www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Memahami Investasi Saham

9-Jun-2016 15:26:59 WIB | Online | Share
Memahami Investasi Saham

Saham termasuk salah satu instrumen investasi yang kini makin digemari masyarakat. Potensi keuntungannya yang tinggi, modal investasi yang semakin terjangkau dan transaksi yang lebih mudah, merupakan beberapa faktor yang mendorong investor memilih saham sebagai pilihan investasinya.

Untuk menjadi investor saham, masyarakat pertama kali harus mendaftar ke perusahaan sekuritas atau broker yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejumlah broker menetapkan setoran awal sangat rendah, hanya Rp 100.000. (harus di cek ulang)

Setelah tercatat sebagai investor, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan modal untuk transaksi saham. Ukuran investasi saham di BEI adalah satu lot yang mencerminkan 100 lembar saham. Sederhananya, untuk berinvestasi di sebuah saham dengan harga Rp 200 per saham, maka investor hanya membutuhkan modal Rp 100 x 200 = 20.000. Namun sebuah investasi yang baik membutuhkan modal yang memadai dan jumlah saham lebih dari satu dalam kerajang investasinya.

Sumber keuntungan dari investasi saham bervariasi. Pertama, melalui capital gain, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual saham. Seorang investor yang membeli saham PT Z di harga Rp 300 per saham dan melepasnya di harga Rp 350 per saham, maka ia memperoleh capital gain sebesar Rp 50 per saham. Bagi investor saham, pergerakan harga saham di bursa efek adalah peluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam waktu yang relatif singkat.

Kedua, melalui dividen, yaitu keuntungan yang dibagikan oleh perusahan kepada pemegang saham. Besarnya dividen akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan. Tidak semua emiten di BEI membagikan dividen setiap tahunnya.

Namun, banyak juga perusahaan yang tidak membagi dividen karena butuh tambahan modal untuk ekspansi. Namun ada juga yang tidak membagi dividen karena perusahaan merugi. Perusahaan yang rutin membagi dividen biasanya adalah perusahaan yang memiliki fundamental bisnis yang kokoh.

Selain menjanjikan untung besar dalam waktu singkat, investasi saham juga memiliki risiko tinggi. Diantaranya, capital loss, yaitu kondisi dimana investor menjual saham dibawah harga belinya. Misalnya investor membeli saham PT Z di harga Rp 500 per saham. Lantaran harganya terus menurun, dan investor ingin mengurangi potensi kerugian lebih besar, ia kemudian menjualnya di harga Rp 150 per saham. Itulah capital loss yang dapat menimpa investor tersebut.

Risiko lainnya adalah Resiko Likuidasi. Kondisi terjadi ketika perusahaan yang sahamnya dimiliki bubar atau dinyatakan bangkrut oleh pengadilan. Dalam situasi ini hak klaim dari pemegang saham dapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi dari hasil penjualan kekayaan perusahaan.

Jika hasil penjualan kekayaan perusahaan masih tersisa, bagian sisa tersebut dapat dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

Untuk menghindari risiko investasi saham, investor perlu mengikuti perkembangan informasi perusahaan, sehingga risiko investasinya dapat dikelola dengan lebih baik.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved