www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Pakai eKTP Tidak Perlu Tunggu Berhari hari Buka Rekening Investasi

7-Apr-2017 18:31:43 WIB | Online | Share
Pakai eKTP Tidak Perlu Tunggu Berhari hari Buka Rekening Investasi

Investasiku.co.id – Memulai investasi di pasar modal semakin mudah. Mau buka rekening saham atau reksa dana tinggal memanfaatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (eKTP) yang alat rekamnya kini sudah dimiliki perusahaan sekuritas dan Manajer Investasi (Asset Management).

Pemberlakuan eKTP untuk buka rekening saham itu merupakan salah satu terobosan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebab pada prinsipnya data penduduk sudah ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca: Mengenal SRO di Pasar Modal

Dengan begitu, ketika seseorang mendaftar untuk membuka rekening investasi di pasar modal baik melalui perusahaan sekuritas maupun Manajer Investasi, sebenarnya tidak perlu harus melalui proses panjang lagi.

Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari, Dewi mengatakan dengan penggunaan eKTP maka pembukaan rekening investor seharusnya menjadi kurang dari 30 menit. Jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya membutuhkan waktu sampai beberapa hari.

”Dengan dilakukannya penyerahan Card Reader kepada 98 Perusahaan, harapan kami agar para perusahaan tersebut segera menindaklanjuti dengan mengembangkan aplikasi untuk proses pembukaan rekening Efek yang lebih mudah dan cepat,” kata dia saat seremoni penyerahan Perangkat Baca eKTP (Card Reader) kepada perusahaan di industri pasar modal yang telah bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil.

Selain kepada para sebanyak 98 perusahaan di industri pasar modal, KSEI juga menyerahkan Card Reader kepada Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

”Hal ini tentu saja memberikan kontribusi yang luar biasa untuk memajukan iklim investasi di Pasar Modal Indonesia, dimana investor tidak lagi kehilangan momen untuk berinvestasi karena proses pembukaan rekeningnya belum selesai. Harapannya hal ini akan semakin meningkatkan animo masyarakat untuk berinvestasi, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia,” ucap Friderica yang akrab disapa Kiki.

Maka para pelaku di industri pasar modal didorong lebih aktif dan kreatif dalam memanfaatkan kemudahan itu. Terutama dengan membangun platform online seperti aplikasi.

Baca Juga: Lebih Gampang Atur Portofolio Investasi Pakai Aplikasi

Pemanfaatan Card Reader itu juga memberikan kemudahan bagi investor yang berada di luar pulau Jawa yang sering mengeluhkan lamanya waktu untuk pembukaan rekening investasi.

Meski kantor cabang Perusahaan Efek tidak tersedia di wilayah tertentu, namun proses pembukaan rekening Efek dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan menggunakan Card Reader, bahkan untuk area terpencil sekalipun.

Baca Ya: Jadi Investor Aktif Yuk Bantu Kurangi Ketergantungan ke Investor Asing

Direktur Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus Saptarina, mengatakan penggunaan card reader eKTP untuk pembukaan rekening investor kepada para pelaku pasar modal itu merupakan bukti komitmen bersama regulator pasar modal dalam mengembangkan infrastruktur pasar modal.

”Khususnya untuk meningkatkan kualitas data investor. Pemanfaatan data kependudukan oleh para pelaku industri pasar modal diharapkan selain dapat mempercepat pembukaan rekening Efek dan penerbitan nomor SID (Single Investor Identification), juga penting untuk proses pengawasan,” tuturnya.

Direktur Utama Trimegah Sekuritas, Stephanus Turangan, mengatakan pemanfaatan eKTP positif untuk industri pasar modal. Terutama dalam rangka meningkatkan jumlah investor domestik, lebih khusus lagi investor ritel.

Sampai akhir 2016, jumlah nasabah ritelnya sebanyak sekitar 13 ribu investor dengan kontribusi kurang dari 5 persen dari nilai transaksi secara total di perseroan.

”Secara jangka panjang kami ingin punya nasabah ritel domestik antara 500 ribu sampai satu juta nasabah. Kami yakin dengan kemudahan dan kecepatan pembukaan rekening melalui eKTP ini bisa tercapai,” tekadnya.

Selain dalam rangka akuisisi nasabah baru, kata Stephanus, eKTP juga bisa dimanfaatkan untuk melacak dana investasi dan saham tak bertuan. Di perusahaannya saja saat ini ada sebesar Rp 3 miliar dana yang tidak diketahui pemiliknya.

Umumnya hal itu terjadi saat perpindahan dari saham kertas (script) menjadi elektronik (scriptless). Banyak yang belum melakukan pengakuan. Bisa juga karena pemiliknya pindah domisili atau meninggal dunia. ”Kami masih memiliki kendala untuk mengakses data nasabah. Bisa karen mereka sudah pindah, namanya salah, dan ada banyak data yang identifikasinya masih sulit,” akunya.

Simak Ini: Banyak Saham Terlantar Sejak Sistem Konvensional Ditinggalkan

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved