www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Pilih Emas, Deposito, atau Reksa Dana?

28-Aug-2017 10:27:12 WIB | Online | Share
Pilih Emas, Deposito, atau Reksa Dana?

Investasiku.co.id – Deposito, Emas, apa Reksa Dana ya? Bingung pilih di antara tiga instrument investasi paling umum dan populer itu sepertinya dirasakan banyak orang di Indonesia. Yuk kita pelajari lagi supaya bisa tentukan yang mana paling pas.

Kebingungan memilih satu di antara tiga produk investasi itu umumnya berkaitan sama pertanyaan besar yaitu: “Mana yang paling aman tapi menguntungkan?” Pertanyaan cukup wajar lah kalau dikaitkan kekhawatiran ketidakpastian kondisi ekonomi baik global maupun dalam negeri.

Ok kita mulai melihat apa saja sih keunggulan dan kekurangan investasi pada deposito, emas, dan reksa dana?

Deposito

Siapa tak kenal deposito. Ini adalah salah satu produk keluaran bank di luar giro dan tabungan. Secara pengertian, deposito sendiri merupakan produk simpanan bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu saja.

Beberapa karakteristik deposito yang bisa menjadi pertimbangan investasi adalah seperti ini:

1. Besaran Setoran

Layaknya pembukaan rekening tabungan, setoran deposito di bank juga memiliki batas minimal penyetoran. Besarannya berbeda-beda sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh bank. Yang jelas, batas minimal penyetoran deposito umumnya jauh lebih besar dibandingkan pembukaan rekening tabungan.

2. Waktu Penyimpanan

Karena termasuk tabungan berjangka, deposito memiliki batasan waktu penyimpanan (penarikan). Ini salah satu yang membedakan dengan tabungan biasa yang bisa kapan saja diambil tanpa syarat apapun. Biasanya, bank akan menawarkan kepada nasabah jangka waktu deposito yaitu 1,3,6,12, dan 24 bulan. Jika Anda sudah memilih salah satunya maka Anda tidak bisa mengambil dana tersebut sebelum jatuh tempo. Di luar ketentuan maka akan terkena denda penalti yang besarnya ditentukan oleh bank.

3. Bunga dan Risiko

Salah satu daya tarik deposito adalah bunganya yang lebih tinggi dari tabungan biasa. Ini bisa dimaklumi lantaran berbagai aturan yang mengikat juga lebih ketat. Soal bunga, Anda semestinya hati-hati dengan berbagai tawaran yang ada. Anda tetap tidak boleh gegabah memilih deposito dengan bunga yang tidak realistis. Tawaran bunga selangit justru mencurigakan. Alih-alih mendapatkan untung besar, kita malah bisa kehilangan pokok deposito karena bank kesulitan likuiditas dan tidak dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ada baiknya melakukan riset kecil-kecilan untuk memastikan bahwa bunga deposito yang ditawarkan benar-benar masuk akal. Riset dapat menyangkut pasaran bunga simpanan di beberapa bank dan kredibilitas bank.

Sadari juga bahwa deposito merupakan produk yang terkena pajak bunga. Besarannya sampai 20 persen dari bunga. Jadi, Anda sejatinya hanya akan menerima setidaknya 80 persen keuntungan bersih dari total keuntungan bunga.

4. Barang Jaminan

Ini adalah salah satu keunggulan yang menarik dari deposito dan belum diketahui banyak orang. Produk deposito dapat dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman layaknya aset lain seperti properti. Meski demikian, tidak semua bank mau melakukan mekanisme ini.

Emas

Jauh sebelum berbagai produk perbankan dan keuangan berkembang pesat seperti sekarang, emas adalah pilihan utama untuk menyimpan dan memertahankan harta agar tidak tergerus waktu.

Berbagai pertimbangan yang umumnya dilakukan masyarakat saat akan memilih emas sebagai tempat investasi adalah sebagai berikut:

1. Likuid

Emas adalah salah satu produk investasi yang likuid. Artinya, relatif gampang diperjualbelikan. Investasi emas juga dapat dilakukan dalam berbagai bentuk yaitu emas batangan dan perhiasan.

Karena sifatnya yang mudah dicairkan, cukup bisa diandalkan dalam menghadapi berbagai situasi. Toh saat ini banyak lembaga-lembaga keuangan yang mengelola investasi emas.

2. Melindungi Kekayaan

Harga emas yang cenderung stabil bahkan tetap berpotensi mengalami kenaikan membuat produk ini dipercaya menjadi salah satu instrumen pelindung kekayaan. Walhasil, saat dicairkan, emas umumnya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan saat membeli. Tapi faktanya tidak selalu seperti itu.

Secara umum investasi pada emas baru akan menuai hasil jika dilakukan dalam jangka waktu menengah atau panjang.

3. Berbagai Kelemahan

Kendati banyak memberikan keuntungan dan perlindungan, tetap perlu disadari kekurangan dari investasi emas. Salah satu yang paling besar adalah risiko kehilangan.

Menabung emas dalam jumlah banyak biasanya diperlukan dana ekstra untuk menyewa deposit box di lembaga keuangan. Otomatis butuh biaya tambahan dan perlu perhitungan detil supaya tidak malah merugi.

.

Reksa Dana

Produk ketiga ini sekarang sedang banyak digandrungi masyarakat. Reksa dana adalah produk investasi di pasar modal.

Reksa dana sejauh ini menjadi pilihan masyarakat investor karena berbagai kelebihan yang dimilikinya. Apa saja?

1. Keuntungan Lebih Tinggi

Dibandingkan emas atau deposito, secara umum keuntungan investasi di reksa dana jauh lebih tinggi.

Tapi memilih investasi di reksa dana sebaiknya disesuaikan dengan profil dan karakteristik diri. Sebab beberapa jenis reksa dana memiliki peluang dan risikonya masing-masing.

Perhatikan di Sini Detilnya

Investasi di pasar modal melalui produk reksa dana juga tidak harus memiliki bekal pengetahuan dan ilmu yang njlimet. Reksa dana cocok untuk orang yang baru memulai investasi.

Sebab pengelolaannya akan dijalankan oleh perusahaan Manajer Investasi (MI). Tenang, asalkan perusahaan MI itu memang resmi, terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mereka bisa diandalkan.

Menariknya, investasi di pasar modal melalui reksa dana adalah paling murah dibandingkan deposito atau emas. Bisa dimulai dengan hanya Rp 100 ribu.

2. Minim Risiko Hilang dan Pemalsuan

Reksa dana adalah salah satu produk investasi yang tidak memiliki risiko kehilangan layaknya emas. Sebab, investasi dilakukan bukan dalam bentuk fisik. Dengan demikian, kita juga tidak harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa deposit box. Cukup biaya yang dikeluarkan sebagai fee transaksi dan fee pengelolaan kepada manajer investasi.

Keuntungan lainnya, reksa dana adalah salah satu produk investasi yang sangat likuid. Kita bisa beli dan jual reksa dana kapan saja.

Selain itu, reksa dana juga memiliki risiko rendah untuk dipalsukan. Perusahaan manajer investasi yang menerbitkan produk reksa dana sudah mendapatkan izin dan diawasi regulator sehingga lebih aman dan terkontrol.

3. Kemudahan Bertransaksi

Dengan berbagai teknologi yang ada saat ini, proses transaksi reksa dana jauh lebih mudah. Kita dapat menggunakan berbagai tools digital yang disiapkan oleh manajer investasi untuk mengetahui perkembangan investasi yang ditanamkan.

Seperti apa kecanggihan tools baik berupa aplikasi maupun website untuk investasi reksa dana atau produk lainnya di pasar modal? Baca di Sini.

Foto: BirchGold/TheBalance

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved