www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Risiko Investasi Saham; Penyebab Dilusi Kepemilikan

29-Oct-2017 02:52:17 WIB | Online | Share
Risiko Investasi Saham; Penyebab Dilusi Kepemilikan

Investasiku.co.id – Seperti investasi lainnya, investasi di pasar saham juga mengandung beberapa risiko. Salah satunya risiko dilusi sebagai dampak aksi korporasi terutama dalam rangka penambahan modal melalui penerbitan saham baru.

Efek dilusi di pasar saham secara umum diartikan penurunan porsi kepemilikan pemegang saham. Seperti disebut sebelumnya, sebagai dampak dari penerbitan saham baru. Dampak ini penting untuk dipahami investor.

Penerbitan saham baru apa saja yang bisa mengakibatkan dampak dilusi?

Right Issue

Penerbitan saham baru dalam rangka menambah modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau biasa disebut right issue bisa mengakibatkan terjadinya dilusi. Dampak terdilusi terjadi jika pemegang saham perusahaan yang melakukan aksi korporasi itu tidak mengeksekusi (menyerap) haknya atas saham baru diterbitkan.

Baca: Pahami Efek Dilusi Right Issue

Payung hukum pelaksanaan right issue adalah Peraturan Bapepam LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK) nomor IX.D.1 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Pelaksanaannya harus didahului izin kepada regulator dan meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jadi jangan khawatir, sebelum terlaksana, informasinya akan disebar sehingga masing-masing investor bisa memertimbangkan rencana atau keputusannya.

Saham ESOP dan MSOP

Penerbitan saham baru oleh perusahaan untuk para karyawan atau manajemennya melalui Employee Stock Ownership Plan (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP) juga bisa berdampak dilusi. Sebab perusahaan mengeluarkan saham baru sehingga jumlah saham beredar akan bertambah.

Memang, kepemilikan investor yang sudah menggenggam saham perusahaan dimaksud tidak berkurang. Jumlahnya tetap sama. Hanya persentasenya saja yang akan berkurang.

Waran dan Konversi

Perubahan dari Waran menjadi saham juga akan membuat saham beredar bertambah. Sama seperti aksi korporasi lainnya seperti right issue dan ESOP/MSOP, aksi ini juga berpotensi menciptakan efek dilusi.

Begitu juga dengan konversi, misalnya Obligasi Wajib Konversi (OWK). Saat OWK terlaksana maka surat utang dikonversi menjadi saham sehingga jumlah sahamnya bertambah.

Secara umum dari aksi korporasi itu lah potensi dilusi terbuka.

Seluruh risiko itu bisa dihindari. Untuk right issue, misalnya, bisa memilih apakah apakah akan ikut serta menggunakan hak-nya agar tidak terkena dampak dilusi atau memutuskan sebaliknya, jual kepemilikan di saham dimaksud.

Semua perencanaan bisa dilakukan karena informasi dari perusahaan publik (terbuka/Tbk) kepada para pemegang saham wajib dilaksanakan.

Foto: Youtube/repro

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved