www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Cerita Investasiku

Saran Dari Jack Ma Soal Persiapan Usia Senja

24-Apr-2017 21:28:05 WIB | Online | Share
Saran Dari Jack Ma Soal Persiapan Usia Senja

Investasiku.co.id – Pentingnya menyiapkan hari tua sejak dini juga sering disampaikan oleh Jack Ma. Pendiri Alibaba Group sekaligus salah satu orang terkaya asal Tiongkok itu sering mengingatkan generasi muda dalam banyak kesempatan agar kelak bisa menikmati hidup di usia senja.

Memang, Jack Ma kerap mengatakan pentingnya menyiapkan pensiun sejak usia muda itu bukan dalam rangka mengingatkan peran investasi. sesuai kapasitasnya, dia lebih banyak bicara hal tersebut dalam rangka memotivasi menjadi entrepreneur (wirausahawan) yang baik.

Tapi, tidak ada salahnya kita belajar dari pemilik kekayaan sebesar lebih dari Rp 300 triliun itu sebagai motivasi sekaligus pengingat diri. Supaya masa tua tidak kerepotan dari sisi finansial, tidak membebani keluarga dan orang lain.

Soal motivasi dari Jack Ma itu cukup mudah kita jumpai dari berbagai media dan literasi. Salah satunya lewat televise, saat dia berbicara kepada para generasi muda di Korea Selatan seperti disiarkan di stasiun tv, KBS1, belum lama ini.

”Dari usia 50 (tahun) ke 60 (tahun), pekerjakan anak muda. Karena anak muda bisa kerja lebih baik dari kamu. Setelah 60 tahun, spend time for yourself (nikmati waktu untuk diri sendiri). Nikmati sinar matahari di pantai, atau apa saja,” ujar pria kelahiran 10 September 1964, itu disambut tawa para peserta.

Dia tidak tiba-tiba mengatakan tentang usia senja. Sebelumnya, Jack Ma memotivasi para generasi muda untuk tidak takut membuat kesalahan pada usia muda. Kata dia, jangan pernah khawatir karena setiap kesalahan adalah modal berharga.

Sarannya, sebelum usia 20 tahun, belajar lah dengan tekun. Menjadi pelajar yang baik. Setelah lulus, bekerja lah kira-kira sampai usia 30 tahun.

Saran dari dia, sebaiknya bekerja di perusahaan kecil. Sebab jika bekerja di perusahaan besar kita hanya menjadi bagian dari “mesin besar” (big machine). ”Tapi kalau di perusahaan kecil kamu akan belajar passion, belajar bermimpi, belajar untuk bertindak,” tuturnya.

Setelah usia 30 tahun, Jack Ma menyarankan mulai lah ikuti jejak seseorang. Seorang wirausahawan yang baik tentunya. ”Good boss teach you differently,” tegasnya.

Pada hampir bersamaan, yaitu rentang usia 30 sampai 40 tahun, pikirkan mulai bekerja untuk diri sendiri kalau mau jadi entrepreneur. ”Usia 40 ke 50 tahun, lakukan pekerjaan itu dengan baik dan fokus. Jangan lompat lompat (bidang kerja/bisnis) lagi karena sudah terlambat. Mungkin bisa saja sukses tapi rasio ke kematian juga lebih besar. Jadi fokus dan tingkatkan kemampuan di situ,” paparnya.


Simak Juga : Kata Raisa, Mumpung Masih Muda Ambil Risiko Kecil Oke Lah

Godaan memang akan selalu ada. Kata dia, saat bisnis atau pekerjaan dijalani dan berhadapan dengan goncangan, saat itu lah sebenarnya sedang diuji.

”Jangan takut! Saat jatuh bangun lagi, jatuh lagi bangun lagi. Yang terpenting nikmati permainannya (enjoy the show). Jangan khawatir,” dia memotivasi.

Cuplikan pembicaraan Jack Ma itu memang benang merahnya terkait motivasi dalam berusaha. Tapi pada ujungnya dia mengajak bekerja keras sejak usia muda agar bisa melakukan banyak perubahan dan hasilnya dinikmati pada usia senja.

Baca : Ibarat Sedia Payung Sebelum Tua

Dikaitkan dengan situasi di sekitar kita di Indonesia, ilmu dari Jack Ma itu sangat relevan. Banyak benarnya dan bisa segera kita sikapi.

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hasil Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia pada 2016 menunjukkan indeks literasi keuangan dana pensiun sebesar 10,91 persen sementara indeks inklusi dana pensiun sebesar 4,66 persen.


Cek Ini : Begini Cara Pengelola Dana Pensiun Berinvestasi

Angka tersebut menunjukkan pemahaman masyarakat tentang program pensiun masih relatif rendah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2016, jumlah pekerja formal di Indonesia mencapai 50.207.787 pekerja, sedangkan pekerja informal mencapai 68.204.186 pekerja.

Sedangkan dari jumlah pekerja formal tersebut yang tercatat sebagai peserta program pensiun, baik yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, atau PT Asabri, per 31 Desember 2016 hanyalah sebanyak 17.812.224 peserta (pekerja).

Dengan begitu maka baru sekitar 21 persen pekerja formal yang telah terlindungi dengan program pensiun. ”Dana Pensiun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pensiun untuk menjaga kesinambungan penghasilan,” ucap Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Firdaus Djaelani, saat menghadiri Pension Day 2017 di Jakarta (20/04).


Baca : Begini Keuntungan Investasi Reksa Dana Pada 2016

Selain melalui lembaga resmi, sekarang menyiapkan dana pensiun secara mendiri sebenarnya sudah jauh lebih mudah untuk dilakukan. Pilih produk investasi jangka panjang apakah itu saham, reksa dana dengan berbagai jenisnya, atau lainnya.

Mendaftar untuk memiliki rekening investasi di pasar modal juga bukan merupakan hal sulit. Sudah bisa dilakukan secara online sehingga ada reksa dana online, bisa dipantau melalui aplikasi, dan cara mudah lainnya yang ditawarkan perusahaan sekuritas atau perusahaan manajer investasi.

Jadi, jangan tunggu sebelum benar-benar tua untuk menyiapkan masa pensiun bahagia.

Foto: LinkedIn

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved