www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Reksa Dana Saham Juara Semester Pertama

4-Jul-2017 17:21:02 WIB | Online | Share
Reksa Dana Saham Juara Semester Pertama

Investasiku.co.id – Sepanjang semester pertama 2017 mayoritas produk reksa dana berhasil mencatatkan kinerja positif. Ada satu produk reksa dana saham bahkan berhasil memberikan keuntungan sebesar 58,514 persen pada separo pertama di tahun ini.

Data Infovesta mencatat rata-rata produk reksa dana dari setiap jenisnya berhasil menguat sepanjang Januari – Juni 2017. Kinerja tertinggi secara rata-rata diraih reksa dana obligasi pemerintah tercermin dari indeks reksa dana obligasi negara (Infovesta Government Bond Index) yang naik 6,07 persen pada periode itu.

Tertinggi kedua diraih reksa dana saham yang indeksnya (Infovesta Equity Fund Index) berhasil naik sebesar 5,85 persen. Tapi pertumbuhan itu hanya separo dari pertumbuhan indeks acuannya yaitu Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang pada sepanjang semester pertama berhasil naik sebesar 10,06 persen.

Reksa dana pendapatan tetap (Infovesta Fixed Income Fund Index) naik sebesar 5,69 persen diikuti reksa dana campuran (Infovesta Balanced Fund Index) yang naik sebesar 5,62 persen. Sedangkan reksa dana obligasi korporasi (Infovesta Corporate Bond Index) naik sebesar 3,90 persen dan reksa dana pasar uang secara rata-rata melalui Infovesta Money Market Fund naik 2,26 persen.

Jika dilihat per produk, reksa dana saham paling unggul. Salah satu produk reksa dana saham bahkan ada yang menguat sebesar 58,514 persen pada sepanjang enam bulan awal tahun ini. Dari total 211 produk reksa dana saham yang masuk dalam penghitungan indeks dimaksud, mayoritas atau sebanyak 185 produk di antaranya mencatatkan kinerja positif. Sisanya negatif alias minus.

Pada produk reksa dana campuran, kinerja tertinggi tercatat naik sebesar 18,726 persen pada periode itu. Sedangkan di kelompok produk reksa dana pendapatan tetap, paling tinggi mencatatkan kenaikan sebesar 12,328 persen.

Sementara di produk reksa dana pasar uang kenaikan tertinggi diraih salah satu produk dengan kenaikan sebesar 3,857 persen.

Maka jika dihitung secara rata-rata maupun per sample produk, reksa dana saham mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Sejalan dengan kinerja pasar saham Indonesia yang secara umum juga positif pada semester pertama tahun ini.

Baca Lagi: Setengah Tahun Harga Saham Naik 1.314 Persen!

”Indeks harga saham gabungan (IHSG) kan tembus ke (level psikologis) 5.900. IHSG bisa naik bisa turun. Artinya apa? Pasar menilai negara kita Indonesia ini memiliki prospek yang bagus untuk berinvestasi. Artinya kita mendapatkan kepercayaan bahwa eknomi kita dari sisi persepsi itu baik,” ucap presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja sekaligus berdiskusi dengan pelaku industri pasar modal dan emiten di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (04/07).

Terbukti, kata Jokowi, dari angka yang dia dapatkan. arus uang masuk (capital inflow) selama satu tahun pada 2016 sebesar Rp 126 triliun ke pasar modal, termasuk pasar saham. Sementara di tahun ini, sampai semester pertama saja sudah mencapai Rp 124 triliun.

”Baru setengah tahun sudah Rp 124 triliun, padahal tahun kemarin satu tahun itu hanya Rp 126 triliun. Ini artinya apa? Ada arus uang masuk yang banyak ke negara kita Indonesia. Ini kepercayaan, ini momentum yang tadi saya sampaikan, bursa (pasar modal) harus betul-betul dimanfaatkan, dijaga, sehingga memberikan manfaat kepada negara kita,” pintanya.

Simak Juga : Jadi Investor Aktif Yuk Bantu Kurangi Ketergantungan Kepada Investor Asing

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan dari makro ekonomi, angka inflasi pada tahun ini lebih terjaga. ”Seperti saya sebutkan inflasi selama ini, sumber-sumbernya yang diwakilkan adalah dari harga pangan kemudian dari harga-harga yang diatur pemerintah. Lalu ada inflasi inti. Kalau kita lihat dari harga pangan, alhamdulillah sampai sekarang stabil dan diharapkan stabil sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Untuk harga-harga yang diatur pemerintah administer price itu pemerintah sudah memutuskan melalui bapak presiden bahwa untuk listrik 900 VA mengalami penyesuaian namun BBM dan LPG tidak melakukan perubahan. ”Jadi kita harapkan bahwa itu akan memberikan stabilitas terhadap apa yang disebut faktor inflasi yang berasal dari harga-harga yang diatur oleh pemerintah,” Sri Mulyani menuturkan.

Untuk faktor inflasi yang berasal dari inflasi inti (core inflation), kata dia, Bank Indonesia (BI) melalukan kebijakan moneternya agar bisa menjaga supaya keseimbangan dan stabilitas harga bisa tercapai dan termasuk dalam hal ini adalah dari nilai tukar. ”Bisa saja berasal dari imported inflation. Dengan koordinasi kebijakan ini kita harap inflasi akan tetap terjaga sampai akhir tahun,” terusnya.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved