www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Jumlah Investor dan Dana Kelolaan Reksa Dana Naik Terus

30-Jul-2017 16:10:41 WIB | Online | Share
Jumlah Investor dan Dana Kelolaan Reksa Dana Naik Terus

Investasiku.co.id – Tidak salah jika produk investasi reksa dana merupakan salah satu pilihan investasi paling favorit di pasar modal Indonesia. Jumlah investor bertambah signifikan sehingga dana kelolaan sudah bertambah mendekati Rp 400 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dalam tujuh tahun terakhir terjadi kenaikan dana kelolaan reksa dana mencapai sekitar 150 persen menjadi Rp 387 triliun dibandingkan sekitar Rp 153 triliun pada akhir 2010.

”Reksa dana bertumbuh terus. Rp 387 triliun itu posisi terakhir per 25 Juli 2017,” ucap Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Sujanto, saat menghadiri launching program Pengembangan Basis Investor Reksa Dana di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/07).

Kenaikan nilai dana kelolaan atau biasa disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana terjadi seiring terus meningkatnya jumlah investor di salah satu produk investasi pasar modal itu. OJK mencatat per 25 Juli 2017 jumlah investor reksa dana sebanyak 536.150 seperti yang tertera pada data Single Investor Identification (SID).

Baca Juga : Kabar Gembira Jumlah Investor Tembus Satu Juta

Dibandingkan 2015 yang tercatat sebanyak 247.982 investor saja, sudah terjadi kenaikan sebesar 116 persen. ”Semakin banyak investor reksa dana dan jumlah dana kelolaan itu bisa memincu peningkatan transaksi perdagangan di bursa,” kata dia.

Terlebih, mayoritas atau dominasi di antara berbagai jenis produk reksa dana adalah reksa dana saham yang tercatat memiliki dana kelolaan sebesar Rp 108 triliun. Tertinggi kedua adalah reksa dana terproteksi sekitar Rp 90,7 triliun diikuti reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 83,8 triliun, reksa dana pasar uang sebesar Rp 50 triliun, reksa dana campuran sekitar Rp 24,3 triliun, reksa dana syariah sebesar Rp 18 triliun, dan reksa dana lainnya.

Nilai dana kelolaan di antara masing-masing jenis reksa dana memang dinamis. Bisa berubah dan bergerak menyesuaikan situasi pasar. ”Pasti itu akan ada perubahan-perubahan. Tapi yang paling banyak mengerek itu dari reksa dana saham. Kalau posisi bursa bagus pengaruhnya akan ke reksa dana saham sendiri,” terusnya.

Baca Lagi : Ayo Pahami Reksa Dana Lagi Mumpung Rating Indonesia Sudah Layak Investasi

Anggota Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Asri Natanegeri mengatakan jumlah investor terutama di reksa dana memang masih kecil yaitu sekitar 0,2 persen dari total penduduk Indonesia. Masih banyak peluang tumbuh di tengah gencarnya sosialisasi kepada masyarakat dan pertumbuhan pasar modal Indonesia secara umum.

”Maka peranan agen penjual ditingkatkan selain juga mungkin terkait dengan financial technology (Fintech) itu juga berperan penting dari kita bisa meningkatkan jumlah investor,” ujarnya, pada kesempatan yang sama.

Reksa dana memang banyak melakukan inovasi sehingga muncul istilah reksa dana online yang bisa membantu lebih mudah merencanakan masa depan. Selain itu juga pengelola reksa dana berkolaborasi dengan startup atau fintech termasuk e-Commerce.

”Jadi ada effort dari edukasi dan sosialisasi dari masing-masing penjual atau channel penjual reksa dana itu penting juga. Namun kan sekarang untuk akses dari penjualan atau ketersediaan reksa dana kan sudah tersedia lebih mudah untuk membeli jadi itu kita harapkan bisa meningkatkan investor ritelnya kita,” harapnya.

Secara rata-rata diharapkan jumlah investor reksa dana, seperti juga investor pasar modal secara umum diharapkan konsisten meningkat antara 20 persen sampai 30 persen per tahun. Syukur-syukur bisa lebih besar dari itu.

”Mungkin penambahannya kita harapkan sampai 750 ribu atau 1 juta sampai akhir tahun terutama dengan akses yang lebih luas,” pikir Asri.

Terlebih pengembangan produk reksa dana terus dilakukan. Regulator juga terus mendukung dengan penyediaan ragam aturan baru yang bisa mendukung pengembangan sehingga menarik bagi masyarakat.

”Kita kemarin ada kontrak pengelolaan dana infrastruktur terus reksa dana target waktu multi aset. Jadi saya rasa dengan banyaknya agen penjualn reksa dana atau MI (Manajer Investasi) melalui produk baru itu akan menambah jumlah ketersediaan produk di market,” tuturnya.

Mumpung peluang tumbuh masih sangat luas, yuk mulai merencanakan masa depan melalui produk investasi reksa dana.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved