www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Tanam Duit di Reksadana Saham Lebih Subur Ketimbang Deposito

6-Feb-2017 14:29:37 WIB | Online | Share
Tanam Duit di Reksadana Saham Lebih Subur Ketimbang Deposito

investasiku.co.id - Mulai pikirkan biaya masuk sekolah untuk anak? Mau mulai menabung untuk biaya pernikahan? Atau sekadar simpan uang agar tidak tergerus bahkan justru bertambah karena punya cita-cita beli kendaraan?

Apapun itu, perlu disadari bahwa kian hari biaya hidup kian tinggi. Bagi yang belum menikah justru harus lebih bersiap lagi, biaya pernikahan sekarang tidak lah murah.

Dalam rangka itu semua, mari merencanakan masa depan. Ayo mulai berinvestasi agar pada saatnya nanti, ada hasil yang bisa kita manfaatkan.

Sebelum membahas soal investasi, sebagian mungkin masih berpikir untuk memilih menabung uang saja. Menyimpannya di bank. Itu tidak ada salahnya.

Tapi berapa nilai tambah yang bisa kita dapatkan dari sekadar menabung? Belum lagi terkena biaya administrasi di bank?

Padahal pada saat yang sama, inflasi terus terjadi. Biaya pendidikan, biaya berbagai kebutuhan dan barang terus mengalami kenaikan sejalan dengan inflasi itu.

Maka sudah saatnya kita berinvestasi. Mulai menjadi bagian dari masyarakat investasi. Menjadi investor yang jumlahnya di Indonesia masih relatif sedikit itu.

Prinsipnya sama, menabung juga. Tapi, menabung saham supaya ada nilai investasinya.

Supaya tidak dipusingkan dengan strategi, kita titipkan saja kepada ahlinya yaitu perusahaan Manajer Investasi.

Produknya, kita fokuskan ke reksadana saham. instrument saham cenderung lebih agresif walaupun high risk high return.

Baca: Begini Keuntungan Investasi Reksadana

Meskipun pada praktiknya ya tetap sama seperti menabung di bank. Harus konsisten, tekun, dan sabar.

Bedanya ada pada hasil. Begini contohnya supaya lebih yakin:

Jika kita menabung di deposito selama 5 tahun, misalnya sejak 2009 dengan asumsi bunga deposito per tahun 7,5 persen berapa keuntungan kita dapatkan?

Total keuntungan yang didapat dalam 5 tahun adalah sekitar 37,5 persen.

Sekarang coba bandingkan. Misalnya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di tahun 2009 adalah di kisaran Rp 4.500-an dan mencapai level tertinggi menjadi Rp 13.450 per lembar di tahun 2013. Artinya, jika kita menginvestasikan uang kita sejak tahun 2009 di saham BBRI sampai dengan 2013 saja kita akan mendapatkan keuntungan sekitar 198 persen.

Maka penting saat kita menabung, terutama melalui produk investasi, tetapkan tujuan dan rentang waktunya.

Sebaiknya jangka menengah dan jangka panjang mengingat pasar saham tumbuh signifikan dalam jangka panjang meski jangka pendek fluktuatif.

Nah untuk menghadapi risiko fluktuasi harga saham itu, pilih lah melalui produk investasi reksadana. Reksadana saham.

Lagipula, melalui investasi reksadana, dengan uang berapapun (bisa mulai dari Rp 100 ribu, Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 5 juta, Rp 10 juta… atau berapapun yang Anda mau) bisa mendapatkan “1 paket” isi portofolio kelolaan dari reksadana tersebut.

Saran berikutnya, mulai lah membeli dalam nominal kecil dan bukan langsung besar.

Namanya juga menabung, yang diutamakan adalah konsistensinya. Buat yang mulai menabung saham harus sabar. Hasilnya tidak akan nampak dalam satu atau dua bulan apalagi satu sampai dua hari.

Tabur saja benihnya saat ini, sirami dan pupuk dengan sabar. Dan lihatlah hasilnya dalam beberapa tahun ke depan.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved