www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Investasi Saham Memang Sebaiknya Jangka Panjang

15-Jan-2017 01:00:19 WIB | Online | Share
Investasi Saham Memang Sebaiknya Jangka Panjang

Data historis bisa menjadi salah satu jawaban utama kenapa investasi saham lebih cocok untuk jangka panjang.

Ambil contoh, saham PT Unilever Tbk (UNVR). Perusahaan produsen barang kebutuhan harian itu baru saja merayakan 35 tahun tercatatnya saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Januari 2017.

Nah berapa pertumbuhan saham UNVR sejak Initial Public Offering (IPO) pada 35 tahun lalu sampai sekarang? Sekitar 1.162 persen!

Kenaikan lebih dari seribu persen itu dihitung berdasarkan harga IPO saham UNVR di Rp 3.175 per saham dan pada 10 Januari 2017 harganya sudah menjadi Rp 40.100 per saham.

Pihak UNVR punya cara menghitung berbeda dan terlihat lebih menguntungkan.

”Dalam kurun waktu 35 tahun, jika seorang investor membeli 1.000 lembar saham pada saat IPO seharga Rp3.175 per lembar, saat ini nilai investasinya bernilai hampir Rp 5 miliar,” ucap Presiden Direktur UNVR, Hemant Bakshi, di gedung BEI (11/01).

Artinya, pemilik 1000 saham UNVR saat IPO mengeluarkan modal sebesar Rp 3.175.000. Dengan perubahan menjadi Rp 5 miliar untuk per 1000 saham itu maka ada kenaikan sebesar 157.380 persen.

UNVR merupakan contoh saham yang tumbuh sejalan dengan kenaikan fundamental dan bisnisnya.

Sebab dalam kurun waktu tersebut, aset UNVR juga tumbuh signifikan mencapai lebih dari kali 110 lipat dari Rp 140,4 miliar pada awal 1982 menjadi Rp 16,8 triliun pada kuartal ketiga 2016.

Dari sisi omset, UNVR mencatat terjadi kenaikan 229 kali lebih tinggi dari Rp 159 miliar pada 1982 menjadi Rp 36,5 triliun per akhir 2015.

Saham UNVR itu hanya salah satu. Masih banyak saham lain yang prospektif secara jangka panjang.

Pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) patokannya.

Data BEI mencatat pada 1982, IHSG ditutup di level 95,00 dihuni sebanyak 13 perusahaan tercatat (emiten). Pada akhir 2016 IHSG ada di level 5.296,711 dihuni sebanyak 541 emiten.

Maka IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 5.474 persen secara kumulatif pada sepanjang periode sekitar 34 tahun tersebut.


Dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan pasar saham Indonesia dari data pergerakan IHSG adalah sebesar 249,6 persen secara kumulatif. Rata-rata naik 15 persen per tahun.


Jadi, cukup terbayang kan berapa keuntungan kalau nabung saham misalnya dalam 10 tahun saja?! Yuk nabung saham..

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved