www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Waspada, Hantu Investasi Bodong Masih Berkeliaran

27-Apr-2017 17:39:36 WIB | Online | Share
Waspada, Hantu Investasi Bodong Masih Berkeliaran

Investasiku.co.id – Memahami ragam produk, model, sampai mekanisme detil dari investasi merupakan hal yang sangat penting. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus mengumumkan waspada dan bahaya investasi bodong.

Memulai investasi sejak dini dan sesegera mungkin memang hal penting. Investor sukses dan terkenal asal Amerika Serikat (AS) Warren Buffet bahkan secara tegas dan berulangkali mengingatkan terkait hal tersebut:

Baca : Bijak dan Cerdiknya Warren Buffet Ini Perlu Dijadikan Inspirasi

Tapi, sepaket dengan saran terkait investasi sejak muda demi bahagia di usia senja, Buffet juga menyarankan agar investasi dilakukan berdasarkan pengetahuan. ”Investasi harus rasional. Jika Anda tidak memahaminya, jangan lakukan. Risiko datang dari ketidaktahuan akan apa yang Anda lakukan,” tegasnya.

OJK sebagai regulator juga terus mengupdate terkait perkembangan penawaran investasi bodong yang merugikan itu. Terbaru, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat mewaspadai penawaran investasi yang menawarkan produknya tanpa izin dan menjanjikan imbal hasil yang tinggi tanpa risiko.

Satgas Waspada Investasi telah menerima pengaduan masyarakat dan menemukan beberapa penawaran investasi di internet atau media online yang berpotensi merugikan masyarakat.

Baca Lagi : Hati Hati Perangkap Imbal Hasil Tinggi Investasi Palsu

Pada 18 April 2017, Satgas bentukan OJK itu telah menghentikan kegiatan usaha tujuh entitas karena tidak memiliki izin dalam menjalankan kegiatan usahanya serta telah memberikan informasi yang tidak benar dan menyesatkan.

Tujuh perusahaan tersebut adalah :

CV. Mulia Kalteng Sinergi;

Swiss Forex International;

PT Nusa Profit;

PT Duta Profit;

PT Sentra Artha;

PT Sentra Artha Futures; dan

www.lautandhana.net.

Kegiatan yang dilakukan oleh entitas tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian Satgas Waspada Investasi untuk secara cepat merespon pengaduan atau pertanyaan dari masyarakat mengenai legalitas dan kegiatan usaha yang dilakukan.

Satgas telah melakukan analisis terhadap kegiatan usaha seluruh entitas tersebut. Berdasarkan aturan hukum yang berlaku menyatakan bahwa kegiatan dari entitas tersebut harus dihentikan.

Sebagai bentuk tindak lanjut penanganan, Satgas Waspada Investasi telah memanggil seluruhnya. Mereka diminta untuk dapat menyampaikan dokumen atau informasi mengenai legalitas dan kegiatan usaha yang dilakukan. Namun, perusahaan tersebut tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Satgas Waspada Investasi juga meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan investasi dengan tujuh entitas tersebut dan melaporkan kepada Satgas Waspada Investasi apabila masih terdapat kegiatan penawaran investasi yang dilakukan.

Selama 2017, hingga April ini Satgas Waspada Investasi sudah menghentikan kegiatan 26 entitas yang diduga menawarkan produk investasi ilegal.

Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal sebagai berikut :

Memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Memastikan bahwa pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

Memastikan bahwa perusahaan atau pihak yang melakukan penawaran investasi tersebut, juga memiliki domisili usaha sesuai dengan izin yang dimiliki.

Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved