www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Reksa Dana, Dulu dan Sekarang

5-Aug-2017 23:03:13 WIB | Online | Share
Reksa Dana, Dulu dan Sekarang

Investasiku.co.id – Reksa dana bukan lagi produk investasi yang asing bagi sebagian besar masyarakat dunia, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Demikian pula di Indonesia.

Kini, produk reksa dana sudah menjadi pilihan utama mulai dari pemilik modal besar sampai kelas recehan.

Namun, siapa sangka jika keberadaan reksa dana sudah menempuh perjalanan sangat panjang. Reksa dana mulai mencuri perhatian yang luas dari masyarakat pada era 80-an dan 90-an setelah mencatatkan keuntungan luar biasa.

Mengutip tulisan James E. McWhinney dalam investopedia.com, para ahli sejarah punya cerita berbeda-beda mengenai asal muasal reksa dana.

Sebagian meyakini reksa dana kali pertama diterbitkan dalam bentuk reksa dana tertutup (closed-end investment company) di Belanda pada tahun 1822 oleh Raja William I. Melalui produk ini masyarakat membeli saham perusahaan investasi yang diperdagangkan di bursa dengan jumlah uang tertentu.

Namun, ada pula ahi sejarah lain yang menyebutkan reksa dana kali pertama dirilis oleh seorang pedagang bernama Adriaan van Ketwich pada tahun 1774. Reksa dana ini bernama Eendragt Maakt Magt yang berarti "persatuan menciptakan kekuatan".

Langkah Ketwitch inilah yang mengilhami Raja William untuk menerbitkan produk reksa dana 48 tahun kemudian.

Sejak saat itu, reksa dana lain mulai bermunculan, seperti di Swiss tahun 1849 dan instrumen sejenis yang muncul di Skotlandia pada tahun 1880. Pada masa-masa tersebut reksa dana bersifat closed-end.

Artinya, penerbit reksa dana tidak berkewajiban membeli kembali reksa dana yang telah dijualnya. Pembeli reksa dana hanya dapat menjual produk yang dimilikinya kepada investor lain.

Evolusi di Indonesia

Di Indonesia, reksa dana kali pertama muncul saat pemerintah mendirikan PT Danareksa pada tahun 1976. Pada waktu itu PT Danareksa menerbitkan reksa dana bernama sertifikat Danareksa.

Pada tahun 1995, pemerintah menerbitkan peraturan tentang pasar modal yang mencakup pula peraturan mengenai reksa dana melalui Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.

Keberadaan aturan tersebut menjadi momentum kelahiran reksa dana di Indonesia yang diawali penerbitan reksa dana tertutup oleh PT BDNI Reksa Dana.

Kini, reksa dana di Indonesia sudah menjadi produk yang menampung dana masyarakat ratusan triliun rupiah. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan hingga minggu ketiga Juli 2017, jumlah produk reksa dana di Indonesia mencapai 1.580 dengan nilai aktiva bersih Rp 385,79 trilliun.

Sudah 40 tahun sejak diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Begini gambaran produk investasi reksa dana semakin tumbuh di Indonesia.

Tentu saja, pencapaian ini sangat menggembirakan. Fakta tersebut juga mencerminkan bahwa minat masyarakat menempatkan dananya di produk reksa dana semakin besar. Apalagi, pilihan produk saat ini sudah sangat banyak.

Tak cuma itu, manajer investasi (MI) yang mengelola dana masyarakat pun sangat beragam. Masyarakat yang masih awam investasi sekarang tak perlu khawatir menempatkan dananya di reksa dana.

Apa saja jenis reksa dana yang ada di Indonesia? Kenali lagi produk investasi reksa dana di sini.

Belum lagi kemudahan dalam bertransaksi. Saat ini sudah banyak manajer investasi yang menyiapkan berbagai platform digital dengan segala kemudahan yang diberikan. Jadi, tunggu apalagi, yuk berinvestasi di reksa dana.

Sebab Investasi di pasar modal bisa jadi salah satu tumpuan harapan kemakmuran bagi masyarakat,

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved