www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Cerita Investasiku

Kata Raisa, Mumpung Muda Ambil Risiko Kecil Oke Lah

3-Apr-2017 10:16:00 WIB | Online | Share
Kata Raisa, Mumpung Muda Ambil Risiko Kecil Oke Lah

Sempat ragu dan takut, penyanyi kondang, Raisa, akhirnya berani mulai mencoba beberapa instrument investasi di pasar modal. Terutama saham. Usia muda membuatnya semakin leluasa untuk mencoba dan belajar lebih baik agar kelak tinggal menikmati hasil.

Soal investasi pemilik suara merdu bernama lengkap Raisa Andriana di pasar modal itu terungkap ketika dia menjadi bintang Stock Sound di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), 31 Maret 2017. Sebelum bernyanyi, Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, menanyakan beberapa hal terkait investasi kepadanya.

Pertanyaan pertama tentang apakah dia sudah memiliki akun rekening investasi di pasar modal. ”Iya sudah punya. Masih terbilang baru sih,” perempuan kelahiran Jakarta, 6 Juni 1990, itu mengakui.

Saham apa saja yang dimiliki? ”Ada tiga. Tapi tidak usah aku sebut ya,” kelitnya. Tito melanjutkan pertanyaan tentang seberapa untung dia di tiga saham tersebut. ”Ya untung. Tapi tidak banyak sih. Kan investasiku juga belum banyak,” jawab Raisa lagi.

Pelantun lagu Kali Kedua itu mengatakan saat kali pertama mendapat ajakan investasi di saham, ada rasa takut dan ragu. Maklum, menurutnya, itu merupakan hal baru baginya.


Baca Juga: Zaith Kasih Bukti Investasi di Pasar Modal Murah dan Nggak Rumit

Tapi Raisa memutuskan berani mencoba. Teman yang mengajaknya kemudian mengajarkan dua kali tentang cara menggunakan akun saham baik untuk sekadar beli maupun trading. ”Waktu pertama mulai aktif, agak sok tahu sih. Tapi seru sih,” kisahnya.

Dia memutuskan membeli tiga saham perusahaan berkapitalisasi besar (big cap). Itu pun karena produk dari perusahaannya dia mengetahui. ”Pokoknya yang perusahaannya stabil,” kata dia.

Dari kesan pertama, Raisa menyimpulkan bahwa memang terdapat tantangan berupa tuntutan wajib belajar. Mengetahui tekniknya, menggali informasi tentang saham perusahaan, dan tentang perusahaan itu sendiri.


Baca Ini: Ladies, Saatnya Kalian Berani Investasi

Tapi kemudian dia menyadari bahwa belajar itu penting. Terlebih itu untuk mengupgrade diri dan hasil investasinya pun untuk diri sendiri.

Raisa menyadari bahwa investasi saham termasuk menawarkan imbal hasil tinggi tetapi risikonya pun tinggi (high risk high return). Bagaimana menyikapi itu? ”Belum pernah worried (khawatir) banget sih. Karena belum besar juga (nilai investasinya). Belum sampai triliunan, ciyee,” dia lantas tertawa.

Mumpung masih muda dan belum banyak tanggungan biaya untuk rumah tangga, menurutnya, belajar sambil praktik investasi tidak ada salahnya. Malah bisa jadi hasilnya lebih baik. ”Belum ada tanggungjawab untuk anak lah, segala macam. Jadi untuk ambil risiko kecil oke lah,” pikir Raisa yang juga laris sebagai bintang iklan itu.


Baca : Modal Penasaran Berbuah Komunitas Investor Pemula

Toh, menurut dia, uang yang didapat tidak baik jika hanya mengendap. Jika tidak investasi maka diputar agar membuahkan hasil.

Sebelum mencoba investasi saham langsung, Raisa mengenal instrument investasi deposito di bank dan properti. Baru kemudian mengenal investasi reksa dana. ”Mungkin butuh belajar lagi,” ujarnya, agar bisa memilih investasi lebih maksimal.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved