www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Modal Rp 1 Juta Sudah Bisa Beli Perusahaan

25-Sep-2017 11:21:23 WIB | Online | Share
Modal Rp 1 Juta Sudah Bisa Beli Perusahaan

Investasiku.co.id – Jangan anggap investasi di pasar saham sekadar jual beli kertas berharga. Jauh lebih bernilai dari itu. Sebab dengan modal Rp 1 juta atau bahkan kurang saja, sebenarnya sudah jadi bagian dari pemilik perusahaan.

Katakan lah modal yang ada di kantong sekarang dan dialokasikan untuk investasi itu sebesar Rp 1 juta. Bawa ke perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB) dan daftar jadi nasabah untuk mendapatkan rekening investasi.

Baca Juga : Kabar Gembira, Jumlah Investor Tembus Satu Juta

Saham perusahaan apa yang ada di pikiran dan minat untuk dibeli? Ok katakan lah pengin punya saham PT Astra International Tbk (ASII). Pertimbangannya, misalnya, karena grup Astra jualan mobil dan sepeda motor paling laris di Indonesia.

Sebut saja harga saham ASII sekarang Rp 7.500 per saham. Tapi ingat, tidak bisa beli eceran. Jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu per lot dan satu lot isinya sebanyak 100 saham.

Berarti, modal minimal untuk beli saham ASII adalah Rp 750 ribu. Ok, cukup dong. Malah ada sisa Rp 250 ribu.

Punya satu lot saham itu maka sudah dianggap sebagai bagian dari pemilik perusahaan Astra. Hebat kan? Bukti konkritnya apa?

Begini, definisi saham seperti disebutkan BEI adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Membeli saham berarti menjadi bagian dari pemilik atas perusahaan dimaksud.

Ketika memiliki saham sebuah perusahaan maka memiliki hak klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut.

Nah, nantinya, meskipun kita hanya punya satu lot saja, undangan mengikuti RUPS akan dikirimkan. Biasanya via email. Silakan ikut kalau mau tahu langsung tentang kondisi perusahaan itu.

Hak lainnya adalah mendapatkan dividen yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan pada periode tertentu. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Tapi banyak juga investor saham yang lebih memilih mendapatkan keuntungan dengan mencari Capital Gain. Apa itu? selisih antara harga beli dan harga jual.

Contoh: beli saham WXYZ Rp 1.000 per saham kemudian harganya naik dan dijual pada harga Rp 1.500 per saham. Terdapat keuntungan Rp 500 per saham. Tinggal dikalikan saja berapa jumlah saham yang kita punya.

Tapi semestinya, kalau kita merasa menjadi bagian dari pemilik perusahaan, ada ikatan emosional yang terjalin. Bahagia saat harga sahamnya naik dan bertanya-tanya saat terjadi penurunan.

Maka penting untuk selalu mengikuti perkembangan perusahaan dan perkembangan situasi yang bisa memengaruhi bisnis perusahaan.

Saat harganya turun, ada peluang untuk menambah kepemilikan. Beli di harga yang boleh dibilang sedang murah itu. Sebab sebaiknya investasi saham memang jangka panjang.

Baca Lagi: Cermati Cara Pilih Saham untuk Ditabung Secara Jangka Panjang

Oh iya tadi ada sisa Rp 250 ribu ya? Ok kita cari saham apa yang bisa kita beli dengan bujet sebesar itu. Berarti bisa untuk beli saham yang harganya maksimal Rp 2.500.

Misalnya, pengin punya saham di sektor berbeda. Sektor farmasi dan barang konsumsi. Di situ ada salah satunya PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Coba cek berapa harga sahamnya.

Sebut saja misalnya harga saat ini Rp 1.700 per saham. Ok, cukup untuk beli satu lot seharga Rp 170 ribu. Berarti, dari modal Rp 1 juta itu sudah bisa punya dua perusahaan sekarang.

Selanjutnya tinggal disiplin, update informasi, dan konsisten untuk menambah portofolio kepemilikan saham. Ganti saham lain yang dianggap lebih baik juga nggak masalah. Lakukan evaluasi secara periodik saja.

Di Mana Kah Saham Disimpan?

Foto: commons.wikimedia

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved