www.trimegah.com

Investasi Saham Untuk Biaya Kesehatan Anak

Presenter yang akrab disapa Farhan itu nabung saham secara jangka panjang dimulai pada 1996. Saham pertamanya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Belakangan semakin terasa ternyata sangat bermanfaat untuk biaya kesehatan anak.



Merencanakan Masa Depan

Investasi Paling Cocok Supaya Bisa Ibadah Haji

19-Sep-2017 23:55:11 WIB | Online | Share
Investasi Paling Cocok Supaya Bisa Ibadah Haji

Investasiku.co.id – Punya niat atau sedang nabung untuk biaya ibadah haji? Coba deh pertimbangkan dengan cara investasi di pasar modal. Ada beberapa pilihan produk yang bisa kita bandingkan.

Selain karena panggilan Tuhan, ibadah haji butuh banyak persiapan. Termasuk dari sisi keuangan karena biayanya tidak sedikit. Tahun ini saja biaya haji reguler, dibulatkan sekitar Rp 35 juta.

Kapan kamu rencana mau pergi ibadah ke tanah suci? Punya uang berapa sekarang? Yuk kita mulai dengan cara investasi dan pilih produk investasi paling tepat untuk mewujudkannya.

Reksa Dana Syariah

Produk reksa dana syariah cukup banyak. Tinggal pintar-pintar memilih dengan cara melihat trennya pada masa lalu dan siapa penerbit atau pengelolanya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Juni 2017 ada 151 produk reksa dana syariah dengan Nilai Aktiva Bersih total sebesar Rp 18,91 triliun atau setara 26,83 persen dari total NAB reksa dana di Indonesia.

Sama seperti reksa dana konvensional, jenis reksa dana syariah juga terbagi beberapa jenis. Terdiri atas Reksa Dana Saham Syariah, Reksa Dana Campuran Syariah, dan Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah.

Perbedaannya, reksa dana syariah underlying alias aset yang ada di dalamnya adalah produk syariah. Misalnya reksa dana saham maka portofolionya hanya saham-saham yang masuk kategori syariah.

Begitu juga reksa dana pendapatan tetap syariah. Isinya tidak mungkin surat berharga Negara atau obligasi konvensional. Harus surat utang yang syariah seperti Sukuk Ritel (Sukri) atau Sukuk.

Pilihan produk syariah di pasar modal Indonesia cukup banyak sekarang. Catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), Pasar Modal Syariah Indonesia memiliki dua indeks syariah yakni Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).

Sampai Agustus 2017 setidaknya terdapat 342 saham syariah dari total 559 saham tercatat di BEI.

Ditambah lagi ada 16 fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sebanyak 9 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan satu Undang-Undang Sukuk Negara (SBSN).

Pasar Modal Syariah Indonesia juga sudah punya 12 Anggota Bursa (perusahaan sekuritas) yang memiliki sistem perdagangan online syariah (Syariah Online Trading System/SOTS) dan empat Jenis Efek Syariah (Saham Syariah, Sukuk, Reksa Dana Syariah, Exchange Traded Fund Syariah).

BEI juga sudah memiliki 34 Galeri Investasi Syariah di 34 universitas, jumlah itu merupakan paling banyak di seluruh dunia.

Dari sisi pertumbuhan jumlah investor, persentase investor syariah terhadap total investor di Pasar Modal Indonesia juga meningkat paling signifikan. Pada 2014 persentasenya baru mencapai 0,7 persen dari total investor kemudian meningkat menjadi 1,1 persen pada 2015.

Persentasenya bertambah lagi menjadi 2,3 persen pada 2016, hingga akhirnya mencapai 3,1 persen per Agustus 2017.

Nah balik lagi ke soal pilih reksa dana dalam rangka rencana ibadah haji, tinggal dikonsultasikan saja ke perencana keuangan atau pihak Manajer Investasi, jenis reksa dana apa yang paling tepat. Sebab masing-masing reksa dana memiliki karakteristik berbeda yang perlu dicocokkan dengan karakteristik pribadi.

Baca Lagi: Pahami Reksa Dana Lagi Mumpung Rating Indonesia Layak Investasi

Reksa dana syariah layak mendapat urutan paling atas daftar pilihan investasi dalam rangka menyiapkan dana haji. Sebab kita tidak perlu pusing melototi setiap saat dari perkembangan investasi kita.

Lain lagi ceritanya kalau punya banyak waktu. Bisa dipertimbangkan untuk nabung saham syariah secara langsung.

Sukuk Ritel (Sukri)

Investasi produk Sukri juga cocok untuk menyiapkan dana haji. Keuntungan ditawarkan pun lumayan, antara 6 persen sampai 10 persen per tahun. Tinggal dihitung saja kebutuhannya berapa sehingga ketahuan kita butuh modal berapa.

Selain itu Sukri juga relatif minim risiko. Produknya dijamin undang-undang dan kecil kemungkinan gagal bayar selama Negara tidak bangkrut.

Lagipula tren surat berharga Negara syariah juga positif. Pertumbuhan penerbitan Surat Berharga Negara Syariah di sepanjang 2015 hingga 2016 tercatat sebesar 61,9 persen atau melampaui pertumbuhan penerbitan Surat Berharga Negara Konvensional yang tumbuh 31,9 persen.

Hanya saja, modal untuk investasi di Sukri lumayan tinggi. Harga per unitnya bisa Rp 5 juta dan maksimal kepemilikan per orang adalah Rp 5 miliar.

Beda dengan reksa dana syariah yang bisa investasi dengan modal awal hanya Rp 500 ribu. Bisa ditambah secara rutin per bulan pula.

Segera lah berinvestasi, segera lah pergi haji.

Foto: riseupforyou / Pinterest

Other Articles


Copyright @ 2016 Investasiku.co.id, All Rights Reserved