www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Sanksi Suspensi Sebagai Salah Satu Upaya Perlindungan Investor

31-Jul-2017 22:16:56 WIB | Online | Share
Sanksi Suspensi Sebagai Salah Satu Upaya Perlindungan Investor

Investasiku.co.id – Penghentian aktivitas perdagangan efek (suspensi) merupakan salah satu bentuk perlindungan kepada investor di pasar modal. Saham dari perusahaan tercatat (emiten) yang terkena pembekuan aktivitas secara sementara itu hampir pasti memang sedang ada persoalan tertentu sehingga pelaku pasar bisa waspada.

Di pasar saham Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan selalu mengumumkan kepada public melalui situs resminya jika ada saham yang terkena suspensi. Jangan kan itu, saham yang baru kena radar pantau regulator itu saja akan diumumkan sebagai saham yang masuk kategori Unusual Market Activity (UMA).

Terkait suspensi, kita ambil contoh hari ini (31/07). BEI mengumumkan melakukan suspensi kepada 16 saham emiten sekaligus. Persoalan utamanya adalah karena seluruhnya tidak disiplin dalam menyampaikan laporan keuangan kepada publik.

Baca juga : Antara Emiten Berkinerja Positif dan Perusahaan Belum Disiplin

”Berdasarkan pemantauan kami, hingga tanggal 29 Juli 2017 terdapat 16 Perusahaan Tercatat yang belum menyampaikan Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2017 dan atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan tersebut,” Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam pengumuman resminya.

Sebanyak 16 perusahaan tidak disiplin itu terdiri atas PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA), PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CPGT), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN), PT Steady Safe Tbk (SAFE), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA), PT Skybee Tbk (SKYB), PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI), dan PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA).

Sebagian besar saham-saham perusahaan lambat itu sudah mulai disuspensi sejak perdagangan 31 Juli 2017. Sebagian lainnya bahkan ada yang sudah sejak tahun lalu dan bahkan ada yang sejak 23 Februari 2014.

Padahal, menurut aturan bursa, saham yang sudah disuspensi selama dua tahun berturut-turut tanpa menunjukkan perkembangan dan upaya perbaikan maka BEI berhak melakukan delisting paksa. Yaitu menendang status sahamnya dari pencatatan bursa.

Simak Lagi : Cermati Cara Pilih Saham untuk Ditabung Secara Jangka Panjang

BEI menindak perusahaan-perusahaan itu berlandaskan pada ketentuan II.6.3 Peraturan Nomor I-H Tentang Sanksi. Bursa telah memberikan Peringatan Tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150 juta kepada Perusahaan Tercatat yang terlambat menyampaikan Laporan Keuangan dan atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan dimaksud.

Mengacu pada ketentuan II.6.4 Peraturan Nomor I-H Tentang Sanksi, Bursa melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke 91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan, perusahaan tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan dan atau perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kwajiban membayar denda sebagaimana dimaksud.

Definisi Suspensi

Merujuk pada ragam literasi, suspensi saham bisa didefinisikan sebagai penghentian sementara perdagangan efek termasuk saham di bursa. Penyebabnya mayoritas memang karena keputusan bursa akibat ada ketentuan yang dilanggar.

Tetapi suspensi juga bisa dilakukan oleh bursa atas dasar permintaan dari pemilik saham yaitu emitennya. Misalnya dalam rangka aksi korporasi tertentu dengan tujuan dalam rangka perlindungan kepada investor.

Baca Ini : Aman, Aset di Pasar Modal Dilindungi

Foto : Artslant

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved