www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Langsung Investasi Jangka Panjang atau Pilih Untuk Liburan Tahun Depan?

20-Oct-2017 18:32:48 WIB | Online | Share
Langsung Investasi Jangka Panjang atau Pilih Untuk Liburan Tahun Depan?

Investasiku.co.id – Niatnya, investasi untuk jangka panjang tapi kepikiran tahun depan pengin liburan. Padahal, dananya relatif pas-pasan. Sebaiknya bagaimana? Pilih salah satu atau bisa sekalian? Yuk kita bahas.

Pilih investasi jangka pendek di pasar modal memang sah-sah saja. Pilih investasi jangka panjang juga bagus karena dengan begitu berarti sudah ada perencanaan untuk masa depan. Bisa menjalankan keduanya sekaligus lebih hebat lagi.

Sebelum lebih jauh, perlu diketahui bahwa yang dimaksud jangka pendek adalah sampai dengan setahun. Kemudian jangka menengah, sampai tiga tahun, dan jangka panjang sampai antara lima tahun dan 10 tahun bahkan lebih.

Tapi, sebagai pemula dan memertimbangkan dana investasi yang terbatas, lebih logis kalau pilih salah satu saja. Sebelum jatuhkan pilihan, coba dirinci dulu secara sederhana saja seperti ini:

Tujuan Utama

Menetapkan tujuan merupakan hal penting sebelum memulai investasi. Sebab pengaruhnya kepada produk investasi yang dipilih apakah lebih pas investasi saham langsung, investasi reksa dana dan reksa dana yang mana, atau jangan-jangan justru lebih cocok investasi di luar pasar modal.

Asumsinya, untuk jangka pendek, investasi di pasar modal sudah ditentukan di awal yaitu supaya bisa punya uang berlibur tahun depan. Ke Bali, ke Banyuwangi, ke Pulau Komodo, ke Papua, atau bahkan ke luar negeri.

Sebaliknya jika pilih investasi jangka panjang, perlu ditentukan lagi dan banyak pilihan target. Bisa dalam rangka pensiun, untuk biaya pendidikan anak kelak, untuk membantu mewujudkan beli rumah impian, dan seterusnya.

Baca Juga : Pilih Reksa Dana untuk Biaya Sekolah Anak

Modal dan Bulanan

Berapa dana dimiliki sekarang? Berapa kira-kira uang bulanan yang bisa diinvestasikan? Jumlah uang dimiliki itu menjadi salah satu dasar pertimbangan memilih produk investasi dan dikaitkan dengan tujuan utama dalam berinvestasi.

Pertimbangan tujuan jangka pendek yaitu liburan tahun depan, berarti tinggal cari target produk investasi apa saja yang cocok dalam rangka itu. Target utama adalah Reksa Dana Pasar Uang.

Kenapa reksa dana pasar uang cocok untuk tujuan jangka pendek? Seperti kita tahu, dana kelolaan produk investasi ini mayoritas akan ditempatkan pihak pengelola reksa dana yaitu Manajer Investasi di deposito perbankan dan sisanya di surat utang (obligasi) yang akan jatuh tempo kurang dari setahun.

Terus kenapa nggak langsung investasi di deposito bank saja? Bisa! Tapi, modalnya berapa? Hitung juga, keuntungannya per tahun berapa? Yang jelas bunga deposito bank tidak jauh dari angka inflasi dan angka suku bunga acuan di Bank Indonesia (BI).

Selain itu, deposito langsung berarti dana yang kita setor sebagai modal akan dikunci. Tidak bisa diganggugugat sampai jatuh tempo sesuai perjanjian. Tidak bisa ditambah juga apalagi dikurangi. Silakan dihitung-hitung lagi.

Sebaliknya, kalau pilih reksa dana, termasuk reksa dana pasar uang, modal awal bisa mulai Rp100 ribu. Semakin banyak dana di awal maka semakin banyak unit reksa dana yang dimiliki.

Selain itu, jika sewaktu-waktu berubah pikiran misalnya tidak jadi liburan dan mau ganti produk investasi lainnya misalnya jadi pilih saham karena mau jangka panjang, portofolio reksa dana yang kita miliki bisa dijual (redeem/redemption) kapan saja.

Baca Lagi: Investasi Saham Memang Sebaiknya Jangka Panjang

Selanjutnya, terserah nasabah apakah akan top up (tambah) nilai dimiliki secara bulanan atau tidak. Bisa juga secara manual, terserah kapan tambah kepemilikan sesuai rezeki. Bisa per dua bulanan, bisa tiga bulanan, bisa juga secara tidak teratur.

Tinggal dihitung saja sesuai kebutuhan liburan tahun depan berapa? Asumsi kebutuhannya pasti bisa diperkirakan mulai dari ongkos transportasi, biaya menginap, makanan, dan sebagainya.

Selanjutnya tinggal dihitung dengan modal investasi dan potensi keuntungannya. Sejauh ini, secara rata-rata, keuntungan investasi di reksa dana pasar uang sebesar 7 persen per tahun.

Sudah ketemu berapa ongkos liburan tahun depan? Ok katakan lah Rp7 juta ya. Dengan asumsi keuntungan investasi di reksa dana pasar uang sebesar 7 persen setahun maka harus investasi Rp561.578 per bulan. Bulatkan saja lah jadi Rp562.000.

Nah angka bulanan itu bisa jauh berkurang kalau modal pada awal beli produk reksa dana pasar uang itu jauh lebih besar. Misalnya Rp1 juta atau bahkan Rp1,5 juta.

Tingkatkan Pemahaman

Mulai investasi jangka pendek misalnya melalui reksa dana pasar uang setidaknya sudah satu langkah lebih maju untuk meningkatkan pengetahuan investasi di pasar modal. Sebab saat membuka rekening saja, petugas dari Manajer Investasi akan memberikan banyak informasi dan pertimbangan.

Selanjutnya bisa “learning by doing”. Banyak informasi diberikan terkait pasar modal. Lagipula, menjadi investor sebaiknya memang rajin update informasi baik terkait produk investasi yang kita miliki maupun secara umum. Supaya tahu juga peluang investasi lain yang lebih baik.

Baca: Investor Saham Jangan Malas Update Informasi

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved