www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Tiga Risiko Sukuk Negara Ritel

9-Jun-2016 15:29:44 WIB | Online | Share
Tiga Risiko Sukuk Negara Ritel

investasiku.co.id - Sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel merupakan produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Pembayaran pokok dan imbalannya sudah dijamin oleh Undang-Undang (UU).

Meski dijamin oleh negara, investasi pada sukuk negara ritel bukannya bebas risiko. Paling tidak ada tiga risiko yang perlu dipahami investor.

Risiko Pertama adalah resiko gagal bayar atau default risk. Walaupun peluangnya kecil, investor harus memahami bahwa setiap investasi memiliki potensi untuk gagal bayar. Dalam konteks sukuk ritel, kondisi default baru akan terjadi jika pemerintah Indonesia bangkrut.

Risiko kedua berkaitan dengan likuiditas. Sukuk ritel termasuk salah satu instrumen yang banyak ditransaksikan di pasar sekunder, digadaikan dan bahkan dijadikan jaminan kepada pihak lain. Dengan tingkat risiko yang tendah, umumnya investor akan memegang sukuk ritel hingga jatuh tempo. Dengan karakter produk seperti itu memang sangat jarang investor yang menjual sukuk negara ritel ke pasar sekunder, kecuali dalam kondisi tertentu.

Risiko Ketiga adalah risiko pasar. Perubahan kondisi ekonomi dapat berpengaruh terhadap harga sukuk negara ritel di pasar sekunder. Risiko tersebut dapat dihindari apabila investor tidak menjualnya ke pasar sekunder. Dengan memegang sukuk hingga jatuh tempo (hold to maturity) investor akan mendapatkan kupon bunga per bulan dan pengembalian pokok sebesar 100%

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved