www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Mengenal SRO di Pasar Modal

5-Jan-2017 11:11:54 WIB | Online | Share
Mengenal SRO di Pasar Modal

investasiku.co.id - Di industri pasar modal Indonesia, regulator tertinggi ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun ada tiga lembaga yang disebut Self Regulatory Organizations (SRO) yang punya kewenangan menerapkan aturan dari regulator.

Apa saja tiga SRO dimaksud? PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Di antara ketiga SRO itu, boleh dibilang BEI sebagai induknya. Ketiganya berstatus swasta.


BEI

BEI adalah pihak penyedia berbagai infrastruktur pasar modal mulai dari sistem pencatatan, sistem dan aturan perdagangan, dan memiliki kewenangan dalam pengawasannya.

Pencatatan dan perdagangan dimaksud adalah semua efek di pasar modal mulai dari saham, obligasi korporasi, obligasi negara, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Efek Beragun Aset (EBA), dan lainnya.

Pemegang saham BEI adalah perusahaan sekuritas yang termasuk sebagai Anggota Bursa (AB). Saat ini jumlah AB yang tercatat di BEI sebanyak 111 perusahaan.

KSEI

Secara definisi, KSEI merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia. Lembaga ini berdiri pada 23 Desember 1997 dan memperoleh izin operasional pada 11 November 1998.

KSEI memiliki tugas untuk membantu dan mendukung BEI menciptakan pasar modal yang teratur, wajar, dan efisien. Terutama dari sisi transaksi.

KSEI memberikan layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek. Penyimpanan Efek dalam bentuk elektronik, penyelesaian transaksi Efek, administrasi Rekening Efek, distribusi hasil Corporate Action, dan jasa-jasa terkait lainnya.

Pemegang Saham KSEI terdiri atas berbagai pihak:

- Bank Kustodian (sebanyak 8 bank) : 35 persen

- Perusahaan Sekuritas (26 perusahaan) : 31,5 persen

- Biro Administrasi Efek (3 perusahaan) : 3 persen

- SRO (BEI dan KPEI) : 30,5 persen



KPEI

Dari keterangan resminya, peran utama KPEI sebagai SRO adalah sebagai Central Counterparty (CCP). Yaitu bertindak sebagai penjual untuk setiap pembeli dan sebagai pembeli untuk setiap penjual, dalam setiap penyelesaian transaksi atas instrumen investasi yang diperdagangkan di BEI.

Hadirnya KPEI juga mendorong efisiensi dan kepastian dalam penyelesaian transaksi bursa.

Proses kliring yang dilakukan KPEI bertujuan untuk menentukan bahwa setiap Anggota Kliring (AK) mengetahui hak dan kewajiban yang harus diselesaikan pada tanggal penyelesaian. Sedangkan fungsi penjaminan dalam penyelesaian transaksi bursa adalah pemberian kepastian dipenuhinya hak dan kewajiban bagi AK yang timbul dari transaksi bursa.

Pemegang saham KPEI adalah BEI

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved