www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Kabar Gembira, Jumlah Investor Tembus Satu Juta

9-Jun-2017 12:55:04 WIB | Online | Share
Kabar Gembira, Jumlah Investor Tembus Satu Juta

Investasiku.co.id – Kabar gembira, jumlah investor di pasar modal Indonesia akhirnya menembus angka psikologis satu juta. Masih relatif kecil sih ya, kurang dari satu persen jika dibandingkan jumlah penduduk negara ini namun pertumbuhan terus terjadi seiring dengan semakin positifnya iklim investasi.

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, angka pemilik Single Investor Identification (SID) telah mencapai 1.000.289 sampai dengan Rabu, 7 Juni 2017. Jumlah tersebut merupakan jumlah SID terkonsolidasi yang terdiri dari investor pemilik Saham, Surat Utang, Reksa Dana, Surat Berharga Negara (SBN) dan Efek lain yang tercatat di KSEI.

SID merupakan identitas tunggal yang wajib dimiliki oleh investor pasar modal. Penerapan kewajiban SID tersebut berlaku sejak tahun 2012. Rinciannya sebagai berikut:


Pada tahun 2016, jumlah investor yang tercatat di KSEI semakin terkonsolidasi melalui implementasi Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) dan ditunjuknya KSEI sebagai SID Generator untuk investor Surat Berharga Negara pada Oktober 2016.

”Jumlah investor yang telah melebihi satu juta tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bagi pasar modal di Indonesia. Hal tersebut tidak lepas dari upaya regulator pasar modal untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan berinvestasi melalui pengembangan infrastruktur, pelaksanaan edukasi dan sosialiasi pasar modal di berbagai daerah, serta kontribusi dari seluruh pelaku pasar,” kata Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi, Kamis (08/06).

Baca Lagi : Mengenal SRO di Pasar Modal

Setelah penerapan S-INVEST, diakui perempuan akrab disapa Kiki, itu konsolidasi data SID semakin baik dan mampu meningkatkan jumlah investor pasar modal hingga kali dua lebih banyak. ”Sebelum ada S-INVEST, jumlah investor yang tercatat di KSEI berkisar antara 400 ribu sampai 500 ribu, kemudian melonjak menjadi 800 ribu pada Agustus tahun lalu,” terusnya.

Mengetahui perkembangan data investor secara riil merupakan kebutuhan bagi industri. Sebab jumlah investor merupakan salah satu indikator utama dari pertumbuhan pasar atau industri pasar modal Indonesia itu sendiri.

Kiki menuturkan, pemilik SID saat ini masih didominasi oleh investor pemilik saham, obligasi atau Efek bersifat utang lainnya yang mencapai 580.685 SID. Sementara itu, sebanyak 523.309 SID merupakan investor Reksa Dana.

Secara keseluruhan, jumlah investor di pasar modal telah meningkat 12 persen dari 894.116 di tahun 2016 menjadi 1.000.289 per 7 Juni 2017.

Dari sisi kepemilikan, investor lokal telah mendominasi sebesar 51,14 persen dibandingkan komposisi kepemilikan investor asing sebesar 48,86 persen.

KSEI bersama dengan SRO lainnya, kata Kiki, akan terus berupaya mendongkrak pertumbuhan investor. ”Jumlah investor pasar modal kurang dari 1 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Persebarannya pun belum merata karena masih terkonsentrasi di pulau Jawa sebesar 77 persen,” akunya.

Namun, menurut dia, dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan potensi pasar yang terus dikembangkan, diharapkan jumlah SID ke depannya dapat terus meningkat.

Jika ditelusuri lagi, penambahan jumlah investor hingga menembus angka satu juta itu memang sejalan dengan tren positif pasar terutama pasar saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak akhir 2016 sampai Mei 2017, misalnya, terjadi kenaikan sebesar 8,3 persen.

Artinya, kinerja saham di Indonesia secara rata-rata dalam kurun waktu lima bulan itu sudah menghasilkan return sebesar 8,3 persen. Sudah lebih baik tentu saja jika dibandingkan produk investasi dari perbankan seperti deposito.

Peluang Memulai Investasi

Data penambahan jumlah investor pasar modal di Indonesia itu memang di satu sisi menggembirakan. Di sisi lain, perlu menjadi renungan kenapa jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan jumlah penduduk secara nasional.

Tapi, yang paling penting adalah soal peluang. Soal pertumbuhannya. Pertumbuhan industri pasar modal dan pertumbuhan jumlah investornya itu sendiri. Peluang bagi kita untuk memulai sebagai bagian dari masyarakat investasi di pasar modal Indonesia sejak dini.

Yup! Sejak industri pasar modalnya sedang berupaya untuk terus bertumbuh. Dengan begitu kita akan jadi bagian dari pertumbuhan itu. Menikmati hasil dari pertumbuhan yang terjadi dan bukan menjadi bagian investor yang terlambat.

Simak Juga : Jadi Investor Aktif Yuk Bantu Kurangi Ketergantungan kepada Investor Asing

Toh membina kesadaran untuk memulai investasi demi masa depan dan usia senja juga tidak ada ruginya. Bahkan memang sudah harus dilakukan, termasuk oleh generasi milenial dan generasi kekinian yang disebut Gen Z

Baca : Kalian Para Gen Z Saatnya Atur Uang Demi Masa Depan

Dilihat dari faktor ekonomi, ajakan memulai investasi saat ini juga bukan tanpa alasan. Indonesia terus menunjukkan kemampuan sebagai negara dengan kemampuan mengelola sumber daya manusia dan sumber daya alam sebagai sumber utama penghasilan negara.

Perekonomian negara terus tumbuh. Baru-baru ini bahkan dapat rating “Layak Investasi” dari lembaga pemeringkat global. Arus investasi dari investor asing juga terus terjadi dan semakin bertambah. Sebaiknya, kita sebagai warga dalam negeri, tidak terlambat untuk ikut sejak awal menikmati.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved