www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Semakin Banyak Perusahaan Butuh Dana Investor Melalui Surat Utang

17-Jul-2017 10:12:11 WIB | Online | Share
Semakin Banyak Perusahaan Butuh Dana Investor Melalui Surat Utang

Investasiku.co.id – Aktivitas di pasar modal cukup dinamis pada sepanjang pekan kemarin. Pada pekan kedua Juli (10 Juli – 14 Juli) 2017 itu pasar saham cenderung sepi tapi penerbitan surat utang ramai terjadi dan menembus rekor tertinggi.

Secara year to date atau sejak awal tahun ini hingga 14 Juli Indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 10,10 persen. Sebesar itu lah secara rata-rata return atau keuntungan investasi di pasar saham sejauh ini.

Indonesia memang bukan yang terbaik tetapi tetap ada di jajaran bursa saham paling positif. Kenaikan tertinggi masih ditorehkan bursa saham India (20,3 persen) diikuti bursa saham Hong Kong (19,9 persen), bursa saham Korea Selatan (19,1 persen), bursa saham Filipina (15,2 persen), dan bursa saham Singapura (14,1 persen).

Khusus pada sepanjang pekan kemarin, pasar saham kurang begitu kencang lajunya. Sepanjang pekan itu secara kumulatif IHSG berhasil menguat sebesar 0,29 persen ke level 5.831,795 dibandingkan level 5.814,793 pada penutupan akhir pekan sebelumnya.

Kenaikan IHSG terjadi di tengah konsistensi investor asing melakukan capital outflow. Sebab pada seminggu itu investor asing mencatatkan penjualan bersih (foreign net sell) total sebesar Rp 3,060 triliun.

Rata-rata volume saham ditransaksikan secara harian di Bursa Efek Indonesia pada pekan itu sebanyak 7,841 miliar unit saham atau naik 29,646 persen jika dibandingkan minggu sebelumnya sejumlah 6,048 miliar unit saham. Sedangkan, rata-rata nilai transaksi saham harian sebesar Rp 5,050 triliun pada pekan kemarin atau turun 24,627 persen dibandingkan Rp 6,700 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi saham harian juga turun sebesar 14,577 persen menjadi 231.123 kali dibandingkan 270.563 kali.

Terdapat satu emiten pendatang baru yang mencatatkan sahamnya secara perdana di BEI pada pekan itu. Saham perusahaan itu adalah milik PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) yang sahamnya masuk papan pengembangan BEI sebagai emiten ke 20 pendatang baru di tahun ini.

Baca Lagi: Ini Perbedaan Papan Utama dengan Papan Pengembangan Saham

Surat Utang Rekor

Sementara pasar saham relatif sepi, aktivitas di pasar surat utang justru mengalami peningkatan. Terutama surat utang perusahaan atau biasa disebut obligasi korporasi (corporate bond).

Terdapat enam Obligasi dan satu Sukuk dicatatkan sekaligus pada hari yang sama, Senin (10/7). Terdiri atas obligasi milik PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I AKR Corporindo Tahap I Tahun 2017 dengan nilai nominal sebesar Rp1 triliun,

Kemudian Obligasi Berkelanjutan I Global Mediacom (BMTR) Tahap I Tahun 2017 (Obligasi) dengan nilai nominal sebesar Rp850 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Global Mediacom Tahap I Tahun 2017 (Sukuk Ijarah) dengan nilai nominal sebesar Rp250 miliar, Obligasi Berkelanjutan III Indomobil Finance Indonesia dengan tingkat bunga Tetap Tahap I Tahun 2017 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar, dan Obligasi I BRI Agro Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (AGRO) nilai nominal sebesar Rp500 miliar, serta penerbitan Obligasi IV Bank Lampung Tahun 2017 dengan nilai Rp610 miliar oleh PT Bank Pembangunan Lampung.

Dua hari berselang, geliat penerbitan Obligasi dan Sukuk berlanjut dengan pencatatan 8 Obligasi 2 Sukuk sekaligus, yaitu pada Rabu (12/7) Obligasi Berkelanjutan I BNI Tahap I Tahun 2017 dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mulai dicatatkan dengan nilai total nominal sebesar Rp3 triliun.

Cek : Mulai April Transaksi Surat Utang Sudah Elektronik

Lalu ada Obligasi Subordinasi Bank Capital III Tahun 2017 Dengan Tingkat Bunga Tetap yang diterbitkan oleh PT Bank Capital Indonesia Tbk dengan nilai total nominal sebesar Rp250 miliar, Obligasi Berkelanjutan II PLN Tahap I Tahun 2017 (Obligasi) dengan nilai total nominal sebesar Rp1,6 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II PLN Tahap I Tahun 2017 dengan nilai total nominal sebesar Rp400 miliar dan Obligasi I Bank Mandiri Taspen Pos Tahun 2017 dengan nilai total nominal sebesar Rp2 trilliun.

Selain itu, di hari yang sama, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017 senilai Rp266 miliar dan Obligasi Berkelanjutan II Bank Maybank Indonesia Tahap I Tahun 2017 senilai Rp835 miliar, serta Obligasi I CSUL Finance Tahun 2017 yang dicatatkan dengan nilai nominal Rp325 miliar diterbitkan oleh PT Chandra Sakti Utama Leasing.

Selain itu, PT Bank Victoria International Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bank Victoria Tahap I Tahun 2017 (Obligasi) dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Victoria Tahap I Tahun 2017 (Obligasi Subordinasi) dengan nilai nominal sebesar Rp300 miliar.

Berlanjut pada hari Kamis (13/07), Obligasi Berkelanjutan I Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2017 diterbitkan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan nilai nominal sebesar Rp3.569,5 miliar dan Obligasi Berkelanjutan II PNM Tahap I Tahun 2017 dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dengan nilai nominal sebesar Rp1,5 triliun.

Menutup rangkaian penerbitan obligasi minggu itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 dengan nominal total sebesar Rp5 triliun.

Maka rekap data pada periode pekan itu mencatatkan rekor emisi Obligasi di 2017 terutama dalam sepekan yaitu sebesar Rp22,81 triliun.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 (year to date) adalah sebanyak 55 Emisi dari 45 emiten sebesar Rp83,31 triliun. Dengan pencatatan itu maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat (outstanding) di BEI berjumlah 335 emisi dengan nilai nominal total sebesar Rp346,98 triliun dan USD67,5 juta, diterbitkan oleh 111 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp1.944,90 triliun dan USD200 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 8 emisi senilai Rp3,43 triliun.

Baca Juga : Produk ini Mengubah Aset Beku Menjadi Likuid

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, mengatakan target pencatatan surat utang pada sepanjang 2017 sebenarnya sama dengan pencapaian 2016. ”Perkiraan kami sama dengan 2016. Sekarang memang sedang banyak pencarian dana melalui surat utang oleh perusahaan,” ucapnya.

Pada sepanjang 2016, sebanyak 84 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 56 Perusahaan Tercatat dengan nilai Rp113,29 triliun dan USD47,50 juta, satu Exchange Traded Fund (ETF) senilai Rp6,3 miliar, dua emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp1,37 triliun, serta 220 seri Surat Berharga Negara (SBN) yang dicatatkan pada tahun lalu senilai Rp484,63 triliun dan USD200 juta.

Seperti itu gambaran pasar modal pada sepanjang pekan kemarin yang juga menjadi perayaan 25 tahun swastanisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang seremoninya dilaksanakan pada Kamis (13/7).

Simak Ini: Begini Pasar Modal Indonesia Sebelum Seaktif dan Sebesar Sekarang

Peristiwa tersebut ditandai dengan pembukaan perdagangan di Main Hall BEI oleh Komisaris Utama BEI periode 1996 – 1998, yang dilanjutkan dengan pemutaran video kilas balik sejarah berdirinya BEI serta pemotongan tumpeng dan ucapan rasa syukur di akhir acara.

Mengenal SRO di Pasar Modal

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved