www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Cerita Investasiku

Rahasia Ellen May Berinvestasi Saham

9-Jun-2016 15:20:36 WIB | Online | Share
Rahasia Ellen May Berinvestasi Saham

Sebagai ibu rumah tangga, Ellen May kini sukses menjadi trader saham dan menjadi referensi banyak investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Twitternya di @pakarsaham memiliki ratusan ribu pengikut dan bukunya “Smart Traders not Gamblers ludes terjual.

Bagaimana strategi Ellen menjadi trader sukses? Wanita kelahiran Solo 20 Mei 1983 ini berkisah, ketika 9 tahun lalu mulai berinvestasi saham, dia sesungguhnya hanya mencari aktivitas sampingan. Maklum, keluarga membuatnya memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Ellen pun tak pernah menjalani pekerjaan formal.

Modal awal Ellen untuk mulai berinvestasi saham tergolong besar, sekitar Rp 200 juta. “Untuk pemula modal itu sangat besar sehingga terlihat emosional. Padahal sebetulnya investasi saham mulai Rp 1 juta juga bisa,” katanya.

Dua tahun pertama menjadi trader, Ellen mulai berbunga-bunga. Pasar saham bullish dan dia memetik buah manis sebagai investor pemula. ”Belakangan saya sadari dua tahun pertama itu belum rapi. Keuntungan cukup banyak karena pasar bullish sehingga saya terlalu percaya diri dan euphoria. Saya terlalu pede, merasa pintar,” kenangnya.

Sampai akhirnya badai krisis 2008 datang dan portofolio investasinya tergerus sampai 40 persen. Itu terjadi setelah kepercayaan dirinya tinggi sehingga berani menyuntik dana modal lagi sebelum musibah itu terjadi. Ellen kaget dan emosi sampai akhirnya berhenti trading selama 4 bulan.

Salah satu sektor saham yang menggerus mentalnya saat itu dari pertambangan. Terutama PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Tapi kerugian besar itu tak membuat Ellen berhenti. Dia justru mundur selangkah agar bisa maju banyak langkah. Caranya dengan belajar. Mempelajari banyak buku saham dari luar negeri, termasuk mengikuti berbagai pelatihan saham yang banyak digelar para ahli saham di Indonesia.

”Dari banyak buku yang saya baca pada intinya trading saham bukan terletak pada strategi saja tetapi juga pada money management dan psikologi trading,” terangnya.

Buku psikologi trading dan money management di Indonesia, menurutnya, sangat sedikit dan sulit ditemui. Atas dasar itu seiring berjalannya waktu dan kembali sukses investasi di pasar saham dia mulai menulis buku sehingga lahir buku berjudul Smart Traders not Gamblers sudah dicetak edisi perdana dan edisi revisi.

Lebih dari itu dia juga rajin memberikan banyak pelajaran tentang dunia saham dan memberikan banyak rekomendasi setiap hari di jejaring media mulai dari Facebook sampai Twitter dengan akun @pakarsaham miliknya. Followernya mencapai lebih dari dua ratus ribu orang.

”Belajar dari pengalaman saya terkena krisis kemudian saya bisa sampai sekarang itu istilahnya saya sempat nadzar. Kalau sukses saya harus berbagi dengan orang lain bagaimana caranya. Maka saya tulis buku dan kebetulan ada media sosial lainnya,” terangnya.

Ellen termasuk investor jangka menengah. Dia bukan tipikal jangka panjang juga bukan trader harian yang setiap hari melotot di depan monitor. Ibu dua anak itu mengatakan, dirinya trading positioning. ”Alangkah baiknya beri kesempatan untuk perusahaan berkembang. Jangka waktu sekitar 5 sampai 9 bulan idealnya. Tapi kadang-kadang saya juga profit taking biasanya kalau sudah jangka pendek sahamnya naik minimal 20 persen,” ucapnya.

Ellen tidak mungkin melakukan trading jangka pendek, karena tetap harus melaksanakan kewajiban sebagai ibu rumah tangga dan istri bagi suaminya, David. Alumnus jurusan IT di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, itu harus tetap menyiapkan kebutuhan anak, mulai urusan antar jemput sekolah hingga mendampingi proses belajarnya.

Berkat keberhasilannya menjadi investor saham, Ellen kini banyak terlibat dalam berbagai pelatihan saham di berbagai daerah. Sebagai pemateri, dia terus membagi pengalamannya kepada para calon investor ataupun investor baru untuk bisa sukses berinvestasi saham.

“Untuk menjadi investor yang baik, kuncinya adalah disiplin,” tegasnya.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved