www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Takut Investasi Bodong? Simak Jurus Ampuh Ini

18-Sep-2017 14:22:51 WIB | Online | Share
Takut Investasi Bodong? Simak Jurus Ampuh Ini

Investasiku.co.id – Sebenarnya, keuntungan investasi bisa melebihi angka inflasi saja sudah cukup. Terus bagaimana kalau tiba-tiba ada yang menawarkan keuntungan investasi 10 persen per bulan? Berarti 120 persen per tahun? Hati-hati, keserakahan bisa menggiring ke jerat investasi bodong nan zonk.

Memangnya kalau keuntungan investasi sangat besar itu sudah pasti investasi palsu? Ya nggak juga. Buktinya, sepanjang 2016 ada saham yang harganya naik sekitar 4.800 persen yaitu saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).

Artinya kalau kita beli saham NIKL Rp 1 juta pada awal 2016 maka nilainya bertambah menjadi sekitar Rp 49 juta pada akhir 2016.

Tapi namanya di pasar saham, semuanya bisa diukur dan terlihat. Bisa diketahui alasan kenapa harga sahamnya terus naik. Lagipula, kita sebagai investor, menyimpan bukti kepemilikan sahamnya sehingga amit-amit terjadi hal yang tidak diinginkan pun bukti kepemilikan saham itu bisa berlaku untuk mendapatkan hak kita.

Apalagi sekarang investor di pasar saham dan pasar modal secara umum sudah punya lembaga pelindung khusus.

Tapi oke lah contoh per saham itu ada banyak cerita suksesnya. Tidak sedikit juga harga saham yang tergerus. Tinggal bagaimana kita cermat memilih saham yang cocok untuk ditabung jika memang tujuannya adalah menabung secara jangka panjang.

Yang pasti naik turunnya harga saham akan pengaruh juga ke produk investasi lain yang mengandung saham seperti Reksa Dana Saham.

Lagipula secara rata-rata, pertumbuhan investasi di pasar saham sebesar 18 persen sampai 20 persen per tahun. Itu yang terlihat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Paling tinggi dibandingkan instrument investasi lainnya seperti reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), obligasi korporasi, apalagi deposito.

Terus bagaimana caranya supaya bisa terhindar dari tawaran investasi palsu? Secara formal, regulator melalui Satgas Waspada Investasi mengimbau begini:

  1. Memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
  2. Memastikan bahwa pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
  3. Memastikan bahwa perusahaan atau pihak yang melakukan penawaran investasi tersebut, juga memiliki domisili usaha sesuai dengan izin yang dimiliki.
  4. Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Secara teknis, gampangannya begini:

  1. Investasi sebaiknya kita miliki. Asetnya benar-benar kita miliki. Contoh: saham
  2. Ada bukti kepemilikan yang sah
  3. Pola investasi jelas. Uang yang kita investasikan digunakan untuk apa dan ke mana
  4. Bisa dihitung keuntungannya dan bisa diperkirakan risikonya
  5. Likuid. Artinya, bisa investasi kapan saja dan jual kapan saja.

Kalau mulai mendapat tawaran aneh-aneh apalagi menawarkan keuntungan yang luar biasa tingginya, hati-hati saja. Satu hal, bahkan investasi saham yang bisa menawarkan keuntungan ribuan persen saja, tidak pernah dijanjikan sejak awal berapa keuntungan yang bisa diraih.

Charles Ponzi dan Skema Menipu ala Produk Investasi Palsu

Lagian, kalau ada yang bisa janji begitu, ngapain menawarkan ke orang lain? Dia investasi saja sendiri dan sekarang pasti sudah jadi orang paling kaya sejagat raya. Hehehe…

Foto: Howcast

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved