www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Memahami Risiko dan Keuntungan Obligasi

9-Jun-2016 15:28:27 WIB | Online | Share
Memahami Risiko dan Keuntungan Obligasi

Sebagai sebuah instrument investasi, obligasi menawarkan sejumlah keuntungan namun juga memiliki banyak risiko. Secara garis besar ada empat risiko utama yang harus dipahami oleh investor sebelum menetapkan pilihan investasinya pada obligasi.

Risiko Likuiditas

Risiko ini terjadi karena obligasi ini sulit untuk diperjualbelikan di pasar sekunder. Obligasi menjadi likuid jika permintaannya di pasar tinggi. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh karakteristik penerbit, kupon bunga dan masa jatuh tempo obligasi bersangkutan. Risiko likuiditas ini melekat pada semua obligasi. Namun, obligasi pemerintah cenderung lebih likuid lantaran ada pihak yang bertindak sebagai market maker yang berperan sebagai pembeli siaga.

Risiko Maturitas

Risiko ini terkait dengan masa jatuh tempo obligasi. Semakin lama masa jatuh tempo, maka tingkat risikonya juga semakin tinggi. Sebagai kompensasi, penerbit yang menjual obligasi dengan masa jatuh tempo panjang akan memberikan kupon bunga lebih tinggi.

Risiko Suku Bunga

Harga obligasi berbanding terbaik dengan suku bunga. Jika suku bunga acuan, dalam hal ini BI Rate, turun maka harga obligasi akan cenderung naik. Sebaliknya, ketika suku bunga naik maka harga obligasi akan cenderung menurun. Oleh karena itu investor yang berinvestasi di obligasi harus jeli dalam memproyeksikan tren pergerakan suku bunga, sehingga obligasi yang dibeli dapat menjadi investasi yang optimal.

Risiko Gagal Bayar atau default

Risiko ini melekat pada obligasi korporasi. Sementara obligasi negara kecil kemungkinan terjadi gagal bayar selama pemerintah Indonesia tetap berdiri. Oleh karena itu, investor harus selektif dan memahami betul karakteristik serta kemampuan finansial setiap penerbit obligasi. Semakin tinggi kupon bunga yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang harus ditanggung oleh investornya.

Selain berbagai risiko tersebut, investasi obligasi juga menawarkan keuntungan yang menawan. Pertama, keuntungan berupa pendapatan tetap dari kupon bunga secara periodik yang ditetapkan penerbit. Umumnya bunga obligasi lebih tinggi daripada bunga deposito ataupun BI Rate. Selain itu, jatuh tempo obligasi akan menentukan besaran dari bunga yang diberikan kepada investor.

Kedua, capital gain atau selisih penjualan obligasi. Keuntungan ini diperoleh investor ketika menjual obligasi di pasar sekunder dibandingkan harga pokok atau harga pembelian saat obligasi ini terbit. Jual beli obligasi dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap harga pokok obligasi. Misalnya, harga pokok obligasi adalah 1 juta dan dipasar sekunder dijualbelikan di harga 10%. Artinya, obligasi tersebut ditransaksikan diharga Rp 1,1 juta.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved