www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Sampai Awal Juni Investasi di Produk Reksa Dana Masih Positif

12-Jun-2017 14:39:48 WIB | Online | Share
Sampai Awal Juni Investasi di Produk Reksa Dana Masih Positif

Investasiku.co.id – Boleh dibilang, fenomena Sell on May and Go Away di pasar Reksa Dana tidak terjadi sepanjang bulan lalu. Meskipun tipis, dana kelolaan di salah satu produk investasi paling populer di pasar modal itu tetap tumbuh pada Mei 2017.

Data Infovesta mencatat, sepanjang bulan Mei, industri reksa dana mencatatkan kenaikan dana kelolaan meskipun tipis. Dana kelolaan industri reksa dana tercatat naik menjadi Rp 362,14 triliun dalam kurun satu bulan itu atau terjadi kenaikan sebesar 0,57 persen dibandingkan posisi April 2017.

Penghitungan kenaikan sebesar 0,57 persen itu tidak termasuk jenis reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan reksa dana dalam denominasi Dollar Amerika Serikat (USD).

Pertumbuhan dana kelolaan tersebut ditopang oleh kenaikan Asset Under Management pada mayoritas jenis reksa dana, khususnya reksa dana terproteksi, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang dan reksa dana indeks.

Baca : NAB dalam Reksa Dana

Memang, pertumbuhan dana kelolaan pada Mei 2017 itu merupakan yang terendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya sejak awal tahun ini. Pada Maret, misalnya, dana kelolaan industri reksa dana tumbuh 2,18 persen dan sebesar 1,91 persen pertumbuhan pada April.

Dari analisa Infovesta, bisa jadi, menyusutnya jumlah unit penyertaan reksa dana menjadi salah satu penyebab utama relatif kecilnya kenaikan dana kelolaan pada bulan Mei 2017. Unit penyertaan reksa dana di luar reksa dana jenis penyertaan terbatas dan denominasi USD memang tercatat turun 1,1 persen pada Mei 2017 dibandingkan April 2017.

Bisa saja, meskipun fenomena Sell on May and Go Away tidak terjadi signifikan, pelaku pasar tetap banyak yang melakukan penarikan sebagian aset untuk berbagai kebutuhan. Akhir bulan ini, kita akan merayakan hari raya Idul Fitri kemudian dilanjutkan tahun ajaran baru di sekolah sehingga sebagian masyarakat butuh tambahan biaya.

Baca Lagi: Ayo Pahami Reksa Dana Lagi Mumpung Indonesia Layak Investasi

Dari sisi kinerja secara rata-rata, produk investasi reksa dana secara year to date sejak awal tahun ini sampai 9 Juni 2017 masih positif. Produk reksa dana unggulan secara rata-rata yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana pendapatan tetap tumbuh lebih dari 3 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicatatkan indeks reksa dana pendapatan tetap (IRDPT) yang naik 3,87 persen diikuti indeks reksa dana campuran (IRDCP) yang naik 3,80 persen, dan indeks reksa dana saham (IRDSH) yang naik 3,25 persen. Sedangkan indeks reksa dana pasar uang (IRDPU) naik 1,31 persen.

Secara umum, return produk reksa dana kalah positif dibandingkan indeks acuan (benchmark)nya. Buktinya, IRDSH yang tumbuh 3,25 persen itu hanya separo dari pertumbuhan Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang pada periode sama berhasil naik 6,74 persen.

Begitu juga IRDCP yang tumbuh 3,80 persen itu kalah tinggi dibandingkan indeks acuannya yang memerhitungkan 50 persen IHSG dan 50 persen indeks surat utang negara yang tercatat tumbuh 5,31 persen pada periode sama.

IRDPU juga bernasib sama. Indeks acuannya yaitu LPS berhasil tumbuh 1,35 persen. Beruntung bagi IRDPT karena berhasil tumbuh di atas indeks acuannya yang tumbuh 3,02 persen pada periode sama. Indeks acuannya itu 50 persen adalah indeks surat utang negara dan 50 persennya lagi adalah indeks obligasi korporasi.

Tapi, sekali lagi, indeks reksa dana pun sebenarnya merupakan acuan. Kumpulan dari beragam kinerja reksa dana yang ada di Indonesia dan dihitung berdasarkan jenisnya. Sama seperti IHSG. Tapi jika dilihat per produk, tidak sedikit produk reksa dana yang sudah tumbuh ratusan persen.

Setidaknya, dengan masih positifnya indeks reksa dana acuan maka jumlah produk reksa dana yang mencatatkan kenaikan masih lebih tinggi dibandingkan dengan produk reksa dana yang kurang tenaga.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved