www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Pantau Terus, Jangan Sepelekan Pengumuman Saham Kena Suspensi dan UMA

22-Mar-2017 21:56:10 WIB | Online | Share
Pantau Terus, Jangan Sepelekan Pengumuman Saham Kena Suspensi dan UMA

investasiku.co.id - Ketika saham suatu perusahaan dibekukan aktivitas transaksi perdagangannya (suspensi), saat itu lah sebenarnya regulator sedang melakukan perlindungan terhadap investor. Suspensi dan Unusual Market Activity (UMA) merupakan dua pengumuman yang relatif sering diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setiap hari, pengumuman atas suspensi dan UMA bisa kita pantau melalui website resmi BEI. Pada www.idx.co.id di bagian menu sebelah kiri kanal “Pengumuman” ada kolom khusus untuk UMA dan suspensi.


Pengumuman terkait Suspensi memang tidak sesering UMA. Tetapi keduanya merupakan hal sensitif bagi investor, terlebih trader saham, sehingga penting untuk selalu diamati.

Terlebih jika disertai beredarnya berita seperti baru-baru ini bahwa sampai pertengahan Maret 2017, sebanyak 27 saham emiten masih dalam status suspensi. Sekitar enam di antaranya bahkan sudah membeku hampir dua tahun dan terancam terkena delisting paksa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, mengatakan dari total 27 saham terkena pembekuan aktivitas sementara itu beragam penyebabnya. ”Ada yang disebabkan transaksi yang berfluktuasi terlalu tinggi, ada juga yang jadi going concern (keberlangsungan usaha) perusahaan, ada juga perusahaan tidak mau memenuhi kewajiban keterbukaan, terkait free float juga ada sedikit,” ungkapnya usai membuka sosialisai tentang produk Efek Beragun Aset – Surat Partisipasi (EBA – SP) di gedung BEI, Selasa (21/03).

Baca juga: Batas Minimal Saham Beredar dan Gorengan

Samsul menyebut sekitar tiga sampai empat emiten di antaranya terancam terdepak dari papan pencatatan bursa (delisting) karena sahamnya sudah suspensi hampir dua tahun lamanya. Sesuai ketentuan, jika setelah dua tahun sebuah saham terkena suspen secara berturut turut dan tidak ada perkembangan, BEI berhak “mengusir” perusahaan itu dari status listed company.

Terlebih jika suspensi itu akibat going concern perusahaan yang tidak menunjukkan perkembangan. ”Delisting kan kita pertimbangkan. Bagi perusahaan yang tidak mau (didelisting), berkeinginan untuk memenuhi ketentuan pasar modal ya bisa. Karena ada mekanisme untuk kita force delisting. Bursa ada waktu dua tahun untuk mempertimbangkan delisting atau tidak,” Samsul menerangkan.

Jika merujuk data BEI, PT Skybee Tbk (SKYB) termasuk yang rawan terkena delisting paksa. Perusahaan di bidang telko itu sahamnya sudah disuspensi sejak 11 Agustus 2015 setelah bursa melihat dari laporan keuangan tengah tahunan per 30 Juni 2015, tidak terdapat peningkatan pendapatan.

Setelah itu belum ada pencabutan atas suspensi SKYB. Malah pada 1 Maret 2017 terkena suspensi lagi untuk seluruh pasar karena termasuk daftar 8 emiten yang belum melakukan pembayaran denda atas belum dilaksanakannya public expose tahun 2016.

Hingga 29 Januari 2017, selain SKYB, sebesarnya terdapat lima saham lain yang usia suspensinya mendekati dua tahun. Antara lain PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) sejak 30 Juni 2015, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) sejak 4 Mei 2015, PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA) sejak 30 Juni 2015, PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) sejak 13 Februari 2015, dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sejak 12 Februari 2015.

Nah dari informasi di atas terlihat kan bahwa saham kena suspensi sebenarnya bisa jadi indikator serius. Bayangkan jika kita dalam posisi pemegang saham yang terkena suspensi itu. Bisa jadi malah panik!

Dari definisi BEI, suspensi adalah tindakan penghentian sementara perdagangan efek dikarenakan adanya pergerakan baik harga maupun aktivitas perdagangan efek tersebut secara akumulatif dalam rentang waktu tertentu yang menurut penilaian bursa pergerakan tersebut cukup signifikan.

Terdapat 3 jenis suspensi :

  1. Suspensi Perdagangan saham dan turunannya dalam rangka Cooling Down
  2. Suspensi Perdagangan saham dan turunannya selama satu siklus penyelesaian transaksi
  3. Suspensi Perdagangan efek waran selama 1 sesi perdagangan

UMA

Lalu bagaimana dengan UMA? Apa yang dimaksud dengan UMA? Kadar UMA ini sebenarnya lebih ringan dibandingkan suspensi. Saham terkena UMA belum tentu ada indikasi pelanggaran dan belum tentu ada masalah dari perusahaannya.

Definisi BEI, UMA adalah aktivitas perdagangan dan/atau pergerakan harga dan/atau pola transaksi suatu Efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di Bursa yang menurut penilaian Bursa dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Baca yuk: Untuk Diketahui Berbagai Praktik Ini Dilarang di Pasar Saham

UMA diberikan untuk meningkatkan awareness (kesadaran) investor agar selalu menganalisis semua informasi yang tersedia dalam bertransaksi saham.

Maka jangan anggap sepele. Penting untuk tetap update informasi terkait produk investasi kita. Zaman semakin canggih, bisa juga selalu update melalui aplikasi mobile (app).

foto: freepik.com

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved