www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Sambil Lebaran, Saling Ingatkan Lagi Tentang Cerdas Berinvestasi

22-Jun-2017 11:12:47 WIB | Online | Share
Sambil Lebaran, Saling Ingatkan Lagi Tentang Cerdas Berinvestasi

Investasiku.co.id – Mumpung dalam rangka mendekati hari raya Idul Fitri, ketemu banyak saudara dan kerabat, ada baiknya saling mengingatkan pentingnya berinvestasi. Tidak kalah penting, berbagi informasi dan waspada masih banyak tawaran menggiurkan dari produk investasi bodong.

Produk investasi menipu yang ditawarkan pihak tidak bertanggungjawab itu nyatanya masih terjadi sampai saat ini. Seolah tak pernah berhenti. Sejalan dengan itu pula regulator terutama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus terus mengawasi.

Terbaru, pada Rabu (21/06) kemarin Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi alias Satgas Waspada Investasi mengumumkan telah menindak tegas tiga perusahaan terkait investasi bermasalah.

Tim itu melakukan penghentian kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan tiga entitas yang terdiri atas:

1. SMC Profit

2. PT Smart Global Indotama

3. PT Miracle Bangun Indo.

”Ini merupakan bentuk tindakan pencegahan dan penanganan terhadap kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin, sehingga menjelang Lebaran ini masyarakat terhindar dari investasi yang bisa merugikan,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing.

Menurut Tongam, penghentian kegiatan usaha ketiga entitas itu dilakukan sampai dengan entitas tersebut memeroleh izin dari Otoritas yang berwenang. Proses meraih izin itu memang penting untuk dilakukan supaya bisa diketahui dengan jelas para pihak yang bertanggungjawab di dalamnya, skemanya seperti apa, sampai kekuatan modalnya.

Baca Lagi : Charles Ponzi dan Skema Menipu ala Produk Investasi Palsu

Sebelumnya, kata Tongam, Satgas Waspada Investasi telah mengundang SMC Profit, PT Smart Global Indotama, dan PT Miracle Bangun Indo, namun entitas tersebut tidak hadir dalam undangan tersebut tanpa alasan.

Kemudian setelah melakukan penyelidikan terhadap kegiatan usaha ketiga entitas tersebut dengan berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku, Satgas Waspada Investasi menyatakan bahwa ketiga entitas tersebut harus menghentikan kegiatan usahanya.

Dengan tambahan tiga entitas itu, Satgas Waspada Investasi sejak Januari 2017 telah menghentikan kegiatan usaha 32 entitas. Besar kemungkinan para pelaku sejenis, dengan aneka tawaran hasil investasi yang umumnya menggiurkan, masih bergerak leluasa di tengah lingkungan kita.

Simak Juga : Hati Hati Perangkap Imbal Hasil Tinggi Investasi Palsu

Maka penting untuk semakin memahami investasi yang baik dan legal untuk membantu kita menata masa depan. Dengan begitu kita bisa melindungi diri dari jeratan investasi palsu dan menipu yang bukannya menghasilkan untung malah buntung.

Selain sebagai perlindungan diri, pahami investasi legal dan hindari investasi palsu juga penting untuk lingkungan keluarga dan sekitar kita. Terlebih di musim libur hari raya Idul Fitri saat ini. Bukan tidak mungkin, mereka para pelaku investasi ilegal, yang memang menyadari dan mengetahui banyak masyarakat sedang pegang uang lebih, menjadi sasaran empuk.

Supaya lebaran tetap nikmat dan tidak berubah menjadi musibah, yuk pahami lagi produk investasi dan pentingnya berinvestasi untuk masa depan. Saling mengingatkan dan jangan ragu laporkan kepada pihak berwenang jika melihat ada indikasi praktik investasi bodong.

Tips sederhana dari Satgas Waspada Investasi agar masyarakat terhindar dari jeratan investasi menipu itu seperti ini:

1. Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
2. Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
3. Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Foto : Kiplinger

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved