www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Menanti Startup di Pasar Modal

31-Jul-2017 23:03:33 WIB | Online | Share
Menanti Startup di Pasar Modal

Investasiku.co.id – Pengin investasi di perusahaan startup? Atau sedang membangun perusahaan rintisan dan berharap dapat investor melalui pasar modal? Bersiap dari sekarang, ke depan hal itu bisa terjadi.

Industri pasar modal tidak menutup mata terhadap perubahan dan perkembangan situasi. Salah satunya dengan melihat potensi yang ada pada usaha rintisan utamanya berbasis teknologi atau biasa disebut startup.

Upaya pasar modal untuk merangkul para startup dilakukan regulator dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan membangun IDX Incubator. BEI terutama mendirikan IDX Incubator untuk mendukung perusahaan startup berbasis teknologi guna membangun bisnisnya melalui program bimbingan usaha, pelatihan, mentoring, serta akses ke investor dan Perusahaan Tercatat (emiten).

Disediakan fasilitas bagi para startup yang bergabung di situ antara lain berupa ruang kerja, ruang rapat, ruang pelatihan, dan high-speed internet.

Dalam pendadaranya, IDX Incubator memiliki kurikulum program, mentorship, training, fasilitas, funding acces (akses pendanaan), dan event. Dari situ diharapkan menjadi display bagi para investor yang berminat menjadi mitra salah satu dari mereka.

Regulator meyakini bahwa startup kelak berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Akan terus berkembang sehingga juga layak mendapat perhatian investor sehingga akses ke pasar modal coba dibuka.

Terlebih pelaku bisnis startup di Indonesia terbilang banyak. Jumlah bisnis startup di Negara ini diperkirakan oleh salah satu lembaga riset akan tumbuh hingga 6,5 kali lipat menjadi sekitar 13.000 perusahaan pada 2020.

Pada 2016, Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah startup tertinggi di Asia Tenggara, yakni sekitar 2.000 perusahaan. Dukungan juga datang dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Infomatika (Kominfo) yang telah mencanangkan target Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital atau mencetak sekitar 1.000 startup dengan kategori unicorn atau valuasi USD 1 miliar di 2020 mendatang.

IDX Incubator yang secara resmi mulai diluncurkan pada akhir Maret 2017 itu sendiri langsung memiliki sebanyak 24 startup peserta. Mereka merupakan yang terpilih hasil seleksi pendaftaran terbuka.

Jika bisa sampai tahap layak masuk pasar modal, kemungkinan di awal saham startup itu bisa dicatatkan di Papan Pengembangan sehingga kelak juga bisa masuk Papan Utama. Seperti diketahui, saat ini di BEI terdapat dua papan pencatatan saham yaitu Papan Pengembangan dan Papan Utama.

Tadinya, regulator memertimbangkan beberapa opsi untuk menampung startup dan juga perusahaan kelas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau biasa disebut Small Medium Enterprise (SME) agar ada akses bertemu investor di pasar modal.

Di antaranya; Opsi Papan Khusus UKM. Sempat juga muncul opsi Bursa Khusus UKM tapi biayanya pasti tinggi. Lalu ada opsi melibatkan Modal Ventura. Tetapi prosesnya berpotensi panjang.

Pertama, perusahaan modal ventura akan menilai perusahaan UKM atau startup potensial. Setelah itu datang membawa tambahan modal tapi bukan sebagai kreditur melainkan masuk menjadi bagian dari pemilik perusahaan itu.

Modal ventura yang memiliki kemampuan dan background pengelolaan di industri keuangan harus berperan meningkatkan tata kelola UKM itu sambil terus menumbuhkan bisnisnya. Nah nantinya startup itu jadi lebih bankable dan jika itu sudah terjadi maka bisa langsung didorong ke pasar modal melakukan penawaran saham kepada public alias Initial Public Offering (IPO).

Foto: BEI

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved