www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Pantau Lagi Perkembangan Reksa Dana Awal Mei Ini

9-May-2017 18:30:49 WIB | Online | Share
Pantau Lagi Perkembangan Reksa Dana Awal Mei Ini

Investasiku.co.id – Sudah masuk pekan kedua bulan Mei, saatnya mengecek indeks acuan terutama untuk portofolio investasi di reksa dana. Secara umum masih kurang positif meskipun situasi makro ekonomi sebenarnya positif.

Sepanjang pekan pertama di bulan Mei (28 April – 5 Mei 2017) kinerja produk investasi reksa dana secara rata-rata terkoreksi. Data dihimpun Infovesta, hanya kumpulan reksa dana pasar uang dalam Indeks Reksa Dana Pasar Uang (IRDPU) yang secara rata-rata mampu positif dengan kenaikan tipis sebesar 0,08 persen.

Selebihnya minus. Indes Reksa Dana Saham (IRDSH) turun 0,34 persen, indeks Reksa Dana Campuran (IRDCP) turun 0,44 persen, dan indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap (IRDPT) turun 0,04 persen.

Baca : Ini Fenomena di Balik Makna Sell on May and Go Away

Kondisi serupa terjadi di kelompok reksa dana syariah. Indeks Reksa Dana Saham Syariah turun 1,35 persen pada periode tersebut. Indeks Reksa Dana Campuran Syariah turun 0,65 persen. Sedangkan Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah mampu naik tipis 0,03 persen pada periode sepekan itu.

Penurunan rata-rata indeks reksa dana yang merupakan hasil penghitungan dari semua produk reksa dana berdasarkan jenisnya itu terjadi sejalan dengan performa indeks acuannya. Sebab pada periode yang sama, Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merupakan indeks acuan pasar saham turun 0,03 persen ke level 5.683,38.

Baca Lagi : Mengenal Market Cap dan IHSG Sebagai Indikator Pasar Saham

Begitu juga indeks obligasi negara dalam Infovesta Government Bond Index (IGBI) yang mengalami koreksi 0,08 persen pada periode sama. Sebaliknya indeks obligasi korporasi dalam Infovesta Corporate Bond Index (ICBI) berhasil naik 0,16 persen.

Namun jika dihitung secara year to date atau sejak awal tahun ini sampai 5 Mei 2017, seluruh produk reksa dana secara rata-rata mencatatkan kinerja positif. Torehan tertinggi diraih IRDPT yang mencatatkan kenaikan sebesar 4,38 persen diikuti IRDCP yang naik 3,86 persen, dan IRDSH dengan kenaikan sebesar 3,41 persen.

IRDPU juga ikut positif dengan kenaikan sebesar 1,68 persen pada periode awal tahun ini sampai 5 Mei 2017.

Cek : Pantau Fluktuasi Portofolio Investasi Cukup dari Ponsel dan Smartwatch

Jika dilihat lebih rinci, hanya IRDPT yang kinerjanya mampu melampaui kinerja indeks acuannya yaitu gabungan antara IGBI dan ICBI yang mencatatkan kenaikan 3,61 persen secara year to date. Selebihnya mencatatkan kinerja di bawah indeks acuan.

IRDSH, misalnya, yang secara year to date sampai 5 Mei 2017 mampu menguat 3,41 persen, hanya separo dari kenaikan indeks acuannya yaitu IHSG. Sebab pada saat yang sama IHSG mampu mencatatkan kenaikan sebesar 7,30 persen.

Simak Ulang : Begini Keuntungan Investasi Reksa Dana Pada 2016

Melihat sentiment yang ada, iklim investasi termasuk di reksa dana sebenarnya bisa dibilang kondusif. Data terbaru dari makro ekonomi, cadangan devisa valas Indonesia mencapai USD 123 miliar pada April 2017.

Angka tersebut menggenapkan kenaikan 5 bulan terakhir secara berturut-turut. Bahkan pada April 2017 merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2011 yang saat itu tercatat sebesar USD 125 miliar.

Selain mencerminkan surplus perdagangan dan arus modal investasi masuk (capital inflow) yang sehat, kemungkinan sebagian kenaikan devisa disebabkan oleh usaha Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah.

Baca : Perlu Dipahami Dampak Saat Negara Surplus atau Defisit

Jumlah devisa sebesar itu disebut-sebut sudah cukup untuk menghadapi risiko eksternal. Bisa untuk melunasi 8,9 bulan impor (dari batas minimal 3 bulan).

BI sendiri selanjutnya dijadwalkan akan mengumumkan neraca keuangan kuartal pertama 2017 yang diyakini juga akan positif. Maka semestinya nilai tukar Rupiah akan positif dan pada saat yang sama investasi di pasar modal juga semakin kondusif.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved