www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Mulai Juni, Pilihan Saham Syariah Semakin Melimpah

31-May-2017 12:05:17 WIB | Online | Share
Mulai Juni, Pilihan Saham Syariah Semakin Melimpah

Investasiku.co.id – Mumpung lagi bulan Ramadhan, bahas Daftar Efek Syariah (DES) di pasar modal rasanya cocok. Update dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), semakin banyak saham atau efek lainnya yang masuk daftar prinsip syariah sehingga kian banyak pilihan investasi “halal”.

Dewan Komisioner OJK mengeluarkan keputusan Nomor: KEP-19/D.04/2017 tentang Daftar Efek Syariah (DES), yang terdiri dari 351 efek jenis Saham Emiten dan Perusahaan Publik, serta Efek Syariah lainnya. Keputusan itu secara resmi ditandatangani pada 23 Mei 2017 dan dipublikasi pada 29 Mei 2017.

Catatan lembaga regulator itu, jumlah DES tersebut merupakan angka tertinggi yang selama ini pernah tercatat. Dari 351 Saham Emiten dan Perusahaan Publik tersebut, terdapat 3 Saham Emiten dan Perusahaan Publik dari entitas syariah dan 348 Saham Emiten dan Perusahaan Publik yang tidak menyatakan bahwa kegiatan usaha serta pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah, namun memenuhi kriteria sebagai Saham Syariah.

Kriteria sebagai saham syariah itu sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Saat ini, terdapat sebanyak 547 saham emiten di BEI dan masuk penghitungan Indeks harga saham gabungan (IHSG). Dengan fakta itu maka lebih dari separonya adalah saham bersertifikat “halal” alias syariah.

Baca Juga : Jelas Ya Mekanisme Perdagangan Saham itu Halal

Dari total 351 efek syariah tersebut, DES terbesar berasal dari perusahaan sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi sebanyak 90 saham atau setara 25,64 persen dari total DES. Di tempat kedua adalah sektor Properti, Real Estate, dan Konstruksi Bangunan sebanyak 59 saham atau setara 16,81 persen, dan dari Industri Dasar dan Kimia sebanyak 52 saham atau representasi 14,81 persen dari total DES.

DES terbaru yang dirilis OJK itu akan mulai berlaku pada 1 Juni 2017. Keputusan itu merupakan panduan investasi bagi pihak pengguna DES seperti manajer investasi pengelola reksa dana syariah, investor syariah baik institusi maupun individu, bahkan penyedia indeks syariah seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menerbitkan Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Baca Lagi: Reksa Dana Saham Syariah Naik 27 Persen pada Januari 2017

Direktur Pengawas Pasar Modal Syariah OJK, Fadilah Kartikasasi, menyatakan sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan dalam penyusunan DES periode I tahun 2017 adalah berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016. Ditambah lagi data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten atau Perusahaan Publik.

”Secara periodic, OJK melakukan penerbitan DES pada akhir Mei dan akhir November, dan efektif pada tanggal 1 Juni dan 1 Desember,” kata Fadilah dalam keterangan resminya.

Selain itu, secara insidentil, penetapan DES juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan sahamnya memenuhi kriteria sebagai Efek Syariah.


Atau juga apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta material dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved