www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Memahami Risiko

Jangan Panik, Investasi Reksa Dana Harus Sesuai Tujuan

12-Jul-2017 06:35:28 WIB | Online | Share
Jangan Panik, Investasi Reksa Dana Harus Sesuai Tujuan

Investasiku.co.id – Kinerja produk investasi reksa dana rata-rata negatif pada pekan pertama semester kedua 2017. Tidak perlu panik, menghadapi situasi pasar fluktuatif cukup dengan cara mengembalikan pada tujuan awal dari investasi itu sendiri.

Negatifnya rata-rata produk reksa dana pada sepanjang pekan terutama karena koreksi yang terjadi di pasar saham Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merupakan indeks acuan pasar saham Indonesia turun 1,17 persen pada pekan yang berakhir 7 Juli 2017.
Begitu juga indeks surat utang Negara (SUN) dalam Infovesta Government Bond Index (IGBI) turun 0,81 persen. Sebaliknya indeks surat utang korporasi dalam Infovesta Corporate Bond Index (ICBI) berhasil naik 0,29 persen.

Melihat penurunan cukup signifikan IHSG, wajar jika kemudian secara rata-rata produk reksa dana saham yang terkoreksi paling banyak dibandingkan jenis reksa dana lainnya.

Pada pekan itu data Infovesta mencatat Indeks Reksa Dana Saham (IRDSH) turun 0,90 persen diikuti Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap (IRDPT) yang turun sebesar 0,73 persen.

Indeks Reksa Dana Campuran (IRDCP) juga turun sebesar 0,58 persen. Sebaliknya, indeks Reksa Dana Pasar Uang (IRDPU) berhasil naik tipis 0,07 persen dan menjadi satu-satunya indeks reksa dana yang berhasil bertahan.

Sebab produk reksa dana syariah juga ikut turun ke zona merah. Indeks Reksa Dana Saham Syariah misalnya turun 0,58 persen, indeks Reksa Dana Campuran Syariah turun 0,29 persen, dan indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah turun 0,22 persen.

Meski begitu secara year to date atau sejak awal tahun ini sampai 7 Juli 2017 seluruh produk investasi reksa dana secara rata-rata masih positif. Kenaikan tertinggi diraih IRDCP sebesar 5,00 persen.

IRDSH secara year to date membukukan kenaikan sebesar 4,89 persen diikuti IRDPT yang naik sebesar 4,29 persen, dan IRDPU dengan kenaikan sebesar 2,32 persen.

Jika dilihat per produk, reksa dana saham secara year to date masih terbaik dan bahkan cukup banyak di antaranya yang melampaui kenaikan IHSG yang masih mencatatkan kenaikan sebesar 9,78 persen.

Ada produk reksa dana saham yang mencatatkan kenaikan sebesar 18,92 persen atau tumbuh kali dua dibandingkan IHSG sebagai acuannya. Ada pula yang naik 13,20 persen, naik 12,41 persen, dan masih banyak lagi lainnya.

Maka pantau terus perkembangan investasi reksa dana kalian. Saat ini cukup mudah untuk melihatnya seiring mulai tersedianya Reksa Dana Online. Tentukan strategi menjalani situasi pada semester kedua tahun ini.

Baca : Reksa Dana Online Untuk Menata Masa Depan

Reksa Dana Jangka Panjang


Salah satu keuntungan investasi di pasar modal adalah likuiditas. Artinya, kita bisa masuk (beli) dan keluar (jual) kapan saja tanpa terikat aturan durasi alias kontrak seperti di deposito. Meski begitu, untuk investasi di reksa dana, sebaiknya jangka panjang.

Melihat data jangka pendek seperti kinerja reksa dana sepekan pada paragraf-paragraf di atas memang boleh jadi membuat sedikit was-was. Rata-rata produk reksa dana tidak mengalami pertumbuhan pada seminggu itu.

Simak Ini : Ayo Pahami Reksa Dana Lagi Mumpung Rating Indonesia Layak Investasi

Meski begitu, sebagai gambaran sepanjang semester I 2017 saja, rata-rata investasi di reksa dana sudah positif. Terlebih jika jangka waktu untuk menilainya diperpanjang lagi misalnya menjadi satu tahun, tiga tahun, atau bahkan 10 tahun.

Buktinya Ini : Reksa Dana Saham Juara Semester Pertama 2017

Kenapa begitu? Karena karakteristik produk investasi reksa dana memang lebih cocok untuk jangka panjang. Sebagai salah satu instrument untuk menunjang dalam rangka merencanakan masa depan yang pengelolaannya ditangani oleh Manajer Investasi.

Maka kembalikan lagi kepada tujuan investasi semula. Misalnya, memilih investasi di reksa dana saham dalam rangka menyiapkan biaya pendidikan anak 10 tahun ke depan. Nah! Itu pilihan tepat!

Sebagaimana saham, reksa dana saham secara historis adalah yang memberikan keuntungan paling tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Tapi juga paling berisiko, terutama dalam jangka pendek akibat fluktuasi pasar saham. Maka lebih cocok untuk jangka panjang.

Cek Ini : Tanam Duit di Reksa Dana Saham Lebih Subur Ketimbang Deposito

Ada juga yang memilih investasi di reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap dengan pertimbangan supaya nilai portofolionya stabil. Meskipun juga keuntungannya sedikit. Pertimbangannya, besar kemungkinan dana investasi itu akan dicairkan setahun kemudian untuk sebuah keperluan.

Pilihan itu juga bisa dibilang tepat. Tapi sadari lagi tentang tujuan itu. Jangan sampai hanya karena situasi sedang kurang kondusif dalam satu pekan atau satu bulan terus panik dan keluar dengan cara menjualnya. Mencairkan reksa dana dalam situasi pasar sedang negatif justru rugi.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved