www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Mengenal Repo, Sasaran Empuk Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

21-Jun-2017 16:44:03 WIB | Online | Share
Mengenal Repo, Sasaran Empuk Pelaku Pelanggaran di Pasar Modal

Investasiku.co.id – Sering terdengar soal pelanggaran di pasar modal terutama terkait kasus produk investasi Repurchase Agreement atau biasa disingkat Repo. Seperti apa sebenarnya bentuk investasi Repo itu? Kenapa marak kasus dari situ?

Sebelum membahas tentang Repo itu sendiri, sedikit kita update terkait informasi di pasar yang lagi-lagi melibatkan produk tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha sebagai Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek kepada PT Inti Kapital Sekuritas (PT IKS) d.h. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas (PT AAA Sekuritas) atas kasus dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Penetapan itu diumumkan oleh OJK pada Jumat (16/06).

Sanksi administratif juga diberikan kepada Direksi dan Komisaris perusahaan dimaksud yang terbukti melakukan pelanggaran pada kasus repo obligasi dengan PT Bank Antar Daerah (Bank Anda) dan Bank Maluku.

”IKS d.h. AAA Sekuritas terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan angka 9 huruf a Peraturan Nomor V.D.3 jo. angka 1 dan 2 Peraturan Nomor VIII.G.17 karena IKS d.h. AAA Sekuritas tidak mencatatkan transaksi Repo Obligasi dengan Bank Anda dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) baik dalam Laporan Keuangan Tahunan maupun Laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD),” bunyi putusan sanksi dari OJK.

Setidak-tidaknya, tidak terjadi pencatatan itu untuk periode 7 Agustus 2014 sampai 26 November 2014 dan mencatat transaksi Repo obligasi (dalam mata uang Rupiah) dengan Bank Anda dan Bank Maluku dalam Laporan Keuangan Tahunan tahun 2010 sampai 2013 dan Laporan MKBD IKS d.h. AAA Sekuritas dari tanggal 1 September 2014 sampai 2 Desember 2014 bukan sebagai Utang Repo.

”IKS d.h. AAA Sekuritas terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan angka 2 huruf a, b, dan h jo. angka 3 huruf a angka 1) Peraturan Nomor V.D.5 karena PT IKS d.h. PT AAA Sekuritas tidak memenuhi persyaratan nilai minimum MKBD yang disebabkan PT IKS d.h. PT AAA Sekuritas tidak mencatatkan transaksi Repo Obligasi dengan Bank Anda dalam mata uang USD dan mencatat transaksi Repo obligasi (dalam mata uang Rupiah) dengan Bank Anda dan Bank Maluku bukan sebagai Utang Repo,” tulis OJK menjelaskan atas pelanggaran dimaksud.

IKS d.h. AAA Sekuritas terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan angka 6 huruf e Peraturan Nomor V.D.4 dan ketentuan angka 6 Peraturan Nomor III.C.7 karena IKS d.h. AAA Sekuritas tidak memberikan akses kepada Bank Maluku dan Bank Anda untuk memonitor mutasi dan/atau saldo Efek dan/atau dana yang disimpan pada Sub Rekening Efek atas nama Bank Maluku dan Bank Anda yang tercatat di KSEI.

Maka perusahaan tersebut, sesuai dengan ketentuan angka 8 Peraturan Nomor V.D.1 sebagaimana telah dicabut, dinyatakan tidak berlaku, dan diganti dengan Peraturan OJK Nomor 45/POJK.04/2016 tentang Pengawasan Terhadap Wakil dan Pegawai Perusahaan Efek bertanggung jawab atas perilaku Wakil Perusahaan Efek dan pegawai Perusahaan Efek karena IKS d.h. AAA Sekuritas bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh Theodorus Andri Rukminto selaku Direktur Utama IKS d.h. AAA Sekuritas yang melakukan transaksi Repo yang merugikan Bank Maluku dan Bank Anda, serta melakukan transaksi tanpa perintah Bank Anda.

Selanjutnya, selain Sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha sebagai Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek kepada IKS d.h AAA Sekuritas, OJK juga telah menetapkan sanksi administratif kepada pihak-pihak terlibat terutama jajaran direksi perusahaan itu dan bahkan sampai pihak akuntan.

Baca Juga : Untuk Diketahui, Berbagai Praktik ini Dilarang di Pasar Saham

Banyak Kasus Repo

Terdapat sejumlah kasus di pasar modal terkait repo. Beberapa di antaranya yang cukup menjadi perhatian antara lain:

- Kasus repo saham PT Hanson Internasional Tbk (MYRX) melibatkan Goldman Sachs

- Kasus repo saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP)

- Kasus repo saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada 2008 yang cukup menghebohkan, dan beberapa lainnya.

Sejak 2015, regulator terutama OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) mencoba menyusun aturan repo agar lebih aman. Titik fokusnya adalah peningkatan pada transparansi, perlindungan, dan kepastian hukum.

Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Nurhaida, mengatakan dilakukan pengembangan infrastruktur untuk transaksi repi mencakup peraturan, pengembangan produk, serta layanan settlement transaksi repo yang dilengkapi pemantauan dan third party repo. ”Kalau sudah lebih transparan dan kepastian hukumnya lebih kuat, lebih mudah terpantau ke mana saja efek itu berpindah tangan,” ucapnya.

Salah satu persoalan utama pada repo, memang, adalah sulitnya melacak perpindahan kepemilikan efek repo. Terlebih belum ada standar perjanjian yang melindungi para pihak.

OJK sampai menuntut ilmu ke Korea dengan menjalin kerjasama bersama Korea Securities Depository (KSD) agar bisa merumuskan aturan lebih baik terkait repo.

Pada akhir Januari 2016 OJK akhirnya merilis Global Master Repurchase Agreement (GMRA) Indonesia sebagai acuan utama untuk transaksi repo. Terdapat empat bank yang ikut menandatangani penggunaan acuan baru itu yaitu Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BNI, dan Bank BRI.

GMRA Indonesia merupakan dokumen perjanjian yang dipersyaratkan untuk dipergunakan lembaga jasa keuangan dalam melakukan transaksi repo berdasarkan Peraturan OJK no.09/POJK.04/2015 tentang Pedoman Transaksi Repo Bagi Lembaga Jasa Keuangan.

Selain itu juga berlandaskan pada Surat Edaran OJK no.33/SEOJK.04/2015 tentang GMRA Indonesia. GMRA Indonesia mengadopsi standar perjanjian GMRA yang diterbitkan oleh International Capital Market Association (ICMA).

Definisi

Dalam bahasa singkat, repo biasa disebut dengan transaksi gadai efek. Secara umum definisinya adalah transaksi penjualan surat berharga (efek) dengan janji untuk dibeli kembali.

Apa saja efek yang biasa digunakan untuk transaksi repo? Umumnya adalah Obligasi Negara (Surat Utang Negara), Obligasi korporasi, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan Saham.

Surat berharga tersebut tetap dicatat sebagai aset dalam portofolio si penjual, sedangkan janji untuk membeli kembali dicatat sebagai sebagai kewajiban penjual.

Dengan kata lain repo merupakan sebuah transaksi penjualan instrumen efek antara dua belah pihak dengan diikuti perjanjian dimana pada waktu yang telah disepakati di kemudian hari, akan dilakukan pembelian kembali atas efek yang sama, pada harga tertentu yang sudah disepakati.

Repo biar bagaimanapun tetap diminati. Sebab keunggulannya adalah sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah dan sebagai alat untuk meningkatkan likuiditas.

Baca : Produk ini Mengubah Aset Beku Menjadi Likuid

REPO juga sering disebut sebagai secured loan. Pihak pembeli akan mendapatkan instrumen efek sebagai ‘jaminan’ atas jumlah dana yang diserahkan kepada pihak penjual. Kondisinya yaitu pada waktu yang telah disepakati, jika sejumlah dana dibayarkan kembali dari pihak penjual kepada pihak pembeli, maka instrumen efek tersebut juga dikembalikan dari pihak pembeli kepada penjual.

Dilihat dari mekanismenya memang mirip seperti pinjaman namun jika dilihat dari sudut pandang hukum maka pada transaksi repo terjadi perpindahan kepemilikan atas efek yang ditransaksikan. Itu lah maka kerap disebut Collateralized Borrowing.

Repo Sebagai Investasi

Transaksi repo memang salah satu mekanisme dalam rangka investasi. Dari sisi pembeli (buyer) akan mendapatkan return untuk jangka waktu pendek (short term) pada tingkat bunga menarik dan relatif aman karena pihak pembeli akan memegang jaminan berupa aset atau efek milik penjual.

Efek tersebut juga dapat dipergunakan untuk menghindari terjadinya short positions. Sedangkan dari sisi penjual, tranasksi Repo merupakan alternatif sumber pendanaan yang relatif murah (cheap funding cost) dan aman, dengan cara menyerahkan atau menjaminkan asetnya yang berupa efek tersebut.

Berdasarkan jangka waktu, jatuh tempo (due date), repo bisa dibagi menjadi 3 jenis :

- Overnight yaitu transaksi repo dengan jatuh tempo dalam satu hari. Ini paling populer digunakan.

- Term yaitu transaksi repo dengan jatuh tempo dalam kurun waktu tertentu.

- Open Repo yaitu tidak ditentukan jatuh temponya.

Kebalikan dari transaksi repo adalah reverse repo.

Foto ilustrasi: Pixabay

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved