www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Ladies, Saatnya Kalian Berani Investasi

17-Feb-2017 19:39:38 WIB | Online | Share
Ladies, Saatnya Kalian Berani Investasi

investasiku.co.id - Kepercayaan diri adalah masalah utama perempuan dalam berinvestasi. Itu hasil survei yang dilakukan Fidelity Financial Institution, Amerika Serikat (AS) pada 2015. Come on ladies, jangan takut, investasi itu penting!

Dari survei tersebut, dihasilkan angka sebesar 60 persen perempuan ragu memiliki uang yang cukup. Selebihnya, merasa tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman, dan tidak tahu harus berinvestasi ke mana.

Beberapa fakta dipaparkan terkait hal tersebut. Bahwa 58 persen perempuan yang masuk Gen X (36 tahun sampai 49 tahun) meragukan keputusan finansial yang dibuatnya.

Kemudian sebesar 57 persen perempuan Gen Y (18 tahun sampai 35 tahun) meragukan keputusunan finansial yang dibuatnya. Sedangkan dari kalangan Baby Boomers (50 tahun sampai 68 tahun) sebesar 41 persen yang merasakan hal sama.

Lalu apa yang lebih disukai perempuan untuk dibahas? Sebesar 78 persen dari total 100 persen lebih suka membahas isu terhangat. Mungkin termasuk gossip di dalamnya. Lalu sebesar 71 persen dari total 100 persen lebih suka membahas isu di lingkungan pekerjaan.

Pertanyaan sebaliknya, perempuan kurang suka membahas apa? Hasil survei tersebut, sebesar 65 persen dari total 100 persen kurang suka membahas ide investasi. lalu sebesar 48 persen kurang suka membahas kesulitan merawat orangtua, dan sebesar 47 persen kurang suka membahas kiat belanja.

Kutipan besar dari hasil survei tersebut secara umum menyebut bahwa 83 persen perempuan ingin lebih banyak terlibat dalam pengelolaan finansial dengan topic perencanaan finansial, keuangan, dan investasi. Namun membahas soal keuangan bagi wanita adalah hal yang tabu.

Bagaimana dengan perempuan Indonesia? Kurang lebih sama. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa menjadi representasi atas situasi belum leluasanya perempuan untuk mulai terjun berinvestasi demi masa depan.

Data BEI mencatat jumlah investor dengan kepemilikan Single Investor Identification (SID) sebanyak 535.994 investor pada 2016. Angka itu naik 23,4 persen jika dibandingkan sebanyak 434.107 SID pada 2015.

Bukan hanya total investornya saja yang bertambah. Jumlah investor yang aktif bertransaksi juga bertambah sebesar 21,35 persen menjadi 187.268 investor pada 2016 dibandingkan sebanyak 154.318 investor pada 2015.


Di antara total tambahan 101.887 investor baru sepanjang 2016 itu, sebanyak 53.657 di antaranya adalah perempuan. Namun yang kemudian menjadi investor aktif di pasar saham jumlahnya sedikit.

Hanya 472 investor perempuan saja yang kemudian tercatat menjadi investor aktif pendatang baru pada 2016. Sebaliknya tambahan investor aktif baru dari kaum adam jumlahnya sebanyak 21.470 investor pada 2016.

Sebanyak 472 investor kaum hawa yang aktif bertransaksi saham itu tercatat membukukan aksi jual beli sebesar Rp 231,488 triliun pada tahun lalu. Sebaliknya kaum pria yang menjadi investor aktif baru mencatatkan transaksi sebesar Rp 614,784 triliun.

Maka total transaksi yang dilakukan para investor aktif baru di pasar saham Indonesia itu sebesar Rp 846,272 triliun pada 2016. Cukup signfikan jika dibandingkan Rp 2.328 triliun nilai transaksi saham secara total yang dilakukan investor lokal pada sepanjang tahun lalu.

Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan menyebut hal tersebut sudah merupakan langkah positif dari para investor pemula. Ke depan diharapkan semakin aktif dan berperan semakin signifikan.

Termasuk juga para investor perempuan yang diharapkan jumlah investor aktifnya semakin bertambah. Jika dihitung dari total transaksi yang dilakukan investor lokal pada tahun lalu, porsi investor perempuan sebesar Rp 231,488 triliun itu baru berkontribusi sekitar 2,15 persen.

Nicky yakin jika investor perempuan bisa lebih aktif, rasio investor aktif di pasar saham Indonesia akan meningkat signifikan.

Memang sebanyak 187.268 investor aktif pada 2016 itu rasionya baru sekitar 14,72 persen dari total investor pada tahun tersebut. Sedikit meningkat dibandingkan 13,58 persen rasio pada 2015.

Baca: Jadi Investor Aktif Yuk Kurangi Ketergantungan Asing

(foto: Irina Shayk/L’Oreal Paris Media Release)

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved