www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Nilai Saham Kok Bisa Diperkecil dan Diperbesar?

17-Jan-2017 09:33:13 WIB | Online | Share
Nilai Saham Kok Bisa Diperkecil dan Diperbesar?

investasiku.co.id - Update informasi itu sangat penting ketika memutuskan investasi di instrument saham. Bukan hanya mitigasi risiko dari dampak risiko pasar tapi juga dari aksi korporasi yang sahamnya sudah maupun ingin kita miliki.

Salah satunya, aksi korporasi stock split dan reverse stock. Apa itu?

Contoh kasus, pada April 2016 PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengumumkan rencana pemecahan nilai nominal saham.

Produsen produk tembakau itu ingin menunjukkan keseriusan sebagai emiten yang sahamnya ingin aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pemecahan nilai nominal saham itu lah yang disebut sebagai aksi korporasi stock split. ”Dengan stock split ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham perseroan dan menarik minat lebih banyak lagi investor ritel,” ungkap Corporate Secretary HMSP saat itu, Ike Andriani, dalam keterbukaan informasi ke BEI.

Rasio stock split diusulkan 1 banding 25. Artinya, harga saham HMSP setelah terealisasi aksi stock spli-nya akan kali 25 lebih murah dibandingkan sebelumnya.

Dia mencontohkan pada penutupan 6 April 2016 harga saham HMSP di level Rp 101.025 per lembar. Setelah stock split maka harganya akan menjadi Rp 4.041 per saham.

Secara konsensus, definisi stock split adalah pemecahan jumlah lembar saham menjadi jumlah lembar yang lebih banyak dengan menggunakan nilai nominal yang lebih rendah per lembar sahamnya secara proporsional.

Dari definisi di atas jelas disebutkan bahwa selain nilainya diturunkan, secara proporsional jumlah sahamnya juga diperbanyak.

Maka tidak ada efek dilusi seperti yang terjadi pada aksi korporasi rights issue.

Baca : Pahami Efek Dilusi Right Issue

Lalu seperti apa kah reverse stock? Nah aksi korporasi ini merupakan kebalikan dari stock split.

Definisinya, reverse stock adalah aksi perusahaan dalam rangka menaikkan harga saham dengan cara memerkecil jumlah saham beredar.

Aksi ini biasanya dilakukan oleh emiten yang harga sahamnya sudah bersandar di batas harga terendah Rp 50 seperti berlaku sampai saat ini.

Sebab saham di harga batas bawah itu sudah jarang ditransaksikan. Kalaupun mau ditransaksikan karena ada permintaan di bawah Rp 50, transaksinya dilakukan di pasar negosiasi.

Namun ada juga perusahaan yang memutuskan melakukan reverse stock meskipun harga sahamnya masih jauh dari batas bawah itu.

Biasanya dengan alasan harga yang berlaku saat ini dianggap terlalu rendah sedangkan pada saat yang sama jumlah saham beredar dinilai sudah terlalu banyak.

Sama seperti stock split, aksi reverse stock pun tidak menyebabkan berkurangnya kekayaan kepemilikan saham investor alias dilusi.

Tapi hati-hati. Kadang ada juga perusahaan yang melakukan reverse stock karena punya rencana setelah itu terealisasi, akan dilakukan aksi korporasi rights issue. Selalu update informasi kuncinya.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved