www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Pahami Efek Dilusi Right Issue

1-Jan-2017 22:14:03 WIB | Online | Share
Pahami Efek Dilusi Right Issue

investasiku.co.id - Efek dilusi hampir pasti terjadi dalam setiap aksi korporasi penerbitan saham baru atau disebut Right Issue. Dalam bahasa Indonesia disebut Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Sebelumnya sudah dipaparkan apa dan bagaimana HMETD itu terjadi. Nah sebagai konsekuensinya adalah efek terdilusi yang menjadi risiko investor terutama jika tidak mengeksekusi atau tidak mengambil haknya saat saham baru diterbitkan.

Apa itu efek dilusi? Dari berbagai literasi yang ada, dilusi saham adalah penurunan persentase kepemilikan atas saham pemegang saham yang sudah ada sebagai hasil dari penerbitan saham baru.

Bagaimana efek dilusi itu bisa terjadi? Sebenarnya, yang terdilusi bukan lah jumlah sahamnya melainkan persentase kepemilikan sahamnya. Sebab jumlah saham beredar menjadi banyak pasca HMETD dilakukan sehingga pengurangan persentase kepemilikan bagi yang tidak mengambil hak atas saham baru yang diterbitkan menjadi konsekuensi logis.

Berapa persentase yang akan terdilusi? Sangat tergantung jumlah saham baru yang diterbitkan. Contoh sederhana, perusahaan ACDX semula jumlah sahamnya 1000 lembar kemudian akan menerbitkan saham baru sebanyak 1000 lembar juga. Maka rasionya sudah terlihat, bagi yang tidak mengeksekusi haknya akan terdilusi 50 persen. Sebab jumlah sahamnya naik 100 persen.

Biasanya setiap emiten yang akan melakukan HMETD mengumumkan secara resmi detil atas aksi korporasinya itu. Termasuk besaran efek dilusinya. Sebagai contoh bisa kita lihat HMETD yang dilakukan PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) baru-baru ini:


Di situ disebutkan efek dilusinya maksimal hanya 12,50 persen. Relatif kecil. Wajar saja, jumlah saham baru yang diterbitkan hanya 614.916.967 saham jauh lebih kecil dibandingkan jumlah saham total sebelumnya sebanyak 4.304.418.773.

Dari bagan di atas terlihat jumlah saham milik masyarakat memang bertambah. Namun secara persentase berkurang. Berarti ada sebagian pemegang saham masyarakat yang tidak mengeksekusi haknya dan kemudian diambil alih Brilliant Bazaar Pte Ltd yang persentase kepemilikannya jadi bertambah.

Wajar ya jika right issue terkadang tidak begitu disukai investor. Tapi sebenarnya tujuan right issue itu positif selama untuk kepentingan pengembangan perusahaan itu sendiri. Misalnya, untuk menambah permodalan dalam rangka ekspansi pabrik, dalam rangka meningkatkan likuiditas saham sehingga nilai kapitalisasi pasar sahamnya bertambah, untuk akuisisi, dan hal ekspansif lainnya.

Meskipun ya ada juga emiten yang melakukan HMETD untuk kepentingan yang tidak sesuai harapan investor seperti di atas.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved