www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Menakar Risiko Investasi Saham

9-Jun-2016 15:28:57 WIB | Online | Share
Menakar Risiko Investasi Saham

Investasi saham memiliki daya pikat yang luarbiasa. Potensi meraih keuntungan besar dalam tempo singkat menjadi pembeda dengan instrumen investasi lainnya. Namun seperti halnya produk investasi lain, instrumen saham juga menyimpan risiko yang tak kalah jumbo, bahkan bisa dibilang risiko investasi saham termasuk salah satu yang paling tinggi.

Apa saja risiko yang perlu dipahami oleh investor yang akan berinvestasi saham?

Risiko Ekonomi

Gejolak yang terjadi pada sebuah negara atau kawasan akan sangat mempengaruhi kondisi pasar saham di seluruh dunia. Ketika ekonomi Amerika Serikat terpuruk akibat kasus subprime mortgage fasility di tahun 2008, seluruh pasar saham dunia rontok, termasuk harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia ( BEI).

Kondisi ekonomi domestik juga ikut berpengaruh terhadap pergerakan harga saham. Ketika ekonomi Indonesia menurun dan tidak sesuai ekspektasi pelaku pasar, maka dampaknya dapat menimbulkan guncangan di pasar saham. Hal ini terjadi lantaran harga-harga saham digerakkan oleh dua faktor utama yaitu sentimen atau persepsi dan fundamental perusahaan.

Risiko Kebangkrutan

Tidak ada jaminan bahwa semua perusahaan akan eksis selamanya. Jika sebuah emiten mengalami kebangkrutan, apakah melalui penetapan pengadilan atau berhenti operasi karena sebab lain, hal itu akan menjadi risiko investor.

Risiko Likuiditas

Sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) batas minimal saham beredar di publik atau free fload adalah sebesar 7,5% dari modal disetor perusahaan. Meski demikian ketika transaksi jual-beli di bursa efek sangat terbatas, maka investor akan menghadapi risiko likuditas dan akan berpengaruh terhadap pergerakan sahamnya.

Risiko Capital Loss

Risiko ini terjadi ketika harga saham sebuah perusahaan terus menurun akibat berbagai faktor. Untuk mengurangi risiko dan kerugian lebih besar, investor umumnya akan melepas sahamnya di harga yang lebih rendah dibanding harga pembelian.

Risiko Deviden

Tidak setiap emiten di BEI membayarkan dividen setiap tahun. Faktor dividen merupakan salah satu pemanis dalam investasi saham selain kenaikan harganya di pasar.

Risiko Delisting

Risiko ini terjadi sebagai dampak keluarnya perusahaan dari bursa efek. Dalam praktiknya, sebelum delisting dilakukan investor akan diberikan penawaran harga untuk melepas sahamnya kepada pemegang saham mayoritas atau pengendali.

Untuk mengelola risiko berinvestasi saham, banyak cara yang bisa dilakukan investor. Misalnya tidak menaruh investasi hanya dalam satu keranjang, menetapkan target keuntungan dan selalu mengikuti informasi yang berkembang, sehingga memahami arah dan proyeksi ekonomi ke depan. Dengan memilih perusahaan dengan fundamental kuat dan manajemen yang kredibel, risiko investasi di pasar modal juga akan lebih terjaga.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved