www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Kalian Para Gen Z, Saatnya Atur Uang Demi Masa Depan

7-Jun-2017 23:16:07 WIB | Online | Share
Kalian Para Gen Z, Saatnya Atur Uang Demi Masa Depan

Investasiku.co.id – Mulai atur pola hidup terutama soal keuangan supaya lebih hemat yuk! Terutama buat kaum muda, perbanyak investasi karena menyiapkan masa depan dalam situasi penuh ketidakpastian sangat penting

Baru-baru ini, penelitian oleh Center for Generational Kinetics tahun 2017 seperti dikutip Business Insider memerlihatkan bagaimana generasi Z (Gen Z) menyikapi soal keuangan. Gen Z adalah orang-orang yang lahir mulai 1996 dan seterusnya yang merupakan penerus Gen Y (lahir 1977 – 1995).

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) itu menunjukkan Gen Z tidak begitu panik saat menjadi dewasa seperti generasi sebelumnya, terutama bila menyangkut uang. Sebab mereka sudah lebih paham dalam menata finansial sejak dini.

Dicontohkan oleh Eryn McIntyre yang berusia 20 tahun dari Pembroke Pines, Florida. Salah satu peserta survey itu mengaku berhati-hati dengan uang sangat penting bagi kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, terutama ketika harus memilih tempat untuk belajar setelah sekolah menengah.

”Ketika memutuskan untuk kuliah , Saya sengaja memilih sebuah sekolah yang tidak akan membiarkan saya berhutang saat lulus,” ucapnya.

”Saya juga melihat apa yang terjadi pada banyak orangtua dan keluarga teman saya selama resesi hebat, dan karena saya tidak pernah ingin berada di posisi itu, saya sudah sangat menyadari bagaimana saya menghemat dan menghabiskan uang,” terusnya.

Memang, setidaknya, satu dari lima responden Gen Z dalam sebuah penelitian oleh Center for Generational Kinetics itu mengatakan bahwa utang harus dihindari dengan segala cara. Itu bahkan tercermin dalam perasaan orang muda tentang pendidikan tinggi.

”Generasi Z dengan sengaja memilih untuk memilih perguruan tinggi yang tidak terlalu mahal sehingga mereka bisa lulus dengan utang yang lebih rendah.”

Simak Juga : Ibarat Sedia Payung Sebelum Tua

Bagaimana Gen Z Menyikapi Uang

Selain menghindari utang yang dianggap selayaknya wabah, Gen Z menempatkan prioritas tinggi untuk menabung, dengan 21 persen di Pusat Studi Generasi Kinetika mengatakan bahwa mereka telah memiliki rekening tabungan sejak sebelum usia 10 tahun.

Penelitian lain menemukan bahwa 89 persen responden Gen Z mengatakan bahwa mereka sangat optimistis mengenai masa depan keuangan mereka - dibandingkan dengan 83 persen milenium dan Gen Xers dan 78 persen baby boomer (lahir 1946 – 1964), dalam sebuah studi Lincoln Financial Group tahun 2016.

Harapan itu, mungkin, karena selain memiliki lebih banyak waktu sampai pensiun (dan lulus selama pasar modal bullish), penabung yang lebih muda menyimpan uang secara lebih cepat daripada generasi yang lebih tua.

Baca : Bullish dan Bearish

Setidaknya 64 persen Gen Zers dalam penelitian ini mengatakan bahwa mereka memiliki rekening tabungan mereka sendiri, dibandingkan dengan 51 persen penabung dari generasi yang lebih tua.

Gen Z Sedang (Sudah) Menabung untuk Masa Pensiun

Sementara pensiun mungkin tampak seperti tahun cahaya, Gen Zers membuat pensiun sebagai prioritas, bahkan saat masih remaja. Meskipun Gen Zers masih remaja dan awal 20-an, Center for Generational Kinetics melaporkan 12 persen Gen Z mengatakan bahwa mereka sudah mulai menabung untuk masa pensiun dan 35 persen mengatakan bahwa mereka berencana untuk mulai menabung di usia dua puluhan.

Di luar sekadar menyisihkan uang untuk masa depan, Gen Zers sedang memikirkan kemana mereka akan mendapatkan uang untuk masa pensiun. Setidaknya 52 persen di Pusat Studi Generasi Kinetika mengatakan bahwa mereka berencana untuk membayar uang pensiun dengan tabungan pribadi, 28 persen akan terus bekerja, dan 26 persen akan bergantung pada bantuan pemerintah.

Sementara generasi milenium alias generasi Y mengandalkan sumber uang yang sama untuk masa pensiun, 59 persen mengatakan bahwa mereka berencana untuk menggunakan tabungan, 34 persen akan terus bekerja, dan 33 persen akan bersandar pada program pemerintah saat pensiun.

Baca Lagi : Saran dari Jack Ma Soal Persiapan Usia Senja

Menabung Terbaik Adalah Investasi

Menabung dalam konteks penelitian di atas maksudnya adalah menyisihkan uang untuk disimpan demi masa depan. Konsep terbaik tentu saja dengan investasi karena menawarkan keuntungan (return) lebih baik dari sekadar menyimpan uang secara pasif di rekening bank.

Soal kenapa sebaiknya memilih investasi ketimbang sekadar menabung sebelumnya sudah banyak dibahas di sini. Mulai dari pertimbangan inflasi, ilmu baru yang bisa didapat jika rajin investasi, dan lain sebagainya.

Baca Lagi : Bukan Cuma Inflasi Alasan Kita Harus Investasi

Nah mumpung masih banyak keleluasaan waktu, situasi ekonomi dan sosial, juga keuangan, ada baiknya mulai disiplin menyisihkan sebagian uang untuk rajin berinvestasi. Pilihan investasi di pasar modal sekarang semakin beragam dan semakin mudah.

Kehadiran teknologi baik itu aplikasi maupun website yang bisa membuat kita investasi di mana saja dan kapan saja memberikan banyak kemudahan. Sudah ada Reksa Dana Online.

Adanya perusahaan Manajer Investasi juga memberikan keleluasaan buat kita untuk tetap fokus bekerja, berkarir, atau membangun bisnis tanpa khawatir disibukkan dengan menata investasi itu sendiri.

Serahkan saja kepada Manajer Investasi yang resmi dan terdaftar di regulator. Mereka akan tetap memberikan laporan atas perkembangan portofolio investasi yang kita miliki. Misalnya, sebulan sekali jika di produk investasi reksa dana.

Foto : distribucionactualidad

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved