www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Pilih Sukri atau Sukuk Tabungan untuk Investasi Surat Utang Syariah

23-Oct-2017 21:32:19 WIB | Online | Share
Pilih Sukri atau Sukuk Tabungan untuk Investasi Surat Utang Syariah

Investasiku.co.id – Surat Utang Syariah mulai berperan besar menumbuhkan pasar modal syariah dan bahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan Negara Indonesia. Obligasi sesuai prinsip syariat itu disebut Sukuk.

Sukuk sendiri berasal dari kata dalam bahasa Arab. Istilah Sukuk merupakan bentuk jamak (plural) dari kata “Sakk” yang berarti dokumen atau sertifikat.

Kenapa sukuk menjadi instrumen investasi syariah? Banyak penentunya. Mulai dari akad sampai saluran uang yang diinvestasikan.

Tentang sukuk secara umum pernah dibahas di artikel sebelumnya. Baca ini

Sukuk secara spesifik terbagi tiga;

Sukuk; secara umum, sukuk biasa ditujukan untuk investor institusi. Modal investasi cukup tinggi.

Sukuk Ritel (Sukri); ini surat berharga Negara syariah untuk investor ritel. Investor individu

Sukuk Korporasi; yaitu sukuk yang diterbitkan oleh korporasi alias perusahaan.

Antara Sukuk dengan Sukri dalam satu kategori disebut Surat Berharga Negara Syariah. Per Agustus 2017, nilai (outstanding) sukuk Negara diterbitkan dan masih tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp310,38 triliun.

Masih relatif kecil dibandingkan surat berharga Negara konvensional yang nilai outstandingnya saja lebih dari seribu triliun rupiah.

Tapi, dari sisi pertumbuhan, surat berharga Negara syariah tidak kalah. Pada 2016 misalnya penerbitannya tumbuh 61,9 persen dibandingkan 2015. Pada periode yang sama, surat berharga Negara konvensional hanya tumbuh 31,9 persen.

Sedangkan sukuk korporasi nilai outstandingnya yang tercatat di BEI baru sebesar Rp14,26 triliun per Agustus 2017.

Untuk masyarakat alias investor individu, sejauh ini paling memungkinkan adalah investasi melalui Sukri. Modal paling minim Rp5 juta dan maksimal per orang, berdasarkan satu KTP, adalah Rp5 miliar.

Lumayan mahal ya? Nah menyadari itu, pemerintah sejak pertengahan tahun lalu meluncurkan Sukri versi “tabungan”. Namanya Sukuk Tabungan. Produk perdana dirilis Agustus 2016 diberi kode atau Seri ST-001.

Beli produk itu modalnya jauh berkurang. Mulai Rp2 juta dan maksimal Rp5 miliar per orang. Imbal hasil atau keuntungannya setara 6,9 persen per tahun dan dibayarkan setiap bulan.

Nggak jauh dari bunga deposito imbal hasilnya. Bedanya, sukuk jauh lebih aman karena diterbitkan oleh Negara dan tentu saja ini produk syariah sedangkan deposito 100 persen bukan produk syariah.

Bisa dipertimbangkan untuk mulai investasi sukuk jika suatu saat pemerintah menerbitkan produk sejenis. Beli di pasar sekunder juga bisa.

Secara umum cara investasi Sukuk Tabungan sama dengan Sukri:

Siapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti Warga Negara Indonesia (WNI).

  1. Datangi agen penjual. Untuk ST-001 agen penjual ditunjuk ada 26 pihak terdiri dari 20 bank umum dan enam perusahaan sekuritas seperti Trimegah Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan lainnya.
  2. Memiliki atau membuka rekening tabungan pada salah satu bank umum
  3. Setor dana sesuai jumlah pesanan. Minimal Rp2 juta dan meningkat berdasarkan kelipatannya.
  4. Isi formulir pemesanan pembelian dan melampirkan fotokopi KTP juga fotokopi bukti transfer dana.

Maka Sukuk, baik itu Sukri, Sukuk Tabungan, atau Sukuk Korporasi cocok untuk investasi dalam rangka merencanakan masa depan berbasis syariah. Buat investor individu, bisa juga untuk rencana ibadah haji, umroh, atau untuk masa pensiun kelak.

Baca Juga: Investasi Paling Cocok dalam Rangka Ibadah Haji

Selamat berencana. Aman dan semoga berkah investasi surat berharga syariah.

Foto: Trimegah-am

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved