www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Perempuan dan Kaum Muda Harus Lebih Paham Rencana Keuangan

14-Jul-2017 15:54:47 WIB | Online | Share
Perempuan dan Kaum Muda Harus Lebih Paham Rencana Keuangan

Investasiku.co.id – Perencanaan keuangan masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan. Itu kesimpulan regulator sehingga diputuskan dilakukannya Revisi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) menggantikan strategi sebelumnya.

Keputusan itu dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan meluncurkan Revisit SNLKI yang merupakan penyesuaian dari strategi sebelumnya yang telah diluncurkan pada 19 November 2013 oleh Presiden Republik Indonesia.


Revisit SNLKI itu merupakan pedoman bagi OJK, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia sebagaimana Pasal 2 dan Pasal 11 Peraturan OJK Nomor 76/POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan/atau Masyarakat (POJK Literasi dan Inklusi Keuangan).


Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, menyampaikan bahwa penyesuaian strategi tersebut diperlukan antara lain karena hasil evaluasi selama tahun 2013 hingga 2016 menunjukkan bahwa kegiatan edukasi keuangan masih perlu ditingkatkan.


Perkembangan teknologi informasi yang memiliki pengaruh terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan, perkembangan produk, dan layanan jasa keuangan yang semakin kompleks sehingga diperlukan literasi keuangan masyarakat yang memadai, serta hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2016.


Kusumaningtuti menyebut bahwa indeks literasi keuangan yang sebelumnya sebesar 21,8 persen pada tahun 2013 meningkat menjadi 29,7 persen pada 2016. Hal yang sama juga terlihat pada indeks inklusi keuangan tahun 2013 sebesar 59,7 persen menjadi 67,8 persen pada 2016.

”Meskipun indeks literasi dan inklusi keuangan mengalami kenaikan, namun perlu dilakukan akselerasi pencapaian indeks literasi dan inklusi keuangan,” ucap Kusumaningtuti, Jumat (14/07).




Menurutnya, akselerasi tersebut bertujuan agar target pencapaian indeks inklusi keuangan sebesar 75 persen pada 2019 dapat tercapai sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang SNKI. ”Dalam Revisit SNLKI terdapat beberapa hal yang tidak terdapat pada SNLKI sebelumnya antara lain informasi terkait literasi dan inklusi keuangan syariah, layanan keuangan digital dan perencanaan keuangan,” terusnya.


Beberapa hal yang membedakan antara SNLKI 2013 dengan Revisit SNLKI di antaranya adalah visi, sasaran, tema prioritas, dan program strategis.




Visi Revisit SNLKI ini adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki indeks literasi keuangan yang tinggi (well literate) sehingga dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan (financial well being).


Baca: Kalian Para Gen Z Saatnya Atur Uang Demi Masa Depan


Masyarakat financial well being adalah masyarakat yang mampu melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, memiliki kemampuan dalam berinvestasi serta memiliki ketahanan keuangan. Sementara visi SNLKI 2013 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi (well literate) sehingga masyarakat dapat memiliki kemampuan atau keyakinan untuk memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan.


Sasaran kegiatan literasi dan inklusi keuangan pada Revisit SNLKI semakin luas dengan menambahkan sasaran generasi muda, termasuk dana terutama perempuan, sasaran penyandang disabillitas, masyarakat daerah tertinggal, terpencil dan terluar, TKI dan Calon TKI, petani dan nelayan, serta mengubah penyebutan ibu rumah tangga menjadi perempuan.


Baca Juga : Ladies, Saatnya Kalian Berani Investasi


Sementara sasaran pada SNLKI 2013 meliputi ibu rumah tangga, UMKM, pelajar/mahasiswa, karyawan, profesi dan pensiunan.


Tema prioritas pada Revisit SNLKI tidak lagi ditentukan langsung dalam beberapa tahun ke depan namun akan ditentukan oleh OJK berkolaborasi dengan industri jasa keuangan di akhir tahun berdasarkan pada program pemerintah dan hasil evaluasi kegiatan literasi dan inklusi keuangan.


Program Strategis utama dalam kerangka dasar Revisit SNLKI terdiri dari 3 (tiga) program yaitu:

  1. Program Strategis 1: Cakap Keuangan
  2. Program Strategis 2: Sikap dan Perilaku Keuangan Bijak; dan
  3. Program Strategis 3: Akses Keuangan.

Sementara pada kerangka dasar SNLKI 2013 terdapat 3 (tiga) pilar utama yaitu:

  1. Pilar 1: Edukasi dan Kampanye Nasional Literasi Keuangan
  2. Pilar 2: Penguatan Infrastruktur Literasi Keuangan; dan
  3. Pilar 3: Pengembangan Produk dan Jasa Keuangan.

Selanjutnya ketiga program strategis pada Revisit SNLKI tersebut dituangkan dalam bentuk program inisiatif yang keseluruhannya berjumlah 6 (enam) program inisiatif. Masing-masing program inisiatif diuraikan secara konkrit dalam bentuk rencana kegiatan (core action) yang dapat digunakan oleh lembaga jasa keuangan sebagai dasar dalam penyusunan program literasi dan inklusi keuangan sebagaimana yang telah diatur dalam POJK Literasi dan Inklusi Keuangan.


Simak Lagi: Saatnya Perbanyak Investasi Sebab Situasi Pensiun Sulit Diprediksi


Penyusunan Revisit SNLKI itu juga mengakomodasi perkembangan konsep literasi dan inklusi keuangan terkini dari berbagai best practises internasional antara lain dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), World Bank, Alliance for Financial Inclusion (AFI) dan G20.


Foto: Trimegah.com

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved