www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Perilaku Salah yang Bikin Investasi Jadi Berjudi

30-Sep-2017 16:50:20 WIB | Online | Share
Perilaku Salah yang Bikin Investasi Jadi Berjudi

Investasiku.co.id – Investasi saham bukan berjudi. Segalanya bisa diukur baik potensi keuntungan maupun risikonya. Tapi, investasi saham bisa jadi seperti berjudi karena ada yang salah pada perilaku individu investornya.

Banyak ahli, akademisi, praktisi, yang sudah memelajari dan mengajarkan tentang investasi sebaiknya bukan dalam rangka berjudi. Sebab itu dua hal sangat berbeda.

Dari yang paling sederhana saja, berjudi itu permainan. Tidak menggunakan disiplin ilmu untuk mengukur risiko dan hasilnya. Maka seseorang yang melakukan lempar koin untuk menentukan sebuah pilihan disebut perjudian.

”Investasi harus rasional. Jika Anda tidak memahaminya, jangan lakukan. Risiko datang dari ketidaktahuan akan apa yang Anda lakukan,” begitu kata Warren Buffet.

Banyak kalimat bijak dia ucapkan dalam rangka investasi di pasar modal. Lengkapnya baca di sini.

Jangan malas untuk terus belajar dalam rangka berinvestasi. Sedikit demi sedikit kurangi unsur spekulasi atau yang kemudian disebut sebagai berjudi itu dan semakin lama semakin rasional.

Pelajarannya pun beragam. Kita bisa belajar dari keilmuan untuk mengukur aspek fundamental. Bisa menilai harga suatu saham mahal atau murah dibandingkan kondisi perusahaannya.

Baca Juga: Membedakan Analisis Teknikal dengan Fundamental

Bisa juga memelajari dari aspek teknikal. Harga saham punya pola gerak yang menurut penulis buku Smart Traders not Gamblers, Ellen May, bisa ditebak. Ada siklus pergerakannya.

Menebak-nebak pergerakan harga saham yang random, menurutnya, hanya akan membuat investor itu tidak punya umur panjang di pasar modal. Sebaliknya Ellen sendiri sudah membuktikan bahwa mengenali pola harga saham memberikan keuntungan lebih konsisten sehingga tahu kapan harus membeli atau menjual suatu saham.

Bagaimana bisa harga saham atau produk lain di pasar keuangan ada pola geraknya? Ellen menyebut pola tindakan manusia dalam merespon tindakan yang berulang selalu memberikan respon yang sama dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Itu terjadi karena susunan otak manusia sudah didesain sedemikian rupa oleh sang pencipta. Otak manusia terdiri dari tiga bagian; Reptilian Brain (sisi fear/takut), Mamalian Brain (sifat serakah/kejar keuntungan), dan Neo Brain (sifat logis/berdasarkan data dan fakta).

Pola tindakan manusia menyebabkan siklus kehidupan yang berulang. Siklus usaha atau bisnis yang berulang. Siklus perekonomian juga berulang. Pada akhirnya pola gerak harga saham juga berulang.

Maka yang membuat seseorang, termasuk investor saham, menjadi berjudi adalah perilaku spekulatifnya. Bukan aktivitas investasinya itu.

Toh dikaitkan dengan keyakinan dan agama, tindakan spekulasi atau berjudi juga dilarang. Padahal tidak ada yang salah dengan mekanisme jual dan beli di pasar saham. Bahkan sudah memenuhi unsur syariah. Baca ini : Mekanisme Perdagangan Saham Halal.

Foto: Kiplinger

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved