www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Kata Jokowi, Segera Investasi dan Jangan Tunda Lagi

13-Sep-2017 09:40:08 WIB | Online | Share
Kata Jokowi, Segera Investasi dan Jangan Tunda Lagi

Investasiku.co.id – Jangan tunda-tunda lagi, ayo mulai investasi dari sekarang. Kondisi ekonomi dan kepercayaan investasi terus meningkat. Yang lebih penting lagi, presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung penuh terciptanya masyarakat investor di Indonesia.

Zaman Orde Baru, kita semua pasti ingat, pemerintah mendorong masyarakat gemar menabung. Ada banyak kampanye tentang itu walaupun faktanya sampai sekarang nggak sedikit masyarakat yang masih simpan uang di bawah bantal.

Menabung itu baik. Tapi semakin hari, perlu semakin disadari bahwa sekadar menabung saja nggak cukup. Ada peluang meningkatkan nilai simpanan kita dalam bentuk menabung lain yaitu dengan cara investasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) punya program Yuk Nabung Saham. Institusi lain juga ada yang menawarkan pola menabung sejenis yang pada intinya adalah berinvestasi.

Ketika berinvestasi, sebenarnya kita bukan sekadar sedang berupaya meningkatkan nilai simpanan di masa mendatang. Lebih dari itu. Apa saja?

  1. Belajar jadi pemilik. Membeli saham, misalnya, berapapun jumlahnya kita sudah jadi bagian dari pemilik perusahaan yang sahamnya kita beli. Dengan begitu kita juga lebih peduli dan sensitif sama situasi yang bisa berkaitan sama perusahaan itu
  2. Membantu pemerintah mendapatkan tambahan modal untuk pembangunan. Bisa untuk infrastruktur, bisa juga untuk kegiatan pembangunan lainnya.
  3. Berinvestasi juga membantu percepatan kemandirian pasar modal Indonesia supaya mengurangi ketergantungan kepada investor asing.
  4. Masih banyak lagi nilai positif lainnya.

”Ini kan momentum, kenapa masih ada yang pesimis? Apa yang dicari? Apa yang ditunggu? Pengusaha selalu bilang wait and see. Apa yang di wait, apa yang di see? Ini momentum saya sampaikan supaya tidak ada lagi wait and see,” ucap Jokowi di gedung BEI (30/08).

Sindiran sang Presiden itu memang lebih kepada pelaku usaha. Tapi, sebenarnya, juga untuk masyarakat juga. Untuk para investor.

Sebab penawaran investasi yang diterbitkan pengusaha melalui perusahaannya membutuhkan investor untuk menyerap. Nah kondisinya, investor di pasar modal sekarang baru mencapai 1 juta.

Jumlah investor tercatat itu memang masih kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia. Masih kurang dari 1 persen. Tapi justru itu peluangnya di situ. Mumpung masih sedikit, masih bertumbuh, kita menjadi bagian dari pertumbuhan di dalamnya.

Jokowi juga menyebut berbagai situasi yang menjadi alasan bahwa sekarang memang momentum bagus untuk mulai investasi buat siapapun.

Pertama, rating Indonesia sudah layak investasi (investment grade)

Kedua, Indonesia sudah menjadi salah satu tujuan investasi global dari sebelumnya urutan 8 sekarang naik jadi urutan 4.

Ketiga, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah meningkat. Bahkan di level global, status ini sudah mengalahkan Swiss.

Jadi, yuk mulai investasi. Mau tunggu apa lagi? Lagipula inflasi terus terjadi meskipun bukan cuma inflasi yang menjadi alasan kenapa kita harus investasi.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved