www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Setengah Tahun Harga Saham Naik 1.314 Persen

30-Jun-2017 10:42:25 WIB | Online | Share
Setengah Tahun Harga Saham Naik 1.314 Persen

Investasiku.co.id – Ada saham yang harganya naik mencapai 1.300 persen dalam enam bulan! Secara rata-rata, menabung saham memang positif pada sepanjang semester I 2017 dan berpotensi berlanjut pada semester II yang akan mulai bergulir pada 3 Juli 2017.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat secara year to date sejak awal pembukaan perdagangan saham 2017 sampai penutupan 22 Juni 2017 atau sebelum libur Lebaran, terdapat sebanyak 286 saham yang berhasil menguat.

Tentu saja nilai dan persentase kenaikan masing-masing saham beragam. Namun setelah dirata-rata, dikurangi saham turun dan saham stagnan, terjadi pertumbuhan sebesar 10,06 persen pada setengah tahun ini. Tercermin dari pertumbuhan Indeks harga saham gabungan (IHSG).

Baca: Begini Perjalanan Pasar Saham pada Semester I 2017

Berdasarkan persentase, harga saham dengan laju paling kencang sejak awal tahun ini sampai 22 Juni 2017 adalah saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) yang meroket sebesar 1.314 persen! Pada awal tahun saham ini dibuka pada harga Rp 105 dan terus menguat sampai menjadi Rp 1.485 jelang libur hari raya Idul Fitri kemarin.

Bayangkan, jika investor beruntung menggenggam saham MINA sebanyak 10 lot saja sejak awal tahun sampai 22 Juni 2017, terjadi kenaikan nilai investasi sebesar Rp 1.380.000. Hitungannya, modal awal untuk membeli 10 lot saham MINA pada harga Rp 105 per saham adalah Rp 105.000 (satu lot terdiri atas 100 saham).

Ketika harga sahamnya naik menjadi Rp 1.485 per saham maka harga per lot-nya menjadi Rp 148.500. Maka untuk 10 lot adalah sebesar Rp 1.485.000. Terjadi kenaikan nilai investasi sebesar 1.314 persen atau ada keuntungan sebesar Rp 1.380.000 dari saham itu.

Kenaikan persentase harga saham tertinggi kedua dicatatkan PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) sebesar 1.150 persen. Harga saham emiten yang baru listing di BEI pada tahun 2017 itu melonjak menjadi Rp 1.375 per saham dibandingkan harga perdananya di Rp 110 per saham.

Urutan ketiga dan seterusnya sampai 10 besar saja persentase kenaikan harga saham tertinggi adalah sebagai berikut:

3. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) = 624,32 persen

4. PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) = 604,00 persen

5. PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) = 507,53 persen

6. PT Bank Agris Tbk (AGRS) = 390,11 persen

7. PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) = 315,15 persen

8. PT Steady Safe Tbk (SAFE) = 297,73 persen

9. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) = 274,00 persen

10. PT Sekar Laut Tbk (SKLT) = 257,14 persen

Persentase kenaikan harga saham terendah dicatatkan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang naik 0,26 persen. Tapi itu pun masih lebih baik sebab terdapat sebanyak 62 saham yang harganya masih berada di posisi yang sama pada 22 Juni 2017 dibandingkan akhir 2016 atau pembukaan 2017.

Harga stagnan itu bukan berarti pada sepanjang satu semester sahamnya tidak bergerak. Banyak di antaranya mengalami perubahan harga pada periode itu tetapi kemudian pada penutupan 22 Juni 2017 harganya kembali pada posisi seperti saat dibuka di awal tahun.

Maka itu pun masih lebih baik jika dibandingkan sebanyak 209 saham lainnya yang justru mengalami penurunan harga. Penurunan paling parah secara persentase diderita saham PT Polaris Investama Tbk (PLAS) sebesar 87,68 persen.

Saham PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) bernasib sama dengan penurunan sebesar 74,00 persen diikuti PT Capitol Nusantara Tbk (CANI) yang turun 69,25 persen, saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) turun 66,46 persen, dan saham PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) turun 61,74 persen.

Saatnya menghitung ulang dan merencanakan lebih matang lagi. Memasuki paro kedua di tahun ini, bagi investor saham langsung maupun melalui reksa dana, ada kesempatan untuk menata ulang agar hasil investasi pada akhir tahun lebih signifikan.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved