www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Reksa Dana Pasar Uang Laris Manis Seiring Penguatan Rupiah

17-Apr-2017 14:29:51 WIB | Online | Share
Reksa Dana Pasar Uang Laris Manis Seiring Penguatan Rupiah

Investasiku.co.id – Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) sedang menjadi primadona. Wajar saja, dalam sebulan terakhir nilai tukar Rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Jangan lupa pantau portofolio reksa dana online melalui aplikasi.

Sepanjang Maret 2017, nilai Asset Under Management (AUM) untuk reksa dana denominasi Rupiah memang mengalami kenaikan. Artinya, jumlah pembelian produk investasi reksa dana meningkat.

Namun, data Infovesta, mencatat peningkatan AUM terbesar dicatat oleh RDPU yang bertambah sebesar Rp 2,9 triliun. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya subscription (pembelian) yang dilakukan oleh investor.


Baca : NAB Dalam Reksa Dana

Sebaliknya, pada reksa dana saham (RDSH) dan reksa dana campuran (RDCP), banyak investor melakukan redemption (penarikan). Terlihat dari jumlah unit penyertaan yang lebih sedikit dibandingkan bulan Februari.

Meski begitu, nilai AUM kedua reksa dana paling populer itu meningkat sebesar Rp 444,8 miliar untuk RDSH dan dan RP 845,05 miliar untuk RDCP.

Sepanjang pekan lalu (6 April – 13 April), kinerja indeks RDPU terbukti menjadi salah satu yang paling positif. Indeks RDPU naik 0,09 persen dalam sepekan bersama Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap (IRDPT) yang menguat 0,11 persen pada pekan itu.

Sebaliknya Indeks RDSH dan indeks RDCP yang mencerminkan kinerja reksa dana jenis tersebut berakhir negatif pada pekan itu. Indeks RDCP turun 0,29 persen dan Indeks RDSH turun 1,00 persen.

Indeks RDSH turun seiring penurunan indeks acuan untuk produk saham yaitu Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun 0,65 persen pada pekan lalu. Infovesta Government Bond Index (IGBI) juga turun 0,01 persen.


Simak : Reksa Dana Saham Naik Kencang Saat IHSG Pecah Rekor

Sementara itu jika dilihat secara year to date atau kumulatif sejak awal tahun ini sampai 13 April 2017, rata-rata kinerja indeks reksa dana positif. Indeks RDPT juara dengan kenaikan 4,18 persen pada periode itu diikuti indeks RDCP yang naik 3,85 persen, indeks RDSH dengan kenaikan sebesar 2,83 persen, dan indeks RDPU naik 1,39 persen.

Terkait sedang positifnya RDPU, tidak lepas dari sedang menguatnya nilai tukar Rupiah terutama terhadap USD. Data Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan Rupiah sebesar 0,5 persen dari level 13.403 per USD pada 16 Maret 2017 menjadi 13.330 per USD pada 13 April 2017.

Pada hari ini bahkan potensinya menguat lagi. Kurs tengah BI mencatat sampai siang pada 17 April 2017 ini nilai tukar Rupiah di level 13.255 per USD.

Beberapa faktor membuat Rupiah menguat terhadap USD. Antara lain terkait pernyataan otoritas di AS bahwa Indeks dollar melemah setelah presiden Donald Trump mengatakan bahwa dollar saat ini terlalu tinggi dan menarik kembali pernyataan bahwa Tiongkok adalah manipulator mata uang.


Cek Juga : Begini Keuntungan Investasi Reksa Dana Pada 2016

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved