www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Jadi Investor Aktif Yuk Bantu Kurangi Ketergantungan Investor Asing

17-Feb-2017 15:53:39 WIB | Online | Share
Jadi Investor Aktif Yuk Bantu Kurangi Ketergantungan Investor Asing

investasiku.co.id - Jumlah investor saham lokal (dalam negeri) memang relatif masih minim. Tapi, sudah mampu menguasai rata-rata transaksi saham secara harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan jika basis investor ritel bisa terus bertambah lagi, ketergantungan terhadap investor asing bisa semakin berkurang.

Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan, mencatat per akhir tahun 2016 jumlah investor dengan kepemilikan Single Investor Identification (SID) sebanyak 535.994 investor. Angka itu naik 23,4 persen jika dibandingkan sebanyak 434.107 SID pada 2015.

SID adalah nomor tunggal identitas pemodal yang khusus diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Baca: Di Mana Saham Disimpan?

Bukan hanya total investornya saja yang bertambah. Jumlah investor yang aktif bertransaksi juga bertambah sebesar 21,35 persen menjadi 187.268 investor pada 2016 dibandingkan sebanyak 154.318 investor pada 2015.

Memang, kata Nicky, rasio investor aktif itu baru sekitar 14,72 persen dari total investor pada 2016. Sedikit meningkat dibandingkan 13,58 persen rasio pada 2015.


Bisa jadi, itu terjadi karena sebagiannya memang berkarakter investor pasif. Namun diyakini tidak sedikit di antaranya belum menyadari dan memahami tentang bertransaksi.

Padahal jika dipahami, bertransaksi saham juga memberikan keuntungan tersendiri. Yang terpenting memahami situasi baik situasi pasar, situasi perusahaan yang sahamnya sudah dimiliki atau ingin dimiliki, dan tentu saja memahami tujuan dalam berinvestasi.

Maka BEI akan semakin gencar melakukan sosialisasi lagi di tahun ini mengajak serta para perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB).

”Program bursa 2017 ini dalam konteks untuk investor itu ada tiga area utama,” ucap Nicky di gedung BEI, Jumat (17/02/2017).

Pertama, optimalisasi dari jumlah investor aktif supaya lebih aktif. Salah satunya dengan menyosialisasikan tentang susunan saham boleh ditransaksikan dengan margin yang saat ini lebih banyak.

Kedua, lebih banyak menggelar kegiatan untuk mengaktivasi investor baik untuk yang sudah aktif maupun belum aktif. ”Tahun lalu ada 3000 kegiatan yang kita laksanakan. Tahun ini sekitar 3000 juga tapi ditambah dengan kegiatan agar investor semakin aktif,” kata dia.

Ketiga, melanjutkan program edukasi kepada masyarakat umum agar lebih melek investasi. BEI akan mengoptimalkan seluruh galeri yang ada di Indonesia dan mendukung setiap program sejenis yang digelar oleh AB.

Selain mengajak agar lebih banyak masyarakat sadar investasi, diharapkan juga berdampak pada kemandirian pasar modal, khususnya pasar saham di Indonesia.

Sejauh ini dengan rasio investor aktif yang relatif masih minim saja, rata-rata transaksi saham secara harian sudah didominasi investor lokal.

Sepanjang 2016, investor lokal menguasai total transaksi dengan persentase 63,11 persen atau total mencapai Rp 2.328 triliun. Sebaliknya investor asing mengambil porsi sisanya atau setara 36,89 persen senilai Rp 1.360 triliun.

Meski begitu, dari sisi kepemilikan aset saham, investor asing masih sedikit unggul. Data KSEI per Desember 2016 mencatat porsi kepemilikan investor asing sebesar 50,05 persen. Itu sudah turun dibandingkan 57,30 persen pada Desember 2015.

Tahun-tahun sebelumnya, porsi kepemilikan investor asing bahkan selalu di atas 60 persen. Berkurangnya porsi investor asing tidak lepas dari program amnesti pajak (tax amnesty) dari pemerintah.

Ke depan, jika investor lokal bukan hanya dominan dari sisi transaksi tetapi juga dari sisi kepemilikan, pasar modal Indonesia bisa lebih tahan banting. Tidak akan rentan terhadap kondisi pasar atau perekonomian global.

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved