www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Pasar Saham Tancap Gas Usai Indonesia Naik Level Investment Grade

22-May-2017 09:48:57 WIB | Online | Share
Pasar Saham Tancap Gas Usai Indonesia Naik Level Investment Grade

Investasiku.co.id – Gairah investasi di pasar modal langsung tinggi. Akhir pekan kemarin, tepatnya pada Jumat (19 Mei 2017) lembaga pemeringkat global, Standard & Poor’s (S&P) akhirnya menyematkan predikat Investment Grade alias Layak Investasi untuk Indonesia.

Sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lalu tentang kenaikan peringkat surat utang Indonesia oleh S&P itu. Kabar positif itu akhirnya datang setelah rating Indonesia diupgrade menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook stabil.

Hasilnya, pada hari itu juga, Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merupakan indeks acuan pasar saham Indonesia langsung melejit. IHSG melesat 146,433 poin (2,594 persen) ke level 5.791,884 dan merupakan level penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Volume saham ditransaksikan sebanyak 8,756 miliar saham dengan frekuensi mencapai 379.946 kali dan senilai Rp 8,381 triliun pada sehari di akhir pekan kemarin. IHSG sebenarnya sempat naik lebih dari 30 persen dan melampaui level psikologis 5.800. Itu terjadi pada sekitar 10 menit jelang penutupan sebelum akhirnya sedikit berkurang.

Nilai kapitalisasi pasar saham bertambah menjadi Rp 6.308 triliun pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin.

Seluruh sektor saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat. Kenaikan tertinggi diraih indeks saham sektor Infrastructure, Utilities, and Transportation sebesar 3,54 persen hari ini diikuti indeks saham sektor Finance dengan kenaikan 3,45 persen. Di tempat ketiga indeks saham sektor Property, Real Estate, and Building Construction yang naik 2,90 persen.

Alhasil secara mingguan, laju IHSG pada pekan kemarin naik 2,06 persen. Secara tahunan atau year to date, IHSG tercatat telah menguat 9,35 persen.

Sentiment positif kenaikan rating Indonesia menjadi layak investasi itu sangat terlihat. Terbukti, di Asia, mayoritas bursa saham unggulan yang meskipun juga menguat tetapi tidak signifikan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,19 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,15 persen, dan indeks Composite Shanghai naik tipis 0,02 persen. Sebaliknya indeks Straits Times di Singapura malah turun 0,15 persen.

Lembaga pemeringkat S&P dalam tinjauannya terkait kenaikan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- menyebut terjadi kenaikan kredibilitas dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh pemerintah sekarang. Dengan begitu maka Indonesia masuk rating Investment Grade atau layak investasi.

Pandangan Senior Director S&P, Kim Eng Tan, dalam riset tertulisnya memandang otoritas Indonesia telah mengambil langkah efektif dalam pengelolaan APBN untuk menyetabilkan keuangan negara. ”Maka kami memerkirakan utang bersih pemerintah secara umum akan stabil dalam jangka pendek,” ungkapnya, Jumat (19/05).

Sementara itu, defisit anggaran akan disebutnya akan berangsur-angsur berkurang. ”Oleh karena itu, kami meningkatkan peringkat kredit sovereign jangka panjang kami menjadi BBB-, dari BB +. Kami juga menaikkan peringkat kredit sovereign jangka pendek kami menjadi AAA- dari B,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga meningkatkan rating untuk skala regional ASEAN secara angka panjang ke axA- dari axBBB + dan menegaskan pandangan rating jangka pendeknya di axAA-. ”Prospek pada peringkat jangka panjang stabil karena kita melihat sisi positif dan risiko penurunan peringkat secara umum seimbang,” terusnya.

Alasan kenaikan peringkat Indonesia, menurutnya, juga untuk mencerminkan penilaian S&P terhadap risiko berkurang dari kondisi fiskal Indonesia. Pihaknya percaya bahwa fokus pemerintah semakin meningkat.

”Penganggaran yang realistis telah mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan di masa depan. Pendapatan akan memerlebar defisit pemerintah secara signifikan melampaui ekspektasi kami sekarang. Hal ini juga mengurangi risiko pemerintah bersih pemerintah secara umum,” ulasnya.

Saat ini, S&P mengantisipasi bahwa utang bersih Indonesia akan tetap pada tingkat moderat di bawah 30 persen dari PDB.

Baca : Saran dari Jack Ma Soal Persiapan Usia Senja

Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita mulai merencanakan masa depan dengan memulai investasi. Penting lho untuk segera menata hari tua dengan memulai disiplin investasi sejak dini.

Foto: EconoToon

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved