www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Prinsip dan Karakter Investor Penentu Kesuksesan Berinvestasi

22-Sep-2017 14:19:13 WIB | Online | Share
Prinsip dan Karakter Investor Penentu Kesuksesan Berinvestasi

Investasiku.co.id – Pernah dengar ungkapan ‘Investasi memang mengandung risiko tapi lebih berisiko jika tidak berinvestasi’ seperti itu? Prinsip dan karakter seseorang memang jadi salah satu kunci sukses utama dalam berinvestasi.

Pada beberapa artikel sebelumnya sudah dibahas tentang ragam jenis produk investasi dengan karakteristiknya masing-masing. Misalnya, saham dengan karakter high risk high return-nya. Cocok untuk seseorang yang punya kepribadian agresif.

Reksa dana saham meski kadarnya berkurang juga tetap lebih cocok untuk karakteristik agresif. Untuk seseorang dengan karakteristik lebih “main aman” disarankan di Surat Utang Negara (SUN) atau reksa dana pendapatan tetap (RDPT).

Soal prinsip sudah banyak di singgung oleh para suhu terutama lebih banyak kita dengar dari Warren Buffet yang memberikan banyak inspirasi.

Secara umum di pasar global, prinsip dan karakteristik dalam berinvestasi dirangkum menjadi beberapa poin utama:

Investor Berpengetahuan Tentang Investasi

Persis seperti dibilang Warren Buffet, jangan pernah berinvestasi pada satu hal yang kita tidak tahu. Terlalu berjudi lah istilahnya.

Sebaliknya, dengan pengetahuan, kita bisa melakukan segala sesuatu dengan lebih baik. Termasuk ketika berinvestasi.

Ketahui lah ketika kita berinvestasi, uang yang kita tanamkan itu ke mana, digunakan untuk apa, dan seperti apa saja risikonya.

Mengetahui dampak dari situasi lain seperti perekonomian, perubahan industri, kebijakan baru, dan lainnya terhadap investasi kita juga penting.

Baca juga: Bukan Cuma Inflasi Alasan Kenapa Harus Investasi

Menentukan Tujuan

Sebisa mungkin hindari investasi tanpa tujuan yang jelas. Ada istilah, gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan.

Bagaimana mungkin kita bisa mengukur sukses atau tidaknya investasi kalau tidak ada perencanaan di awal. Rencanakan lah mulai dari jangka waktu, tujuan penggunaan uang hasil investasi kelak, dan bisa diketahui produk investasi apa yang paling cocok untuk mencapainya.

Dengan perencanaan yang baik, termasuk pola penganggaran dana investasinya, kita bisa lakukan evaluasi periodik. Misalnya, setiap pertengahan tahun atau setiap akhir tahun dilakukan peninjauan kembali atas performa portofolio investasi kita.

Tepat Mengambil Keputusan

Modal pengetahuan dan tujuan semestinya membuat seorang investor bisa mengambil keputusan secara tepat. Tepat dalam mengambil momen dan tepat dalam memilih produk investasi.

Kuncinya adalah terbuka terhadap informasi. Jangan lupa untuk konfirmasi dengan melakukan perbandingan berbagai informasi sejenis, dipelajari, dan dianalisa dampaknya. Bukan hal yang rumit, yang terpenting rajin saja.

Investor punya kemampuan seperti ini adalah seseorang yang open mind. Perlu diingat bahwa situasi terus berubah. Pola bisnis terus bergeser dan dampaknya terhadap portofolio investasi juga terjadi.

Sabar

Punya kadar kesabaran yang tinggi memang nggak ada ruginya. Termasuk juga saat berinvestasi.

Harta atau aset yang bertambah karena diraih dengan penuh kesabaran jauh lebih berkualitas dibandingkan instan. Kuncinya, asal masih sesuai dengan rencana dan tujuan, sudah cukup untuk konsisten dalam berinvestasi seperti di awal.

Kadang pasar memang bergerak fluktuatif. Saat turun jangan panik dan saat naik jangan euphoria berlebihan. Peluang yang menawarkan keuntungan jauh lebih besar pada kondisi pasar naik memang menggiurkan tapi bisa jadi sebenarnya malah menjerumuskan.

Menghindari Risiko

Kalau mampu bersabar sebenarnya lebih dari separo risiko sudah terhindarkan. Prinsipnya, kenali diri sendiri. Seperti apa karakter sejati yang ada dalam diri.

Jangan memaksakan untuk melangkah terlalu lebar padahal sebenarnya di luar dari rencana.

Menghindari risiko adalah rangkuman dari kemampuan dalam hal pengetahuan, punya perencanaan yang matang, mampu bersabar, dan ambil keputusan secara tepat. Balik lagi, hindari “berjudi” dalam memutuskan untuk berakselerasi pada investasi.

Foto: askmyoracle

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved