www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Mengenal Produk Investasi

Investasi per Basket Melalui ETF

16-Nov-2017 14:48:17 WIB | Online | Share
Investasi per Basket Melalui ETF

Investasiku.co.id – Pernah dengar produk investasi ETF? Kependekan dari Exchange Traded Fund, relatif baru kalau di Indonesia dan potensial sebagai salah satu pilihan alternatif investasi di pasar modal.

Kalau didefinisikan berdasarkan terjemahannya, ETF sebenarnya agak rumit. Tapi secara sederhana boleh disebut reksa dana yang bisa diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setiap saat tentunya, sesuai jam perdagangan bursa.

Beli ETF berarti beli satu basket (keranjang) efek terutama saham, yang isinya saham pilihan pengelola investasi penerbit ETF itu.

Tapi bisa juga sebenarnya saham pilihannya sudah ditentukan pihak lain misalnya pilihan BEI dalam indeks LQ45 atau kumpulan 45 saham paling likuid versi bursa. Berarti ETF itu isinya adalah saham-saham yang ada dalam indeks LQ45.

Baca Juga: Mengenal Reksa Dana Berbasis Indeks

Sebab ETF merupakan kontrak investasi kolektif (KIK) yang unit penyertaan (underlying)nya dicatat dan diperdagangkan di bursa efek seperti saham. Karena bisa diperdagangkan maka transaksi ETF melibatkan perusahaan Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

Di Indonesia, produk ETF sudah diluncurkan sejak 2007 tapi peminatnya saat itu kurang. Maklum, mahal. Produk primernya harganya saat itu Rp 6 miliar untuk satu basket yang terdiri atas 1 juta unit saham LQ45.

Setelah itu seolah mati suri. Mulai sekitar 2011 harganya mulai murah karena porsinya diperkecil. Satu basket isinya 100 ribu unit saham atau sekitar Rp 60 juta. Asumsinya, satu lot sebesar Rp 350 ribu.

Rp 60 juta untuk satu basket masih relatif mahal? Kalau begitu jangan beli di pasar primer. Bisa beli di pasar sekunder atau melalui mekanisme perdagangan di bursa. Di situ bisa beli per lot atau sekitar Rp 350 ribu itu.

Pilih Pasar Perdana atau Menunggu di Pasar Sekunder?

Nah terus apa bedanya investasi saham langsung dengan ETF? Tetap beda. Investasi saham langsung, investor pilah dan pilih sendiri saham yang dianggap sesuai dengan target investasi atau dianggap bisa memenuhi ekspektasi pemodal.

Sedangkan di ETF, karena sifatnya kolektif, kita tidak perlu dipusingkan lagi dengan pilih saham satu per satu. Sudah dipilihkan dalam satu basket itu dan biasanya saham-saham di dalamnya sudah representatif dari kekuatan saham-saham emiten di Indonesia.

Cara memantaunya juga cukup sederhana. Cukup lihat pergerakan indeksnya. Risiko relatif kecil kecuali risiko sistemik yang berasal dari eksternal. Misalnya, gonjang – ganjing ekonomi baik lokal maupun global yang bisa membuat pasar saham terpengaruh negatif.

Kalau itu terjadi bagaimana? Ya maka penting mengamati situasi perekonomian. Sebagai langkah antisipasi sehingga bisa memutuskan arah kebijakan investasi. Toh sama seperti di pasar saham, di ETF pun investor bisa jual dan beli kapan saja.

Melihat karakteristiknya seperti itu maka ETF sebenarnya gabungan karakter reksa dana terbuka dengan saham.

Melalui ETF juga sebenarnya investor global bisa investasi di pasar saham Indonesia. Sebab Indonesia punya kumpulan saham pilihan yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat (AS) yaitu berbentuk ETF diberi nama Indonesia Investable Market Index Fund (EIDO). Biasa juga disebut iShares MSCI Indonesia.

Baca: Indeks MSCI Sebagai Indikator Pasar Saham Indonesia dan Asean

Kabarnya, pengelola investasi global terbesar berbasis di AS yaitu BlackRock berinvestasi melalui EIDO itu untuk tujuan ke Indonesia. Aset dasar ETF EIDO ini adalah saham-saham berkapitalisasi besar yang tercatat di BEI seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan lainnya.

Di AS, ETF bukan barang baru. Sejarahnya, tercatat di Wikipedia, ETF dimulai di Kanada pada 1990 dan diperjualbelikan di bursa efek Toronto. Setelah itu menyebar ke AS pada 1993 disusul kemudian ke Eropa.

Foto: Moonstone

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved