www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Start Positif Lembaga Jasa Keuangan dan Optimisme Pebisnis

13-Apr-2017 16:20:21 WIB | Online | Share
Start Positif Lembaga Jasa Keuangan dan Optimisme Pebisnis

Investasiku.co.id – Kinerja sektor keuangan memang bukan paling hebat di awal tahun ini. Namun berpengaruh signifikan terhadap pergerakan positif indeks acuan di pasar modal dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga.

Indeks saham sektor keuangan (finance) yang merupakan bagian dari Indeks harga saham gabungan (IHSG) secara year to date atau sejak awal tahun ini sampai 12 April 2017 tumbuh 8,77 persen. Masih kalah dari indeks sektor industri dasar dan kimia (Basic Industry and Chemicals) yang naik 13,22 persen atau tertinggi dibandingkan 10 indeks sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diikuti indeks saham sektor pertambangan yang naik 11,11 persen.

Pada periode yang sama, Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merupakan gabungan di antara semua indeks sektor saham yang ada tercatat naik 6,56 persen. Artinya, ketiganya mampu tumbuh di atas indeks acuan dan bisa dibilang sebagai bagian dari penopang kenaikan.


Baca Juga: Reksa Dana Saham Paling Kencang Saat IHSG Tembus Rekor

Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada Rabu (12/04) mengumumkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia dalam kondisi terjaga. Ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global pada Maret 2017 terpantau berkurang.

Perekonomian Advanced Economies (AE) melanjutkan perbaikan sehingga meningkatkan ekspektasi berlanjutnya normalisasi kebijakan moneter.

Fed Funds Rate (FFR) sebagai suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) yang kembali dinaikkan oleh bank sentral The Fed pada Maret 2017, hanya berdampak cenderung terbatas bagi emerging market. Lebih dari itu, dana global terpantau kembali masuk ke emerging markets sehingga pasar keuangan global bergerak menguat.


Simak ya : Kata Faisal Basri Tentang Situasi Positif Untuk Investasi

Di pasar saham Indonesia menunjukkan situasi itu juga. Aliran dana asing yang masuk (capital inflow) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp 14,397 triliun sejak awal tahun ini sampai 12 April 2017.


Cek ini : Lari Duluan, Salah Satu Karakteristik Pasar Saham

Pergerakan pasar Surat Berharga Negara (SBN) menurut OJK juga menguat dengan penurunan yield SBN di semua tenor dan nonresiden mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 31,3 triliun (year to month net buy Rp 57,4 triliun).

Seiring perkembangan itu, pertumbuhan intermediasi lembaga jasa keuangan menunjukkan perbaikan. Per Februari 2017, penyaluran kredit perbankan tumbuh menguat sebesar 8,57 persen (year on year/yoy) dibanding Januari 8,28 persen yoy. Adapun pertumbuhan piutang pembiayaan tercatat sebesar 7,20 persen yoy dibanding Januari 6,67 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan Februari 2017 tumbuh sebesar 9,21 persen yoy dibanding Januari sebesar 10,04 persen yoy.

Pendapatan premi asuransi periode Januari – Februari 2017 tercatat sebesar Rp 30,9 triliun atau meningkat sebesar 11,6 persen dari periode yang sama tahun 2016.

Sejalan dengan pertumbuhan DPK di perbankan, pada periode Januari – Maret 2017, sebanyak 23 emiten menghimpun dana di pasar modal sebesar Rp 33,2 triliun atau meningkat sebesar 40,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (Januari – Maret 2016 dengan 11 emiten).

Berbeda dari tahun lalu yang mayoritas dana digunakan untuk restrukturisasi utang, tahun ini direncanakan 24 persen dana digunakan untuk ekspansi usaha dan 69 persen untuk modal kerja. Pergeseran itu dinilai OJK mengindikasikan optimisme dunia usaha terhadap prospek bisnisnya.


Ini Bukti Lainnya : Penjualan Kendaraan Salah Satu Acuan Arah Ekonomi dan Investasi

Dilihat dari bidang usaha emiten, sebanyak 62,74 persen emiten adalah Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Sementara itu, risiko LJK terpantau berada pada level yang manageable.

Per Februari 2017, risiko kredit terpantau meningkat di tengah pertumbuhan restrukturisasi kredit yang telah dalam tren melambat.

Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross alias rasio kredit macet secara kotor sebesar 3,16 persen dibanding Januari sebesar 3,09 persen dan NPL nett 1,38 persen dibanding Januari 1,35 persen, sedangkan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat membaik menjadi 3,03 persen dibanding Januari 3,17 persen.

OJK mengaku akan terus memantau risiko kredit LJK yang masih relatif tinggi di tengah masih belum solidnya indikator kinerja sektor riil domestik.


Perhatikan Juga : Perhatian Untuk Para Pemilik Investasi Berbasis Obligasi, Inflasi Berpotensi Naik

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved