www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Cerita Investasiku

Kolaborasi Investasi Suami Istri ala Giring Nidji

1-Feb-2017 11:20:10 WIB | Online | Share
Kolaborasi Investasi Suami Istri ala Giring Nidji

Investasiku.co.id - Giring sang vokalis grup band Nidji melibatkan secara aktif sang istri dalam berinvestasi. Hasilnya jauh lebih baik, bisa lebih teratur dalam mengatur keuangan antara kebutuhan reguler dengan menyisihkan untuk masa depan.

Pemilik nama lengkap Giring Ganesha itu melibatkan istrinya yang bernama Cynthia Riza untuk berbagi peran dalam mengatur investasi. Maklum, sebagai vokalis grup band yang masih aktif, Giring masih sering bepergian manggung ke banyak lokasi dan banyak daerah.

Padahal, investasi Giring sudah cukup beragam. Ada di saham, reksadana, sampai Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Beruntung, Cynthia, selain dalam rangka mendukung suami dan keluarga juga punya minat untuk mendalami berbagai hal dalam investasi. Sambil jalan sambil belajar maka terbentuk lah pasangan yang kompak termasuk dalam urusan keuangan.

Di instrument investasi obligasi, Giring menabur dengan pola compound return. ”Pertama itu beli ORI tahun 2015,” ucap Giring usai mengisi acara Stock Sound di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (31/01/2017)

ORI dibelinya menawarkan kupon sebesar 6 persen di akhir tahun 2016. Pola compounding alias investasi bunga berbunga, menurutnya, merupakan strategi yang dijalankan dalam meningkatkan imbal hasil yang diperoleh dari obligasi yang kemudian dialihkan ke reksadana.

”Setiap bulan kan dapat kupon dari ORI. Nah terus saya switching ke reksadana pendapatan tetap,” ungkapnya.

Strategi investasi compounding adalah menempatkan ke instrumen yang menawarkan keuntungan (return) yang diinvestasikan kembali bersama-sama dengan dana investasi awal. Investor mengharapkan return yang diperolehnya bisa berkali lipat lebih tinggi.

Giring enggan menyebut berapa nilai investasinya di ORI. Yang pasti instrument investasi diterbitkan pemerintah itu mendapat porsi sebesar 30 persen dari total portofolio investasi pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, itu bersama sang istri.

Sebesar 30 persen lainnya adalah investasi di instrument saham. kemudian sebesar 25 persen dalam bentuk reksadana dan sebesar 15 persen berupa emas. ”Sekarang dia yang atur,” Giring menunjuk Cynthia.

Cynthia sendiri memang berupaya selain mengatur pola keuangannya, lebih dari itu berupaya menemukan instrument investasi yang paling menarik pada periode waktu tertentu.

Untuk saat ini dia memutuskan memilih sektor perbankan untuk investasi di instrument saham. Di antaranya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Dilakukan metode average down, yakni menambah kepemilikannya di saham-saham unggulan ketika harganya terkoreksi.

”Sering beli saham BRI ketika harganya jatuh. Saya simpan untuk investasi jangka panjang,” Giring mengakui.

Jika ada sinyal berbeda atau harus menambah porsi kepemilikan lagi, Cynthia yang akan mengeksekusi. Dia yang lebih leluasa untuk melakukan trading saham. ”Ya masih belajar sih untuk trading,” dia rendah hati.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved