharap dapat meningkatkan jumlah active investor di segmen ritel secara signifikan sehingga memberikan kontribusi nyata bagi industri pasar modal Indonesia,” Rizal berharap.

Baca Lagi : Jadi Investor Aktif Yuk Bantu Kurangi Ketergantungan Kepada Investor Asing

Chief Operation Officer Trimegah, Paul Rafiuly, menyebut Trima merupakan aplikasi investasi all-in-one yang dilengkapi dengan berbagai fitur sehingga investor dapat memeroleh pengalaman investasi yang cepat (fast), mudah (easy), dan nyaman (convenient).

”Tanpa mengabaikan unsur keamanan! Melalui Trima, investor tidak perlu berpindah-pindah akun untuk mengelola investasinya, baik investasi dalam reksa dana maupun saham. Melalui aplikasi ini, kami berusaha memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah (best customer experience) dalam berinvestasi,” ucapnya.

Trima versi desktop, menurutnya, memiliki 8 keunggulan. Bahkan beberapa di antaranya merupakan fitur pertama pada aplikasi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas di Indonesia. ”Keunggulan aplikasi Trima versi mobile juga kami terapkan dalam Trima versi desktop. Kami tambahkan dengan keunggulan lainnya, seperti trade summary dan sistem yang mengintegrasikan berbagai perangkat yang digunakan, untuk semakin memudahkan investor dalam berinvestasi,” Paul menerangkan.

Trima versi desktop bisa diunduh melalui website Trimegah di www.trima.trimegah.com, baik melalui perangkat MAC ataupun Windows PC. Sedangkan aplikasi Trima kini sudah tersedia di smartphone, tablet, dan smart watch berbasis Android dan iOS.

Program Inklusi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perkembangan program inklusi keuangan di Indonesia yang dijalankan bersama sejumlah kementerian dan lembaga. Salah satunya dengan meraih penghargaan Global Inclusion Award 2017, mengungguli program inklusi keuangan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik.

”Program inklusi keuangan sudah menjadi program internasional dan OJK bersama sejumlah kementerian dan lembaga dinilai sudah menjalankannya dengan baik sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Rabu (17/05).

Indonesia terpilih sebagai pemenang penghargaan Global Inclusion Award 2017 untuk regional Asia dan Pasifik yang diberikan oleh Child and Youth Finance International (CYFI) dan kelompok negara-negara G20 bekerjasama dengan Pemerintah Jerman selaku tuan rumah penyelenggara pertemuan G20 tahun 2017.

Pada The Global Inclusion Awards 2017 itu Indonesia mengungguli India dan Pakistan dalam tahapan penilaian final untuk kawasan Asia dan Pasifik. Plakat dan piagam penghargaan telah diberikan kepada wakil dari OJK pada acara di Berlin, Jerman pada 3 Mei lalu.

Juri kompetisi menilai Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat Indonesia yang tampak dari berbagai upaya untuk memenuhi target inklusi keuangan sebesar 75 persen pada tahun 2019 dan target peningkatan literasi keuangan per tahunnya sebesar 2 persen.

Tiga aspek keberhasilan program inklusi keuangan Indonesia berdasarkan penilaian juri adalah:

1. Indonesia mengembangkan strategi literasi dan inklusi keuangan dengan beragam pendekatan yang mempertimbangkan: prioritas sasaran (tailor-made framework), siklus kehidupan (life cycle program approach), wilayah geografis (urban-rural outreach), dan demografi yang potensial memberikan dampak besar bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan (potentially high impact demographic)

2. Indonesia membangun sinergi positif dalam rangka implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) OJK bersama Kementerian/Lembaga dan stakeholders terkait, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Agama, dan Bank Indonesia, serta IJK, Universitas, Sekolah, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

3. Indonesia memastikan program inklusi keuangan yang dilaksanakan memiliki dampak positif yang luas, terukur, dan berkelanjutan.

Dari sisi regulasi dan strategi, OJK sejak berdiri pada 2013 telah mendorong industri jasa keuangan dan berbagai pihak terkait untuk melakukan berbagai upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui POJK No. 76/POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang memerkuat implementasi regulasi dan kebijakan sebelumnya yang dikeluarkan melalui POJK No. 01/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan dan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK pada 2016 mencatat Indeks Literasi sebesar 29,7 persen dan Indeks Inklusi sebesar 67,8 persen. Angka itu meningkat dibandingkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan OJK pada 2013, yaitu Indeks Literasi 21,8 persen dan Indeks Inklusi 59,7 persen.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved